
Author: Im combeck Evribadeh! hehehehe maaf ya gk bisa up selama satu minggu lebih ini, karena penyakit bawaan saya kembuh, jadinya tidak bisa update. Pasti kalian tau apa penyakit yg saya derita sekarang ini, yaitu pemyakit "MALAS" dan penyakit ini sangat sulit di sembuhkan bagi orang yg seperti saya "Suka bermalas-malasan". Kalau saya sudah sangat malas yaaaa jadinya begini deh, pegang hp serasa memegang Es, ingin dilepas saat memegang Hp. Baiklah gk usah bac*t, Lanjut!.
____________________—_—____________________
Tak terasa saat ini Hari sudah mulai sore hanya saja pada waktu ini ada sebuah fenomena yang sangat membingunkan, langit berwarna ungu gelap, semua hewan gelisah, semua manusia menggigil, lautan terjadi badai besar, dan di daratan angin kencang sedang menyerbu kesemua penjuru.
Fenomena ini terjadi bukan di satu tempat saja, melainkan di seluruh Dunia mengalami Fenomena aneh yang sedang terjadi ini. Para Awekend mulai khawatir akan terjadi suatu hal yang diluar imajinasi mereka, karena kejadian yang sekarang ini terjadi adalah sebuah fenomena abnormal.
Hanya orang bodoh yang menganggap fenomena ini suatu hal biasa pada umumnya, kan sudah jelas ya? bencana alam akan terjadi di suatu wilayah saja atau lebih, bukankah fenomena ini terjadi di seluruh Dunia!? dan juga ramalan Bencana Alam sebelum terjadinnya keanehan tidak mendapati akan terjadinya Abnormal ini.
Disebuah Hutan, tepatnya di batu besar yang menjulang tinggi dan tinggi dari batu itu sendiri sekitar 20M. Sementara di atas batu itu ada sosok manusia yang sedang bersemedi dengan pose Lotus, ia mengeluarkan aura Ungu gelap dan aura nya sama persis seperti warna langit saat ini.
Mengerikan! hanya keluarnya Aura dari Manusia itu sudah membuat seluruh Dunia berubah menjadi tempat Horor layaknya sedang nonton Bioskop ber Film Horor.
Aura dari orang itu terus keluar tampa henti, dan sebuah kejadian aneh lainya terjadi. Tiba-tiba saja tubuh dari orang yang sedang bersemedi itu melayang sedikit demi sedikit dan akhirnya tubuh nya sudah melayang setinggi 10M dari ketinggian batu yang ia duduki tadi.
"Langit dan Bumi adalah pijakan semata bagiku, Surga dan Neraka, tak bedanya tempat liburan buatku. Hanya sebuah kekuatan maha dhasyat yang bisa membuatku senang." Orang ini mengucapkan sebuah kata-kata.
Awan membentuk sebuah pusaran yang sangat mengerikan, dan tentunya pusat dari pusaran awan adalah orang yang sedang melayang itu, petir hitam menyambar ke sebagai arah, hantaman petir yang saling menghantam membuat suara keras, tangisan dari seluruh hewan di Dunia sudah pecah dari tadi, ketakutan manusia semakin menumpuk dan membuat hati mereka setiap detik akan ada rasa takut yang sangat dalam.
"Menyatu dengan Pelanggar Hukum!" Orang itu berteriak dan Petir Hitam menyambar tubuhnya.
Blaaarrrrrrrrrrrrr*
Petir itu nampak nya hanya menyambar satu kali ke tubuh nya, tapi yang sebenarnya adalah. Sudah ribuan kali petir Hitam itu menyambar dirinya hanya saja sambaran petir itu terlihat menghantam satu saja.
Tak lama kemudian, hasil dari sambaran petir membuat tubuh orang itu hangus layaknya sehabis di panggang di atas bara api, yang anehnya orang itu tak memberi respon apapun, Hening. setelah petir Hitam menyambar suasana di area itu senyap dan tidak ada suara apapun.
"Hehehehehe pengambungan berhasil." Benar saja, orang yang gosong ini masih hidup.
"Kalau begini, aku sudah siap untuk mengatasi orang itu." Ucap Orang gosong ini dan ia melihat kesekujur tubuhnya.
__ADS_1
"Welehhhhh.... badan ku hangus semua." Ucap orang gosong ini sambil tersenyum.
Kalau ada orang di dekatnya, mereka pasti akan langsung merinding setelah melihat senyuman yang dibuat orang gosong ini, Bayangain aja. Wajah gosong, gigi putih, mata terbuka dan tersenyum, gimana?.
"Baiklah, Hikari tolong bersihkan tubuhku." Dan betul saja, orang gosong ini adalah Hanza.
[Okeyyyy]
Hanya butuh hitungan detik dan seluruh tubuh Hanza yang gosong tadi langsung bersih, kinclong tak bernoda. Hanya saja sekarang ini Hanza telanjang/tak mengenakan pakaian apapun.
Uihhhhhhh.... peru belehan roti tawar bak tubuh yang sangat sempurna, delapan pula belahan roti tawar itu. Yang pastinya tubuh sempurna juga mewakili rupa tak kalah sempurnanya.(Omong kosong Anjg!)
"Dan sekarang masalahnya adalah pakaian ku." Ucap Hanza smbil memandangi tubuhnya.
"Kalau aku pulang seperti ini, mungkin aku dikira orang gila nantinya." Hanza membuka menu Shop di Hikari.
Hanza mencari-cari sebuah pakaian yang cocok untuknya, hanya saja ia kesulitan memilih pakaian mana yang harus ia pilih, karena semua pakaian di Shop sangat bagus-bagus dan juga sangat cocok untuknya.
"Setelah makan, aku akan pulany secepatnya." Langsung saja Hanza memakan-makanan itu dan menghabiskanya dalam sekejap.
Apa kalian penasaran dengan apa yany dilakukan Hanza tadi? sebenarnya Hanza tadi sedang menyatukan Dagger nya dengan jiwa miliknya. Itu pun Hanza harus membayar pengabungan Dagger dan jiwanya dengan semua Uanganya.
Sebagai orang yang sangat menyukai uang Hanza sangat tersakiti ketika semua Uangan nya hilang tak tersisa.
"Baiklah waktunya pulang." Dalam sekejap Hanza langsung menghilang dari sana.
Di Villa Hanza.
"Aa semuanya sudah beres?." Sebas bertanya kepada bawahanya.
"Sudah Tuan Sebas." Balas orang ini yang berpakaian layaknya seorang ninja.
__ADS_1
"Bagus, lanjutkan perkerjaan mu. Tuan Hanza akan memberi tugas yang lainya nanti." Ucap Sebas sambil melambaikan tangan.
Orang ninja itu langsung hilang dan Sebas kembali lagi ke Villa, tak sampai memasuki pintu Sebas di pertemukan dengan Nisa.
"Ohya Sebas." Nisa memanggil Sebas dengan suara agak keras karena Sebas jaraknya berjauhan dari posisinya berdiri sekarang.
"Ya ada apa Nona?." Balas Sebas sambil membungkukkan badan.
"Apa Bebep sudah pulang?." Tanya Nisa memanggil Hanza dengan sebutan...... Bebep?.
"Tuan Hanza belum pulang Nona." Jawab Sebas.
"Baiklah, kamu lanjutkan pekerjaan mu lagi." Nisa berjalan keluar Villa.
"Baik Nona." Balas Sebas dan ia melanjutkan jalanya.
Setelah percakapan singkat mereka, Nisa pergi keluar Villa karena ia ingin mencari udara sejuk di dekat hutan. Selama ia berjalan kedalam Hutan Nisa juga bernyayi dengan cara berguman, meskipun begitu suara Nisa sangat enak di dengar, dan para burung yang berlalu lalang di atas nisa langsung singgah kepohon.
Tak terasa Nisa sudah berjalan kedalam Hutan terlalu jauh, kini ia memandang ke langit sambil betnanyi ria lagi. Entah kenapa suasana Nisa sedeng berbunga-bunga saat ini dan nyanyian Nisa lebih merdu dari yang tadi.
"Aku tidak tau kalau kamu bisa bernyanyi." Tiba-tiba saja seseorang yang berbicara dibelakang Nisa, sementara Nisa yang mendengar suara seseorang dibelakangnya ia sangat tau betul siapa pemilik Suara itu.
"Bebep!." Langsung saja Nisa balik badan dan memeluk Hanza.
"Hey.... panggilan mu sangat menggelikan." Ucap Hanza sambil tersenyum.
"Biarin." Balas Nisa cuek dan terus memeluk tubuh Hanza.
Mereka berdua berpelukan sangat lama dan mengingat kan saya dengan kartun di tayangan Tv masa kecil saya:v
Setelah mereka puas berpelukan Hanza langsung menggendong Nisa ala tuan putri dan membawa Nisa ke Villa untuk segera melepaskan Gairah yang saat ini sedang di rasakan Hanza.
__ADS_1
Author: Maaf kalau ada yang Typo, karena saya tidak mengoreksi Chp ini:v