
Hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai ke Pulau Semanta, hanya saja Pulau itu terlihat seperti Rerumputan hijau kayak lapangan sepak bola, yang membentang ke seluruh pulau Semanta Itu. Lebih mengejutkan nya lagi adalah ada sebuah Lantai yang terbuat dari Besi? Baja? Beton? pokoknya lantai itu terlihat seperti ketiga opsi diatas.
Dan ada Energy pertahanan di dalam Lantai berbentuk Persegi itu, besarnya sendiri sebesar setengah Pulau Semanta ini, dan pulau semanta juga sangat besar. Mungkin sebesar Kota Blitar, atau lebih.
Pokoknya sangat besar, karena Hanza penasaran dengan lantainya, setelah mendarat di atas lantai itu. Hanza langsung mengecek apa yang bisa dilakukan Lantai hitam, sehabis memeriksanya, Hanza mendapati kalau Lantai ini terbuat dari Baja yang di aliri Energy Bumi yang memfokuskan pertahanan Lantai.(menurut angapan pribadi Hanza saja)
"Apa kamu penasaran dengan lantai nya?." Joko bertanya ke Hanza.
"Benar Kakek." Balas Hanza, meskipun ia sudah tau apa fungsi dari Lantai besar yang berwarna hitam ini.
"Lantai ini adalah sebuah Baja yang di aliri Energy Bumi, dan kenapa bisa di buat sebesar ini karena nanti saat perterungan antara Orang-orang pengguna Energy tidak akan menimbulkan kerusakan yang parah. Jadi caramencegahnya yaaaa dibuat semacam ini biar lebih Fleksibel." Joko menerangkan sembari menghentakan kaki nya di lantai itu.
Bommmmm*
Terjadilah ledakan di Lantai yang di injak Joko, dan membuat Lantai itu memiliki bekas retakan berdiameter 10Cm."Kecilkan dampaknya? ini pun aku sudah mengunakan 10% kekuatanku." Ucap Joko dan mulai berjalan ke depan.
"Banar, ini adalah maha karya yang sangat fantastis." Ucap Hanza dan juga ingin menginjakkan kaki nya di lantai itu.
Bommmmmmmmmm*
Terjadilah ledakan yang sangat besar, meskipun debu tidak ada di Lantai, saat ini disekitar Hanza ada asap putih yang mengepul di sekitar tubuhnya."Bukan kah ini sangat menakjubkan!." Seru Hanza yang melihat ke bawah tempat Kakinya menginjak Lantai tadi.
Dampak dari Injakan Hanza sangat besar, dengan dalam cekungan 30Cm dan lebar dari kerusakan yang ratak selebar 80Cm. Bukan kah itu sangat fantastis? Hanza hanya menggunakan 2% Kekuatanya, hanya butuh 2% untuk membuat kerusakan yang mengerikan itu di lantai yang terdapat sebuah Energy pertahanan.
Untuk Ani dan Nisa berada di belakang Hanza, setelah melihat Pria mereka/Hanza mengetes lantai, langsung saja mereka berdua memeluk Tangan Hanza. Masing-masing satu orang satu tanga, kalau lebih malah Serem nanti.
Hanza pun langsung mengejar Kakek nya yang sudah agak jauhan di dapan sana, setelah Hanza sampai di tempat Kakek nya yang ternyata disana juga sudah ada banyak orang. Hanza langsung berdiri di samping Joko.
"Kakek apa mereka yang akan mengikuti Turnamen ini?." Hanza bertanya sambil melihat kesekitar yang sudah banyak kerumunan orang dan segerombolan orang di sekitar membentuk sebuah lingkaran/ditengah terdapat Ruangan berbentuk lingkaran.
__ADS_1
"Benar, mungkin sebagian orang saja dan sebagian nya lagi hanya melihat-lihat pertrungan yang akan terjadi nanti." Balas Joko sambil mengangguk.
"Aku pernah mengikuti Turnamen Beladiri ini, tapi tempatnya bukan disini." Nisa tiba-tiba berbicara tentang ia pernah mengikuti Turnamen.
"Pasti kamu kalah." Balas Ani dengan menutup mulutnya menggunakan tangan kanan(Mode Milf di aktifkan.)
"Heyyyyy aku yang menang! sementara musuh ku menangis dengan kerasnya!" Nisa membentah ucapan Ani yang mengatakan kalau dirinya kalah saat bertarung.
Dan akhirnya kedua wanita itu saling mengejek dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulut mereka, Hanza hanya melihat kedua wanitanya saling adu mulut, karena sudah tidak tahan lagi. Hanza langsung menepuk bahu Ani dan Nisa, seketika mereka langsung diam seribu bahasa.
"Sudah lah, jangan ribut terus. Acara nya akan segera dimulai." Ucap Hanza sambil memeluk pingan Ani dan Nisa, mereka berdua langsung tersipu malu meskipun sudah melakukan begituan, hanya saja sekarang ini kondisi tempat yang sangat ramai membuat mereka malu-malu layaknya gadis remaja yang sedang di beri Coklat oleh Pria kesayangan nya.
Benar juga apa perkataan Hanza tak lama kemudian ada seseorang yang maju ke tengah-tengah lingkaran, dan ia langsung berteriak atau mungkin mengunakan Energy untuk mengeraskan Volume ucapanya.
"Saya Grita! ingin mencoba kebolehan saya disini! mohon untuk Para Orang-orang yang ada disini bersedia beradu Ilmu dengan saya!." Teriak orang itu yang bernama Grita.
Swossshhhhh*
"Saya dari Keluarga Cang menerima Tantangan anda." Jawab Pria tua ini dengan dalih nya yang membawa nama Keluarga.
"Sebuah kehormatan bisa beradu Ilmu dengan Senior!." Balas Grita dengan salam ala saat mau adu jotos di persilatan,(gw gk tau namanya gimana.)
"Hmmmm." Hanya jawaban deheman saat menanggapi salam dari Grita.
"Bisakah ini langsung dimulai?." Lanjut Pria tua ini dan mundur beberapa langkah ke belakang.
Grita juga melakukan apa yang dilakukan Pria Tua itu, saat sudah berjarak 10M. Mereka berdua langsung mengeluarkan Aura masing-masing, dan *Bommmm* Aura kedua belah pihak saling bertabrakan, kayak Haki Raja di An*me On* Pie*e yang saling beradu.
Bagi para Orang-orang yang tidak kuat dengan aura kedua orang yang sedang beradu itu langsung mundur untuk menjaga kesadaran mereka. Hanya orang-orang kuat saja yang masih diam di posisi berdiri mereka.
__ADS_1
"Hmmmm.... anak muda itu sungguh sesuatu." Joko tiba-tiba mengucapkan kata-kata memuji.
"Yup benar sekali, bukan kah dia sedang menahan diri." Hanza juga menanggapi ucapan Joko dan memberi tau kalau Pemuda yang bernama Grita itu sedang menahan diri.
"Kasihan sekali Pria tua Bau tanah itu." Ucap Ani dan Nisa secara bersamaan, tampa di duga ucapan mereka membuat orang di sampingnya langsung sakit hati.
"Ukhhhh..... dasar anak muda, hanya karena mereka masih muda saja, langsung menganggap yang tua bau tanah." Batin Joko sambil menahan sakit hatinya, meskipun Ani dan Nisa tidak langsung mengutarakan ucapan mereka ke Joko. Tapi yang pasti ucapan itu mengandung arti yang mendalam bagi kondisi Joko sekarang ini.
Kembali ke pertarungan yang tidak seimbang itu, meskipun hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya. Tetap saja pertarungan mereka tidak seimbang.
"Rasakan ini anak Muda." Ucap Pria tua melesat dengan cepatnya menuju ke Grita yang dari tadi masih mengeluarkan aura nya.
Grita langsung mempersiapkan pertahan dengan kedua tangan menyilang, *Bommmmmm* Pukulan Pria Tua mendarat dengan sempurna di tengah-tengah titik silang pertahanan Grita, dengan cepatnya angin di sekitar langsung mengamuk.
"Akan kubalas seranganmu Senior." Ucap Grita mengayunkan tangan nya menuju pinggang kanan Pria Tua itu.
*Bammmmm*
Ayunan tangan Grita mengenai pinggang lawan dengan sempurna, dan itu menyebabkan tubuh Pria Tua melesat ke kiri dengan cepatnya. Ingat kalau lantai yang menjadi ajang perterungan saat ini terbuat dari bahan khusus, jadi Pria tua itu layaknya bola bekel yang sedang memantul kesana kemari, tetapi tubuh pria tua yang memantul itu lurus dan tidak berubah arah.
"Guhak*." Langsung saja Pria tua ini memuntahkan seteguk darah merah setelah berhenti memantul di lantai.
"Apa-apaan itu!." Batin Pria tua ini kaget sejadi-jadinya dengan tubuh bergetar hebat sembari mengecek ke pinggang yang terkena serangan tadi, hasilnya pun tulang rusuk nya patah sebagian.
"Apa dia menyembunyikan kekuatanya!?." Lanjut batin Pria tua ini dan langsung menatap Grita yang sedang tersenyum ke arah dirinya.
"A-aku me-menyerah!." Teriak pria tua ini sangat keras.
Hanya butuh satu kali pukulan/ayunan tangan untuk mengalahkan Pria tua itu dan semua tindakan Grita membuat para Monster tua diasana tertarik dengan Grita. Turnamen yang sedang di adakan sekarang bisa menjadi tempat untuk menaikan derajat dan membuat Monster tua tertarik dengan pertarungan yang akan dilakukan kontestan nanti.
__ADS_1
Author: sudah sampai disini aja dulu. Kalau soal Update nya nanti sesudah saya pulang Sekolah dan sehabis Magrip atau Isyak. Terimaksih bagi pembaca yang sudah memberikan Like ataupun Vote dan saran ke Novel saya, dengan adanya semua itu saya akan tambah rajin Update Ch baru. Dan Satu kalilagi, kalau ada yang Typo mohon di maklumi, sebenarnya saya sudah membaca tulisan saya sendiri sambil membenarkan kata-kata yang Typo. Kalau masih ada Typonya, ya di maklumi saja ya Hehehehe:v