
Sebulan Kemudian.
Saat ini Hanza berada di perusahaan nya, yaitu perusahaan H. Techknology Hanza kesana buat mengperkenalkan Hlem VR nya di Seluruh Dunia! serta Game yang sudah memang selesai dari sebulan yang lalu.
"Gimana? apa sudah sampai 100.000 Ribu Hlem?." Hanza bertanya ke Meneger yang bernama Bagas.
"Sudah Tuan." Balas Bagas dan menyerahkan Berkas jumblah Hlem VR.
"Bagus dan cepat buat promosi VR ini serta Game nya." Suruh Hanza dan Bagas langsung mengiyakan.
Sesaat kemudian Hanza mendapat Telepon.
"Halo?." Hanza langsung menyapa.
"Halo Hanza ku sayang~ Bibi sudah ada di bandara, kamu jemput Bibi kemari." Langsung saja Suara Bi Ani terdengar di telinga Hanza.
"Lohhhh? Bi Ani sudah sampai ke Sini toh, kok nda-ndak banget Bi." Ucap Hanza kaget.
"Yaaa... sebenarnya Bibi ingin langsung kerumah mu, tapi Bibi Sudah lupa Alamat nya Hehehehe..." Balas Bibi Sambil cengengesan.
"Baiklah, tunggu beberapa menit lagi Bi Hanza akan sampai secepatnya." Ucap Hanza setelah itu Hanza langsung menuju tempat Parkir Mobil.
Sesampainya disana Hanza langsung saja menaiki Mobil Ferrary Merah Barunya, tak ingin Bibi nya menunggu Lama di bandara Hanza langsung tancap Gas dengan cepatnya. Hanya butuh sepuluh Menit untuk tiba di Pemberhentian Mobil Bandara, Hanza menoleh kesana-kemari dan akhirnya menemukan Bi Ani yang sedang duduk di Kursi Hanza menghampiri Bi Ani.
"Bi!." Hanza menyapa sambil berlari kecil menuju Bi Ani.
"Owhhhh... Hanza ku Sayang~." Bi Ani langsung berdiri setelah melihat Hanza dan memeluknya.
"Muach* Muach*" Hanza juga mendapat Ciuman di kedua pipinya.
"Apa Bibi sudah lama menunggu disini?." Hanza bertanya.
"Ahhhh... tidak kok, malah saat Bibi telepon kamu tadi di menit itulah Bibi sudah ada disini." Balas Bi Ani.
"Owhhh... kalau begitu ayo kerumah, pasti Bibi kelelahan." Ucap Hanza sambil melihat kebelakang Bi Ani mencari Koper yang dibawa Bi Ani.
"Loh? mana Koper mu Bi?." Hanza bertanya.
__ADS_1
"Bibi tidak membawa Koper, kan disini Kota besar jadi temenin dulu Bibi Belanja." Balas Bi Ani.
"Baiklah, ayo ke mobil dulu." Ucap Hanza setelah itu berjalan ke Ferary nya dan Bi Ani mengikuti dari belakang.
"Hanza mana Mobilmu?." Bi Ani bertnya.
"Tunggu sebentar." Balas Hanza sambil merogoh Sak celananya dan keluarlah Kunci Ferary.
"Ini dia." Ucap Hanza mebuka Kunci Mobil dan Ferary merah di depan Hanza, Bi Ani menyala.
"A-Hanza...... i-ini mo-mobil mu?." Tanya Bi Ani terperangah.
"Benar." Ucap Hanza dan membukakan Pintu untuk Bi Ani.
"Mari Bi masuk dulu." Ucap Hanza mempersilakan Bi Ani untuk Masuk ke dalam Mobil.
Bi Ani tidak menjawab tapi langaung masuk ke dalam Mobil Hanza pun menutup Pintu Mobil dan berjalan memutar menuju Tempat kemudi, setelah masuk Hanza menyalakan Mobil dan langsung melesat menuju Tempat perbelanjaan.
Di sepanjang jalan Hanza selalu di beri pertanyaan Oleh Bi Ani tentang Mobilnya, kok bisa Beli Mobil mahal ini, kerja Hanza apa?, Bi Ani terus menanyakan Berbagai perihal tentang Kekayaan Hanza dan Hanza menjawab kalau Ia memiliki Perusahan Kecil yang sedang maju, jadi Hanza menjawab dengan simpel.
Hanza juga bertanya tentang masalah apa sampai Bibinya itu harus menginap di Rumahnya dan Bi Ani membalas kalau sudah di Rumah Nanti akan di jelaskan. Hanza hanya bisa diam setelah itu membawa Bi Ani berbelanja di berbagai tempat.
"Mamang, kata pepatah benar. Wanita itu kalau belanja Sangat menguras energi yang diajak Berbelanja, apalagi Yang di ajak itu Pria." Ucap Hanza (Buat sendiri Pepatahnya)
"Ayo Hanza kita Pulang." Ajak Bi Ani yang ada di samping Hanza.
"Baiklah!." Balas Hanza bersemangat kembali serta melihat belanjaan nya Bu Ani.
"WTF! 6 Jam belanja hanya membali 5 Stel Baju dan 5 Stel pakaian Dalam!." Umpat Hanza di dalam Hati.
Hanza pun sudah tidak mau memikirkan Apa yang di pikirkan Wanita saat belanja, dan membawa Bi Ani pulang untuk di Makan nanti. Hanza sudah sangat kesal dengan Bibi nya ini, Fisik Hanza masih kuat tapi Mental Hanza sudah gk kuat untuk mengerakkan Tubuh jadinya Hanza ingin cepat-cepat Pulang dan beristirahat.
Setengah Jam Hanza berkendara dan sudah Sampai depan Rumah saat ini.
"Ayo Bi." Ajak Hanza dan keluar dari Mobil di ikuti Bi Ani.
Hanza tau kalau Bibinya sekarang ini sedang terkejut dari saat memasuki Perumahan Elit ini dan ia lebih terkejut lagi saat berhenti di Villa super besar yang ada di hadapanya saat ini.
__ADS_1
"Mana ada bisnis kecil yang bisa beli beginian?." Batin Bi Ani dan memandang Hanza.
"Hanza apa-apaan ini?." Bi Ani bertanya ke Hanza.
"Hehehehe... Nanti aku Jelasin, ayo Bi masuk dulu dan istrihat. Aku sudah menyiapkan Kamar untuk Bibi." Ucap Hanza berjalan ke dalam Villa dan di ikuti Bi Ani.
Hanza pun langsung menjelaskan bagaimana ia bisa mendapatkan Runah serta porpeti nya, saat sudah didalam Kamar. Hanza membuat Alasan kalau ia dulunya hanya iseng ber Inventasi di sebuah Perusahaan dan akhirnya ia mendapatkan Uang, karena keuntunganya besar jadi nya Hanza melanjutkan Menginventasi kan Uangnya yang ia dapat keperusahaan yang dimasa depan mempunyai kemajuan tinggi.
"Begitulah Bi." Jelas Hanza.
"Bagus lah kalau kamu tidak memakai Uang kotor." Balas Bi Ani sambil mengelus kepala Hanza.
"kalau begitu Bibi istrihat dulu, Owhhhh dan juga aku mengapdopsi Kedua Anak yang Bibi tadi Lihat." Ucap Hanza.
"Hmmmm... Anak yang ada di Sofa tadi?." Bi Ani bertanya.
"Yap Betul." Balas Hanza.
"Baiklah, aku akan menemui mereka nanti." Kata Bi Ani dan Hanza Mengangguk.
Setekah itu Hanza keluar dari Kamar Bi Ani dan menelepon Bagas.
"Halo Bagas, apa semuanya sudah Beres?." Hanza Bertanya.
"Semuanya sudah Beres Tuan, Tinggal perilisnya." Balas Bagas.
"Segera Riliskan Game VR nya, pakai saja Nama Perusahaan Kita untuk promosinya." Suruh Hanza.
"Baik Tuan." Bagas langsung mengiyakan Ucapan Hanza.
"Bagus, aku tunggu Hasilnya Nanti." Ucap Hnza dan menutup Telepon.
"Baiklah saat nya main lagi, udah lama aku tidak Main Game ku sendiri." Ucap Hanza dan menuju ke Ruang Gaming.
Sesampainya disana Hanza langsung memasang kan Hlem VR ke kepala dan menyalakan Nya, setelah memerilsa Akun kesadaran Hanza langsung dipindahkan ke Game.
**Siniponis:
__ADS_1
Game VR yang dimainkan Hanza/Isekai World itu perbedaan Waktunya sangat besar, seperti 1:5. Satu Hari Dunia nyata sama dengan 5 Hari di Game dan Hanza hanya memainkan Game itu selama satu Hari Dunia Nyata, berarti 5 Hari di Game**.