
"Eh, kamu udah siap aja," ucap Zaki yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Iya kamu cepat dikit kita cari makan dulu," ucap Fiqan.
"Oke aku akan cepat selesai," jawab Zacky membuka lemari pakaiannya.
Zaki pun memakai pakaian celana jeans warna biru dan memakai kaos berwarna kuning. iya juga memakai sepatu kets warna putih dan tak lupa kacamata ya gantungkan di bajunya.
"Oke aku sudah selesai," ucap Zacky tersenyum.
Mereka pun masuk ke dalam mobil. Fiqan melajukan mobilnya menuju di salah satu penjual makanan di kaki lima.
Fiqan memberhentikan mobilnya lalu keluar dari mobil.
"Ayo makan di sini," ajak Fiqan.
"Oh kebutan sekali aku ingin makan ini, kau sangat tahu apa yang ku inginkan," ucap Zacky terkekeh.
Mereka pun duduk di kursi yang di sediakan.
"Buk, pesan baksonya dua mangkok sama es teh 2 gelas," pesan Fiqan.
"Baik, tunggu sebentar ya," ucap ibu itu menyiapkan pesanan Fiqan.
"Memangnya jam berapa janji bertemu dengan polwan itu?" tanya Zacky.
"Dia tidak bilang bertemu jam berapa, yang pasti dia ngomongnya malam, mungkin sekitar jam 19.00 malam atau jam 20.00 malam," jawab Fiqan.
Zacky mengangguk-angguk. "tapi ini sudah mendekati jam 19.00 malam," ucap Zacky melihat jam di ponselnya.
"Ini baksonya," ucap Ibu penjual tersebut meletakkan bakso di atas meja.
__ADS_1
"Terima kasih Bu," ucap Fiqan.
Fiqan dan Zacky menyantap makanannya dengan lahap.
Tring tring
Sebuah notifikasi masuk dari web kampus. Mereka pun bersamaan membuka ponselnya.
"Eh… pendaftaran seni bela dirinya sudah turun nih," ucap Zacky.
"Iya, kamu juga ikut nggak?" tanya Fiqan.
"Aku… asal kamu mengajariku, aku rasa aku bisa bertahan walau hanya babak pertama," ucap Zacky.
"Ha? Aku pikir sampai babak terakhir," ucap Fiqan manyun.
"Hehehe… aku tidak sekuat kamu Fiqan, lolos di babak awal saja itu sudah sangat bagus dari pada tidak bisa mendaftar, ini juga di tambah sebagai nilai juga," ucap Zacky.
"Meskipun begitu aku sangat ingin mencobanya," ucap Zacky bersemangat.
"Eh sudah jam 19:00, ayo kita pergi," ajak Fiqan.
"Iya," angguk Zacky menseruput kuah baksonya.
"Berapa Bu?" tanya Fiqan.
"Semuanya 40 ribu," jawab ibu tersebut.
Fiqan membuka tas Selempangnya lalu mengeluarkan uang.
"Ini bu, Ambil saja kembalinya ya," ucap Fiqan.
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya," ucap ibu itu meletakan uang itu di atas keningnya sambil berkomat-Kamit.
Ding dong
Uang Anda di kurang 100.000
Uang Anda di kurang 569.900.000
Mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil, Fiqan melajukan mobil.
Perjalanan beberapa menit, mereka pun sampai di lapangan basket tersebut.
Fiqan dan Zacky membuka pintu lapangan basket itu lalu masuk.
Duaakk!
Pintu tertutup dengan sendirinya membuat mereka berdua kaget.
"Kenapa kalian lama sekali?" tanya pemilik suara tersebut keluar dari balik pintu.
"Eh…" Fiqan dan Zacky terheran-heran karena wanita yang ada di depannya, karena mereka sama sekali tidak mengenalnya.
"Kamu… kamu, siapa kamu," ucap Zacky menunjuk ke arah wanita tersebut.
"Hey ini aku, polwan yang kalian temui di kantor polisi, oh iya sebelumnya aku belum memperkenalkan diri, namaku Stella" ucap Stella. Karena ia sangat berbeda, baju polisi yang ia pakai, ia tampak bijak dan keren, malam ini ia terlihat wanita muda yang peminim dan sangat cantik, dengan dress yang panjang selutut berwarna abu-abu, memakai anting-anting dan memakai heels yang senada dengan bajunya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1