System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 50


__ADS_3

"Maaf Nona, kami tidak bisa memberitahu data seseorang begitu saja," ucap pegawai tersebut.


Stella mengeluarkan uang 1 juta meletakkan di atas meja tapi ia tutupi dengan tangannya.


"Segini cukup?" tanya Stella melihat ke arah pegawai itu.


"Hm… maaf Nona, tidak bisa," jawab pegawai itu menggeleng.


"Aku hanya minta kamu sebutkan saja nomor kamarnya saja, tenang saja, aku tidak akan berbuat di luar batas karena orang ini memintaku ke sana," jawab Stella mengeluarkan kembali uang satu juta dan meletakkan kembali uang itu di bawah tangannya, dan uang itu menjadi 2 juta.


Pegawai itu mencatat nomor kamar tersebut di secarik kertas lalu menyodorkan ke pada Stella.


"Bacanya terbalik," ucap Pegawai itu. Stella mengangguk mengerti.


Uang itu pun di ambil oleh pegawai itu dan diam-diam memasukkannya ke dalam saku celananya.


"Ayo," ajak Stella.


Mereka pun pergi memasuki lorong kamar tersebut.


Stella membuka tasnya lalu menyerahkan sebuah penyadap kepada Fiqan.


"Ini, aku serahkan padamu," ucap Stella. Fiqan menerimanya sambil mengangkat alisnya.


Stella memutarkan tulisan angka tersebut dan mengangguk. Mereka terus berjalan, namun tak lama beberapa menit Stella memberhentikan Fiqan dan Zacky.

__ADS_1


"Ini kamarnya," ucap Stella sambil berbisik.


Stella mencoba membuka pintu tersebut namun pintu itu terkunci.


"Haish... pake acara di kunci pula," ucap Stella kesal.


"Ya iyalah, mana ada orang membiarkan pintunya terbuka agar di lihat orang," ucap Fiqan dengan suara kecil sambil memicingkan matanya.


"Bagaimana jika kita bersandiwara?" saran Stella.


"Ha? Bagaimana?" tanya Fiqan bingung.


"Kamu gedor-gedor ini pintu dan kamu marah-marah bila selingkuhan ku ada di dalam, saat mereka membuka pintu, kamu dengan segera memasukkan alat penyadap ya ke dalam ruangannya," ucap Stella.


"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika aktingku buruk," ucap Fiqan.


"Aku tidak selingkuh, kamu jangan menuduhku sembarangan!" teriak Stella.


"Kamu yang sudah selingkuh di belakangku, dan ruangan ini pasti selingkuhan kamu, jika tidak ngapain kamu ke sini!" balas Fiqan.


"Kamu tolong percaya padaku, dia hanya teman!" teriak Stella.


"Jangan bohong, jika teman ngapain kamu ke sini!" teriak Fiqan dengan suara kencang mengatakan suaranya ke pintu agar mereka dengan sambil memukul-mukul pintu tersebut.


"Hey! Suara apa itu?" tanya seorang pria yang sedang di kelilingi oleh wanita malam.

__ADS_1


"Sebentar Tuan, saya akan melihatnya," ucap pengawal itu menuju pintu.


Cklek!


Pintu pun terbuka.


Pengawal itu keluar dari pintu tersebut. "Ada apa ini ribut-ribut?" tanya pengawal itu.


Fiqan mendekati pengawal itu karena pengawal itu berdiri pas depan pintu dan pintu itu tidak tertutup.


"Oh, kamu ya selingkuhan pacarku?" tanya Fiqan menatap tajam pengawal itu mendekati wajah pengawal itu namun tangannya di sebelahnya meletakkan penyadap yang kecil itu ke ujung pintu.


"Apa maksud kamu?" tanya pengawal itu.


"Mana mungkin aku punya selingkuhan pria seperti dia, secara kamu lebih tampan dari dia," ucap Stella.


"Hm... benar juga ya, mana mungkin kamu punya selingkuhan seperti dia, kelihatanya memang 100x lebih tampan aku dari dia, ya udah kita pergi," ucap Fiqan menarik tangan Stella untuk pergi.


Pengawal itu menatap Fiqan dan Stella lalu menutup pintu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


jangan lupa mampir juga ke karya ini, di jamin ceritanya bagus



__ADS_2