System Kekayaan!

System Kekayaan!
Jalan-Jalan


__ADS_3

Tak jauh dari Villa Hanza ada sebuah pohon Beringin besar yang begitu mendominasi ketika di lihat dari bawah pohon itu sendiri. Ada seseorang yang sedang duduk bersila tepat diakar Pohon Beringin itu, tubuhnya tampak tenang dan tidak terganggu oleh aktifitas hewan-hewan disekitatnya.


Angin sepoi-sepoi pagi hari menerbangkan rambut Hitam panjangnya, terlihat kalau wajah dari orang itu sangat tampan Bak Dewa. Perlahan-lahan ia membuka matanya dan memandang lurus kedepan, melihat kesekitar area tempat itu yang begutu asri ia menutup mata nya kembali.


Ketenangan yang ia tunjukkan sangat berarti seperti lingkungan di sekitar tubuhnya, tidak ada gangguan aktifitas orang selain Binatang. "Sungguh pagi hari yang sangat tenang." Ucap Orang ini.


Setelah ia mengucapkan kata-kata ketenangan, tiba-tiba saja ada orang yang berteriak. "Sayang! kamu dimana!." Teriak seorang wanita yang tak jauh dari tempat meditasi pria ini.


Munculah tanda centang di dahi Orang yang ada di bawah pohon beringin. "Hahhhhhhh.... ketenangan yang kuinginkan di pagi hari ternyata sirna begitu saja dalam sekejab mata." Ucap Orang ini yang tak lian adalah Hanza.


Setelah beberapa Menit kemudian munculah wanita yang berteriak tadi, dan wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Nisa si pencari masalah. "Sayang kamu ada disini." Kata Nisa langsung melompat ke Hanza dan mendekap tubuh Hanza ketika ia sampai disana.


Sekali lagi Hanza menghela nafas sendu, bagaimana bisa ia ditemukan begitu cepatnya. "Ada apa?." Hanza bertanya.


Nisa mendongakkan kepala nya dan menatap Mata Hanza. "Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin di manja~." Ucap Nisa dan kata-kata yang muncul di mulutnya membuat kening Hanza mengkerut.


Sambil menggelengkan kapala Hanza menatap tubuh Nisa yang hanya menggunakan pakaian feminim. "Kenapa kamu memakai pakaian begini ketika keluar? nanti masuk angin lho." Ucap Hanza bertanya ke Nisa karena sekarang ini masih pagi, jadi udara disekitar sangat dingin apa lagi mereka sekarang berada di Hutan.


Nisa terkekeh keitka mendengar ucapan Hanza. "Aku tidak akan terkena Flu, kalau kamu memelukku." Ucap Nisa menggosokkan Pipinya kemuka Hanza. "Maukan?."


Seeekali lagi Hanza menghela Nafas dan mulai mememuk tubuh mungil Nisa, tidak masalah dalam beberapa aspek ketika mereka berpelukan. Tapi saat ini mereka berada di dalam Hutan, orang-orang +62 kalau berada di Hutan pastinya sedang ehem-ehem yang tentunya dengan lelawan jenis, bukan sesama jenis, pelangi namanya kalau sesama jenis.


Tak lama kemudian Hanza sadar kalau ia akan melakukan latihan untuk menyesuwaikan kekuatan besar yang ada di dalam tububnya. Melihat ke Nisa Hanza tak tega untuk melepaskan pelukanya, karena melihat Nisa yang begitu nyamanya di pelukan dirinya.


Karena insting wanita itu kuat saat Hanza menatap nya, Nisa langsung mendongak kan kepala dan menatap mata Hanza. "Mau cium?." Kata-kata Nisa yang memang selalu blak-blakkan dalam kata-kata nya.


Belum juga Hanza menjawab ucapan Nisa, tiba-tiba saja bibirnya sudah disambar duluan sama Nisa. Bukan hanya ciuman yang saling menempelkan bibir, Nisa juga memasukkan lidahnya kedalam Mulut Hanza dan langsung memulai penjelajahan di dalam sana.

__ADS_1


Hanza mengikuti irama permainan Nisa karena ia juga menikmati ciuaman itu sekali-kali ciuman sesaat juga enak kan?.


Satu jam kemudian, ternyata mereka berciuman selama itu, nafas Nisa sudah memburu sementara Hanza masih baik-baik saja tapi mukanya sudah merona merah muda, agak terangsang.


Nisa mulai meraba Pusaka Hanza, sebelum hal yang tidak-tidak Hanza langsung menghentikan Nisa karena ia belum mau begituan. Ngambek lah jadinya dan itu merepotkan Hanza karena saat Nisa ngambek ia bakalan sulit diajak bicara.


Akhirnya Hanza memperbolehkan Nisa untuk berbuat sesukanya, adegan panas berlangsung satu jam lamanya sampai-sampai Nisa pingsan tak berdaya di pelukan Hanza. "Hahhhhhhhh main sendiri jadinya pingsan kan." Ucap Hanza sambil membersihkan cairan lengket milik Nisa yang saat melakukan ehem-ehem cairanya selalu keluar.


Setelah sekiranya bersih Hanza memakaikan pakiaan milik Nisa terlebih dahulu karena hari sudah menunjukkan jam 10 siang. Hanza saat ini sudah menjadi kaya kembali karena semua asetnya sudah mencairkan uang yang sangat banyak.


Apalagi seluruh Aset Hanza ada di Sabang sampai Merauke, semua properti Hanza dijadikan beberapa perusahaan lainya seperti perhotelan, Kariwisata, Taman, Pasar, Karaoke, Tempat Prostisusi yang sudah disetujui oleh departemen itu Dll.


Jadilah Hanza si Orang terkaya di seluruh Indonesia, #BUKANMAEN.


Kalau Hanza mau menjadi orang terkaya diseluruh Dunia ia harus melewati masa beberapa Tahun lagi biar dapet gelar itu, karena belum ada pemasukan setelah seminggu lalu. Hikari juga belum memberi Hanza misi jadinya Hanza santai-santi saja saat ini.


Selama berjalan, Hanza selalu menemui beberapa Wanita yang selalu memandanginya penuh ***** dan juga tatapan mereka seperti Hewan buas yang sudah menemukan Mangsa mereka tinggal terkam sudah membuat perut mereka kenyang.


Hanza selalu merasakan jijik saat ia dipandang begitu, karena pandangan mereka tidak mengenakkan. Dan itu semua juga salah dirinya karena tidak menyamar dulu saat keluar Rumah jadinya Hanza membuat wajah dingin biar tidak ada yang mendekatinya.


Taklama kemudian Hanza sudah sampai di restoran bintang lima yang terletak sangat jauh dari Villa, Hanza tak sadar kalau dirinya sudah sangat lama berjalan menelusuri jalan yang ia pandang dari tadi. Untung ada restoran Hanza tak perlu pulang untuk mengisi perutnya.


Pertama Hanza memasuki restoran itu tapi ia dihadang oleh penjaga disana, karena mereka melihat kalau Hanza berjalaln kaki, mestinya Hanza adalah orang miskin di pandangan penjaga itu. Tapi ada seorang wanita yang mengaku kalau Hanza adalah kenalanya dan ahirnya Hanza di perbolehkan masuk.


Wanita yang menolong Hanza umurnya tak jauh berbeda dengan Ani tapi ia agak lebih Muda. "Nahhhhh duduklah mas?." Ucap Wanita ini sekakan tau dengan raut wajah wanita didepanya. "Hanza." Ucap Hanza.


Sambil tersenyum. "Mas Hanza mau ma-." Sebelum mengakhiri ucapanya.

__ADS_1


Hanza menggelengkan kepala. "Panggil saja Hanza." Ucap Hanza yang masih menampilkan wajah dingin.


Kembali tersenyun wanita ini melanjutkan ucapanya tadi. "Kamu mau makan apa Hanza? owhhhhh dan juga perkenalkan nama ku Angel." Angel memperkenalkan dirinya dan menawarkan Hanza makan.


Sesaat Hanza memandang ke wajah Angel tapi tak lama kemudian Hanza mengambil menu makanan yang sudah di bawa pelayan. "Aku mau ini, ini, ini dan ini kalua minumanya ini saja." Ucap Hanza kepada pelayan itu.


"Baik Tuan."


Angel tersenyum pahit ketika ia di cuekin sama Hanza dan ia memilih memesan makan juga. "Rumah mu dimana?." Angel bertanya.


Hanza memandang ke arah Angel. "Tidak kubawa, berat." Jawab Hanza bercanda.


Tanda centang muncul di kening Angel. "Hahahahaha...." Angel tertawa meskipun ia ingin marah tapi ia tahan.


Angel masih penasaran dengan Hanza karena penampilan Hanza yang spektakuler ini masa dari keluarga Biasa saja kan aneh? apalagi rambut panjang Hanza yang membuat kemisteriusan nya lebih dalam lagi.


Mau tak mau Angel harus bertanya lagi. "Hanza apa kamu dari keluarga Awekend?." Tanya Angel karena ia menyimpulkan kalau Hanza dari keluarga Awekend karena rambut panjang adalah ciri-ciri keluarga Awekend.


Hanza memandang Angel sebentar dan ia mengangguk sebagai jawaban, kenapa juga harus ditutpi kalau Hanza dari kreluarga Awekend?. Angel juga menganggukkan kepala karena ia juga dari keluarga Awkend, itulah sebabnya penjaga tadi sangat hormat kepada wanita di depan Hanza saat ini.


Sudah bukan lagi sebuah rahasia kalau Di Bumi ini masih ada hal yang diluar imajinasi, itulah sebabnya banyak orang mati-matian untuk berlatih biar bisa menjadi Awekend. Meskipun mereka berlatih sangat keras Bakat mereka yang menghalangi latihan mereka.


Mangkanya ada sebuah Akademi Awekend yang bertujuan untuk memilih Bakat-bakat yang bisa menjadi Awekend nantinya. Semua hal yang Merahasiakan Awekend terbongkar ketika Sekte Blood Evil menyerang Benua Eropa dan sekarang Keluarga Awekend tidak perlu lagi bersembunyi.


Toh Dunia sudah tau kalau Manusia super memang ada di Dunia nyata mereka dan bukan lagi di Imajinasi belaka.


Author: ok teman2 ku sekalian kalau nanti tidak ada halangan saya akan Update satu kali lagi, sekian.

__ADS_1


__ADS_2