
Berdiri di tengah lapangan Khusus untuk Sparing, Hanza dan Joko sedang bertatapan. Masing-masing belah bihak tersenyum sebentar kemudian tubuh mereka berdua menghilang dan mereka muncul di tengah lapangan dengan tinju yang sudah beradu. Angin kencang tercipta ketika tinju kedua belah pihak seling bertemu, dan itu menyebabkan sebuah retakan lantai di bawah kaki kedua belah pihak.
"Nak, keluarkan semua kekutan mu." Joko menyimpulkan kalau Hanza tidak menggunakan kekuatan penuh dalam tinju yang ia terima saat ini.
"Kakek Juga sama." Balas Hanza dan mereke berdua meloncat kebelakang dengan jarak 10M.
Mengapelkan tinju nya Hanza melesat maju dengan kecepatan yang mustahil di lihat oleh seseorang Seniman Beladiri Kuno Sekalipun. Joko mulai waspada, setelahnya ia langsung menyilangkan tangan ketika membalikkan badan, dan benar saja. Hanza muncul di belakang Joko dengan kaki di atas dan di ayunkan ke bawah.
Banggggg*
Bentrokan sekali lagi terdengar yang menciptakan Angin berhembus dengan kencangan, Joko sendiri kaki nya sudah tertanam sampai lutut. Hanza meloncat kebelakang dengan tumpuan tangan Kakek nya, sementara Joko langsung meloncat ke atas ketika Hanza sudah mundur.
"Kau kuat Nak." Joko sedikit mengerutkan kening.
"Hanza masihmenahan kekuatanya." Batin Joko yang sudah merasakan sakit di kedua punggung tanganya.
"Hahahaha.... ya jelas lah!." Hanza langsung kayak pinokiyo yang hidung nya panjang.(kalau gk salah)
Joko menyiapkan kuda-kuda beladiri Kuno keluarga Pratama, nampak kuda-kuda itu hanya sebatas kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang dengan posisi agak ketekuk, sementara tangan kiri posisi nya juga sama dengan kaki. Yang membedakan hanya tangan Kanan menekuk ke belakang, kayak posisi Istirahat saat Upaca bendera Merah, Putih.
Bommmmm*
Energy dalam Joko meletus keluar dan Aura yang di buat Joko berwarna Biru Gelap, hanya saja Aura Joko agak kacau. Mungkin jurus yang akan ia gunakan adalah jurus yang sangat hebat, sementara Hanza juga menyiapkan Jurus Pukulan Pedang nya. Posisi Hanza persis dengan Posisi Samurai yang sedang memegang Katana.
Bummmmm*
Bummmmm*
Lantai yang di pijak kedua belah Pihak hancur ketika mereka melesat kedepan, sementara pendangan Hanza mendapati kalau Kakek nya sedang merubah Jurus dan jurus itu adalah Jurus yang Hanza tidak ketahui. Ingat kalau Hanza sudah memiliki Ilmu yang Abimanyu terapkan di Keluarga Pratama, sementara Kakek nya itu menggunakan Jurus yang bukan dari Keluarga Pratama.
Hnza berfikir kalau itu Jurus buatan sendiri, Hanza tidak merubah posisi nya setelah melihat Kakek nya merubah Jurus. *Bedummmmmmm*............*Blarrrrrrrrrrr*. Efek dari benturan Jurus kedua belah pihak sudah menyebabkan Area sekitarnya Hancur lebur, dan menyisakan Hanza dan Joko berdiri dengan saling pandang.
"Hahahaha....Spertinya aku kalah." Tawa Joko bibirnya sudah mengeluarkan darah.
"Ayo Kakek, aku obati dulu luka mu." Hanza memapah Kakek nya menuju Villa.
Sementara para Penonton masih terkejut dengan pertarungan Hanza dan Joko, hanya tiga Jurus. Sudah membuat kekacauan yang sangat mngerikan itu, dari radius 300 Meter semuanya menjadi Tanah retak-retak dan pusat dari semua kekacauan itu sudah terdapat cekungan sedalam 4 Meter dengan lebar 60 Meter.
"Wowwwww..... Ayah benar-benar kalah!." Tegar sangat senang ketika melihat Ayahnya kalah.
"Kakak Hanza Hebat!." Seru Galih, Tio dan Vebian secara bersamaan.
Sebenarnya Hanza belum menggunakan semua kekuatan yang ia miliki, Joko pun sama. Mereka berdua hanya bisa menggunakan 20% kekuatan hanya karena tempat yang menjadi ajang tanding tidak sesuai. Tapi kenapa Joko bisa terluka? jawabanya ya karena tubuhnya tidak secara langsung terkena Energy dalam milik Hanza saat bentrokan tadi.
Tak terasa waktu sudah 1 hari telah berlalu, Hanza kini sedang mempersiapkan barang-barang nya untuk berpergian ke Pulau Semanta. Pulau tempat para Monster-monster Seni beladiri akan menunjukkan kebolehan mereka.
Hanza hanya membawa sebuah tas mini yang bisa di sabukkan ke pinggang, dan isi nya adalah sebagai berikut.
__ADS_1
Cemilan+5
Permen+4
Yap, barang Yang Hanza bawa cuma itu saja, dipertemuan nanti semua orang tidak boleh membawa barang-barang berbau Eletronic seperti, Hp, Camera, pokoknya yang bisa merekam suara, merekam kejadian, dan memfoto tempat.
Kata Joko sesaat sebalum berangkat Yang mengikuti Turnamen nanti akan sangat banyak. Karena Negara lain juga ikut, apalagi Negara Cina yang terkenal dengan Kultivator. Kultivator adalah sebutan bagi mereka yang mengilmui sebuah teknik penyerapan energi Bumi dan Langit, dan itulah yang di sebut Kulivator yang ada di negara Cina sana.
Setiap negara akan berbeda-beda menyebut mereka yang bisa menyerap Energy Alam, seperti di US sana. Mereka menyebut orang yang bisa menyerap Energy alam dengan sebutan Esper, sementara di jepang sana mereka menyebutnya Penyihir.
Aneh-aneh semua nya ya?. Sementara di Indonesia sendiri orang yang mengunakan Ilmu dalam adalalah Pejuang, ya pada jaman dahulu orang yang mendalami Ilmu kesaktian di sebut Pejuang/Kesatria. Untuk Energy dalam di sebut Kanuragan.(Maaf kalau salah)
"Ayo berangkat." Ucap Joko dan langsung melesat ke arah Utara.
Di ikuti Hanza, Nisa dan Ani. Kedua wanita itu ikut karena mereka gabut, untuk Tia sendiri hanya bermalas-malasan di kamar sambil memainkan HP miliknya.
Hnya Energy dalam tingkat Tinggi dan keatasnya saja yang bisa terbang ke langit dengan bebas, Energy dalam tingkat tinggi pun mempunyai kelemahan, yaitu hanya bisa terbang selama 2 Jam. Sementara Joko bisa tetbang selama 10 Jam nonstop. Untuk Hanza sendiri?.
Hanza bisa terbang selama yang ia mau, hanya Energy tingkat Kuno saja yang bisa melakukan hal yang sama seperti Hanza.
(Tingkatan Energy)
Rendah
Menengah
__ADS_1
Tinggi
Master
Grend Master
Langit dan Bumi
Kuno
_____________________________________________
Jadi seberapa Kuat Hanza? bukan lagi Gunung besar yang bisa Hanza hancurkan. Gunung Himalaya yang super duper besar bisa Hanza balik hanya dengan sedikit usaha.
Tapi disini Hanza sudah agak kerepotan dengan kedua Wanita nya, mereka berpura-pura kelelahan biar bisa numpang ketubuh Hanza. Nisa berada di depan menempel ketubuh Hanza seperti Koala, dan Nisa berada di belakang memeluk Leher Hanza.
"Heyyyy kita belum tiga puluh menit terbang, kenapa kalian berdua sudah kelelahan?." Hanza sudah tidak tahan lagi untuk menanyakan pertanyaan nya itu.
"Hehehe.... disini lebih enak." Jawab Nisa sambil mengusapkan mukanya ke dada Hanza.
"Disini juga enak." Jawab Ani mengusapkan pipinya ke pipi Hanza.
Hanza hanya bisa menatap kedua wanitanya dengan tatapan Saitama, tatapan Saitama kayak ikan asin kalau menurut orang-orang. Hanya bisa pasrah, Hanza melanjutkan perjalananya ke arah Utara sambil membuntuti Joko, karena hanya Joko saja yang tau tempat perkumpulan tersebut.
Salama perjalanan, Hanza dapat melihat lelautan biru tua yang membantang jauh ke sekelilingnya, seperti lautan itu tidak ada ujungnya, hanya sebuah warna biru tua yang selalu di dapat dari pandangan Hanza. Sementara di depan Hanza ada Joko yang sedang mengotak-ngatik sebuah Plat kayu dengan tulisan Kuno di Plat itu.
__ADS_1
Hanza tidak tau apa yang sedang di lakukan Kakek nya, tapi yang pasti. Plat itu seperti terhubung dengan Hanza, hanya Hanza yang bisa merasakan nya. Plat kayu yang di pegng Joko sebenarnya milik Abimanyu, jadi Hanza bisa merasakan ada sebuah hubungan antara dirinya dengan Plat kayu tersebut.
Author: Hahahaha.... akhirnya bisa di kontrak ni Novel, sebenarnya saya tidak Update itu menunggu kabar dari pihak NT tentang pengajuan Kontrak Novel saya, dan hasilnya di terima!. Jadi saya sebisa mungkin akan Update 2 Ch per hari atau mungkin bisa lebih. Saya juga minta maaf selama 3 hari ini tidak bisa Update 🙏