
"Ini," ucap wanita itu mengambil bajubkaos Fiqan lalu menyerahkannya kepada Fiqan.
Fiqan segera memakainya agar tidak ada lagi yang mengejarnya.
"Mana Zacky ya, apa belum selesai memilih kaca matanya?" tanya Fiqan melihat ke dalam toko kaca mata.
"Hey! Aku di sini," teriak Zacky yang duduk santai di samping penjual minuman es jeruk peras sambil menyedot esnya.
"Ayo kita ke sana," ajak Fiqan.
"Pak es jeruknya 2," pesan Fiqan.
"Baik, tunggu sebentar," ucap bapak penjual itu mengambil beberapa jeruk lalu memerasnya.
"Panas banget, cocoknya minum yang seger-seger," ucap Zacky.
"Lalu? Sudah beli kaca matanya?" tanya Fiqan.
"Belum," jawab Zacky enteng.
"Astaga! Dari tadi ngapain aja kamu?" tanya Fiqan menepuk jidat Zacky.
"Aduh! Sakita tau," ucap Zacky.
"Sana, pergi nggak kamu sekarang, kalau nggak aku tinggalin nih," ancam Fiqan.
"Iya, iya," ucap Zacky yang terpaksa menghabiskan minumannya lalu masuk ke toko kaca mata.
"Ini minumannya Tuan," ucap bapak penjual itu menyerahkan minumannya.
"Terima kasih," ucap Fiqan menerimanya lalu memberikanya satu cup kepada wanita tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap wanita itu.
"Kamu dari tadi ngomongnya terima kasih mulu, siapa namamu?" tanya Fiqan.
"Adinda," jawab wanita itu.
"Umur?"
"21 tahun."
"Sebelum bekerja di bar, kamu kerja apa?" tanya Fiqan.
"Aku dulunya kerja di rumah makan, tapi ibuku minjam uang sama bank untuk berobat ayah, karena kerja di rumah makan gajinya kecil dan akhirnya aku di kenalkan oleh teman temannya temanku jika ada gaji mahal, tapi di sebuah bar, jadi aku setuju demi melunaskan hutang bank itu, sayangnya ayahku malah meninggal beberapa hari setelah di operasi dan sampai saat ini hutangnya belum terlunaskan," ucap Adinda sedih.
"Oh gitu ya, kalau boleh tau berapa lagi hutangnya?" tanya Fiqan.
"7 juta lagi," jawab Adinda.
Terlihat Zacky keluar dari toko tersebut menggunakan kaca matanya.
"Gimana? Ganteng nggak?" tanya Zacky menaik turunkan keningnya.
"Ganteng banget, kalo gitu bayarin donk minumannya," ucap Fiqan.
"Hm… ada maunya," ucap Zacky manyun. Zacky mengeluarkan dompetnya lalu membukanya.
"Pas banget, uangku sisa 15.000 di dompet. Nanti kita ke ATM dulu narik uang," ucap Zacky kepada Fiqan sambil mengeluarkan uangnya dari dompetnya.
"Ini pak bayarannya, terima kasih ya," ucap Zacky kepada bapak penjual.
"Iya sama-sama," angguk bapak itu tersenyum senang.
__ADS_1
Fiqan, Zacky dan Adinda masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobilnya di jalanan.
"Fiqan, kapan-kapan aku belajar naik mobil kamu ya," pinta Zacky.
"Iya, tapi tunggu aku punya mobil baru ya," ucap Fiqan tertawa.
"Yeee… kapan kamu punya mobil baru? Entar kelamaan lagi, bilang aja kalo kamu takut mobilmu lecet," ucap Zacky manyun.
"Nah itu kamu tau," jawab Fiqan tertawa.
"Hm… sungguh terlalu kamu," ucap Zacky.
"Hahaha… boleh belajar, tapi di lapangan bola tapi ya," ucap Fiqan.
"Nah gitu donk, ini baru sahabatku," ucap Fiqan menepuk-nepuk pundak Fiqan.
"Hey! Kau ingin membuatku mati?" tanya Fiqan mengambil tangan Zacky lalu membuangnya ke samping, Zacky malah cekikikan.
Fiqan langsung mengrem mendadak.
Ckiiitttt!
"Astaga! Apa yang terjadi? Kamu menabrak seseorang ya?" tanya Zacky panik.
"Bukan, tuh," ucap Fiqan memoyongkan mulutnya menunjuk ke arah ATM.
"Oh, syukurlah, aku pikir kamu menabrak, bikin jantungan aja," ucap Zacky memegang dadanya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih