
"Ya udah, aku pesan yang sama juga," ucap Fiqan memesan makanan lewat aplikasi.
Fiqan juga langsung membayar lewat aplikasi
Pembayaran berhasil✔
Ding dong
Uang Anda di kurang 240.000
Sisa uang Abda 190.830.000.
"Sudah aku pesan, jadi tunggu saja," ucap Fiqan.
Ia mengeluarkan laptop dari tasnya uang penuh dengan uang itu, lalu membukannya.
"Hm ada aku lebih baik mengerjakan tugas dulu," ucap Fiqan.
"Hm… kira-kira ada berita apa lagi ya di kampus?" tanya Zacky juga membuka laptopnya.
"Astaga!! Hari ini Eunhy di tembak mati oleh Alan hahaha… gadis itu sungguh laris ya," ucap Zacky tertawa.
Fiqan mengelengkan kepalanya. "Kamu ngomong kok begitu sih," ucap Fiqan.
"Ha? Habis dia tidak bisa ku dapatkan juga, apa ada pria yang cocok dengannya?" tanya Zacky mengangkat alisnya.
"Tentu saja, orang yang cocok dengannya adalah anak ceo juga," jawab Fiqan.
"Benar juga, orang seperti kita mana mungkin dia mau, tapi… kamu'kan sudah beransur-ansur kaya, siapa tau malah dia kepincut denganmu," goda Zacky menyenggol Fiqan membuat Fiqan terjatuh.
"Hey!" teriak Fiqan kembali membetulkan tempat duduknya.
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
"Paket makanan Anda sudah datang!" ucap Pengantar makanan.
"Tunggu sebentar," jawab Fiqan mengambil selembar uang di dalam tasnya berdiri lalu keluar dari kamarnya dan menuju pintu depan.
Cklek!
Pintu terbuka.
"Ini Tuan, makanan Anda," ucap sang kurir.
"Terima kasih, ini tipsnya untuk abang," ucap Fiqan menyerahkan uang tersebut kepada sang kurir.
"Wah terima kasih banyak bang," ucap kurir itu senang.
"Iya sama-sama," angguk Fiqan.
Fiqan membawa box makanan itu ke meja makan.
Ding dong
Uang Anda di kurang 100.000
Sisa uang Anda 190.730.000.
"Ayo makan!" teriak Fiqan.
"Siap, perutku juga sudah keroncongan banget nih," ucap Zacky keluar dari kamar sambil membawa laptopnya.
Fiqan mengambil mangkuk lalu meletakkan di atas piring.
__ADS_1
"Wah… baunya sangat wangi, cacing di perutku langsung berjoget-joget nih," ucap Zacky mengambil mangkok yang ada di meja lalu mengambil box yang berisi makanan lalu menumpahkan ke dalam mangkok.
Fiqan juga mengambil bagiannya di dalam box lalu menuangkan ke dalam mangkoknya.
"Sebentar, aku juga mau ambil laptopku," ucap Fiqan meninggalkan makanannya lalu menuju kamar.
Ia mengambil laptopnya dan kembali ke meja makan.
"Emang apa yang kamu kerjakan?" tanya Zacky yang sedang penasaran.
"Hm… banyaklah, apa kamu nggak ingat kita di berikan oleh buk Fika, kita harus mengerjakannya atau nilai kita di kurangi," ucap Fiqan.
"Aku nyontek sama kamu aja deh," ucap Zacky.
"Hey! Apa gunanya laptop mahal di tanganmu itu jika kau masih menyontek denganku," ucap Fiqan membulatkan matanya.
"Hm… tetap saja harus nyari," ucap Zacky prustasi.
"Ini laptop canggih, coba kamu buka dan lihat program terbarunya, bukan lihatin cewek di tembak sama cowok," ucap Fiqan.
"Jangan soklah, kemarin kamu yang lihatin ke aku kalau Eunhy di tembak sama Andrian," ucap Zacky.
"Kemaren itu aku nggak sengaja aja, aku pikir ada berita penting dari web kampus, rupanya berita biasa yang nongol," jawab Fiqan mencibir.
"Meskipun nggak penting-penting amat, setidaknya menghibur," ujar Zacky terkekeh.
"Terserahmu saja, coba lihat, ini sudah langsung ada jawabannya," ucap Fiqan mempetlihatkan layar laptopnya.
"Eh beneran? Gila! Bener-bener laptop mahal, Fitur-fiturnya juga lengkap banget lagi," ucap Zacky terkagum-kagum.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih