
Hanza sudah selesai di ***** dadakan. "Kakek, tolong jelaskan apa maksud Kedatangan Kakek kesini?." Hanza langsung bertanya ke Kekak Joko.
Kakek Joko langsung duduk di Sofa di ikuti Hanza, Bi Ani dan Nisa. "Hmmmm.... Hanza apa kamu tau Marga *Pratama* itu apa?." Kakek Joko balas bertanya ke Hanza.
Hanza mengerutkan kening. "Apa maksud Kakek? emangnya kenapa dengan Marga itu?." Dengan ekting yang sangat bagus Hanza saat ini bisa dibilang pemian Film kelas atas.
Kakek Joko menatap Hanza. "Marga Pratama itu sudah ada sejak Jaman 1.200 Tahun dan bukan sembarangan orang mempunyai Marga Pratama." Ucap Kakek Joko.
Dengan Ekting tingkat Dewa, Hanza berpura-pura tidak mengtahui jalan pembicaraan saat ini. "Emangnya kenapa Kek? kok malah bahas marga Pratama? emang Kakek mau mendongeng?." Hanza bertanya.
Kakek Joko menghela Nafas tak berdaya. "Cucuku, nama panjangmu itu apa?." Kakek Joko malah bertanya lagi ke Hanza.
Hanza berpose berfikir. "Hmmmmm.... Nama ku Hanza Pratama......... Jangan2!." Hanza pura2 terkejut.
Akhirnya Kakek joko puas dengan reaksi Hanza. "Jangan2! nama ku itu beda dengan ada yang di KK?!." Mulai lah Hanza melawak.
Bruk*
Bruk*
Bruk*
Kakek Joko, Bi Ani, Nisa ketiganya langsung jungkir balik setelah mendengar kata Hanza dan akhirnya mereka duduk di sofa kembali.
Membenarkan posisi duduk. "Cucuku, nama mu tidak ada yang salah." Ucap Kakek Joko sambil memijat-mijat jidatnya.
Hanza membuat tampang kebingungan. "Lah terus apa?." Hanza bertanya.
__ADS_1
"Hahhhh.... Kakek akan langsung menjelasinya, pokoknya Keluarga kita itu adalah Kaluarga Pratama atau Keluarga Kuno yang sudah aja sejak 1.200 Tahun yang lalu." Langsung aja Kakek Joko to the poin.
Hanza mengangkat alisnya. "Lah terus emangnya kanapa?." Hanza bertnya kembali.
Shock! Kakek Joko sama Bi Ani dan Nisa sangat terkejut dengan jawaban Hanza, batin mereka. Apa benar ini Hanza?. seperti itulah.
Kakek Joko sekali lagi dibuat tak berdaya dengan Cucunya yang satu ini. "Apa kamu tidak terkejut Cucuku?." Kakek Joko bertnya.
Hanza berfilkir. "Mamang harus ya?." Akting Hanza sudah sangat bagus.
Mengela Nafas. "Ya Kakek mu ini sudah menyerah..." Ucap Kekak Jomo yang Modnya sudah turun.
Saat ini Bi Ani yang melihat Ayahnya Down ia langsung ber ini siatif melanjutkan arah pembicaraan tadi. "Hanza sebanarnya kamu ini keturunan Keluarga Kuno." Ucap Bi Ani menatap Hanza dengan serius.
Dengan tampang terkejut. "Apaaaaa!." Teriak Hanza.
Hanza langsung menatap Kakek Joko. "Kakek apa itu benar!?." Tanya Hanza dan memegang Bahu Kakeknya.
Memgangguk. "Benar Cucuku dan kedatangan Kakek disini hanya memastikan kamu itu sudah bangkit ataupun belum." Balas Kakek Joko sambil tersenyum.
Melepaskan Pegangan di pundak. "Ahhhhh.... memangnya apa masalah bangkit atau pun belum nya diriku?." Hanza pura2 lagi dengan wajah bingung.
Menatap Hanza. "Itu adalah sebuah pewarisan Ilmu." Balas Kakek Joko.
Hanza bingung dengan ucapan Kakeknya. "Pewarisan Ilmu? apa itu Kek?." Tanya Hanza.
Berdiri dari tempat duduk, terus menghampiri Hanza dan memagang pundak Hanza dengan kedua tangan. "Cucuku, Kelauraga Pratama adalah keluarga Kuno yang sangat kuat, jadi metode Warisan yang di dapat oleh orang tertentu dari Keluarga Pratama, itu akan membawa sang pewris untuk mendapatkan sebuah Kekutan yang tak tertadingi! juga sang pewaris akan mengambang Misi untuk menjaga Keluarga Pratama." Jelas Kakek Joko.
__ADS_1
Hanza mengangguk. "Jadi intinya saat ini aku sduah mendapatkan Warisanku begitu?." Hanza bertnya.
Kakek Joko mengangguk. "Yahhh... itu betul, jadi apa yang ada di dalam mimpimu?." Kakek Joko bertanya.
Hanza mengerutkan keningnya. "Loh bukannya sudah di beri tahu Bibi?." Hanza dengan bingungnya menatap Bi Ani.
Menggelengkan kapala. "Bibi belum menceritakan kepada Kakekmu." Ucap Bi Ani.
Menatap kembali Kakeknya. "Saat itu di dalam Mimpiku, aku di datangi oleh Kakek Tua yang mengaku kalau aku ini keturunanya dan ia bilang kalau aku harus pergi ke arah Timur sampai aku menemukan Gunung Kembar Empat Warna." Ucap Hanza menjelaskan perihal apa yang ada di dalam mimpinya kemarin minggu.
Kakek Joko terkejut. "Apa Kakek yang mendatangimu itu memberi taukan namanya?." Kakek Joko bertnya ke Hanza.
Hanza langsung berpose memikirkan sesuatu. "Hmmmm... Kakek itu bilang kalau namanya............. Abimanyu." Ucap Hanza dan melihat wajah Kakek nya sudah sangat terkejut.
Abimanyu, adalah Leluhur dari Keluarga Pratama Abimanyu ialah pendiri dari Keluarga Pratama. Dengan satu kali pukulan miliknya ia bisa menghancurkan Gunung besar dengan entengnya. Di kala jaman primitif dulu, nama Abimanyu ini sudah di segani oleh Seluruh Dunia juga dialah yang membuat Marga Pratama menjadi Keluarga Monster/Paling ditakuti. Setiap kali ia menjelajah pasti selalu ada namanya di tempat yang ia jelajahi. Dikatakan Bahwa kalau ia itu masih hidup sampai sekarang, rumor itu belum di percayai oleh siapapun dan yang tau hanya keluarga Pratama itu sendiri. Pertanda kalau setiap Keluarga Pratama akan meninggal, sebelum nya pasti ia membuat pertanda seperti mewariskan Ilmu nya kepada Ahli Waris yang Benar. Seperti sekarang ini Hanza sudah mendapatkan Warisan dari Leluhur Nya/Abimanyu, berarti umur Leluhurnya sudah tidak lama lagi, rumor yang mengatakan kalau Abimanyu masih hidup sampai sekarang itu ternyata benar apa adanya, tapi hanya kondisi yang akan merubah Rumor itu menghilang. Dan saat ini Kakek Joko sangat terkejut setelah mendengar ucapan Hanza. "Ahhhhhh... Cucuku kamu di percayai oleh Leluhur keluarga Pratama, jadi kamu harus menjalani apa yang di perintahnya." Kata Kakek Joko memandang Hanza dengan senyum lebarnya.
Hanza mengangguk. "Yaaaa... aku mengerti Kakek, kupastikan kalau aku nanti akan melaksanakan Titah dari Leluhur." Balas Hanza.
[Dingggg! Misia tingkat Tinggi terpicu. Dapatkan Warisan dari Leluhur Tuan.
Hadiah: Perusahaan Dominensi, Mata segalanya, Villa Frozen Gold.]
Hanza terkejut. "Wowwww.... Misi yang sangat fantastis." Batin Hanza tersenyum senang.
Setelah semua perihal yang mengenai keluarga Pratama Hanza langsung membawa Kakek nya di salah satu Kamar yang ada di Villa, biar ia bisa beristirahat. Nisa pun juga begitu, tapi saat ia bertemu dengan Lina dan Luna ia langsung bermain dengan mereka berdua. Semantara Bibi nya hanya memasak sesuatu di dapur Lantai Bawah dan Hanza sudah berdiri di samping Helinya. "Pergi ke Timur sampai menemukan Gunung Kembar Empat Warna." Guman Hanza setelah itu memasuki Heli nya.
Suara Mesin Heli terdengar sangat keras dan angin yang tercipta dari baling2 Heli juga sangat kencang, tak butuh waktu yang lama Hanza sudah menerbangkan Heli nya menuju ke arah Timur. Mulai lah Perjalanan sang Penguasa Dunia menuju ke Abadian. Hanya sebatas Marga yang dulunya ia sepelakan ternyata berubah menjadi Marga yang menakutkan, bisakah Hanza sampai di Tempat seharusnya ia mendapatkan Warisan itu?. Kalau penasaran Tunggulah Chp selanjutnya/bacalah Chp lanjutanya.
__ADS_1