System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 36


__ADS_3

"Kamu bilang kamu nggak mau ke kantor polisi, itu merepotkan," ucap Fiqan manyun.


"Tadinya gitu, ketika aku melihat polwan cantik itu ingin rasanya aku ke kantor polisi setiap hari, lagian kamu sih, coba saja kamu setuju untuk ikut saja tadi, mungkin kartu identitas kita tidak akan di tahan," ucap Zacky.


"Hm… apa yang kau keluhkan, besok kita juga akan ke sana," ucap Fiqan menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.


Sesampainya di rumah, Fiqan dan Zacky masuk ke dalam rumah.


Mereka pun baring di kasur.


Tiba-tiba saja Fiqan terbangun di tengah malam, Fiqan melihat Zacky yang sudah tertidur lelap. Fiqan meletakkan kedua tangannya di bawah kepalanya sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Hidupku sungguh sudah berubah sekarang, tapi apa hanya aku saja yang punya system ini? Tapi apa pun itu hidupku sekarang sudah berbeda, ya sudahlah aku lebih baik kembali tidur lagi," ucap Fiqan kembali memwjamkan matanya.


Ia pun tertidur dan di dalam mimpinya, ia mengambang di ruang ke hampaan.


"Di mana aku?" tanya Fiqan melihat sekeliling yang gelap hanya sebuah cahaya yang menerangi tubunnya.


Tiba-tiba saja di sekelilingnya keluar system-system yang seperti menyalin semua data.


"Data apa ini?" tanya Fiqan mendekati system itu dan melihatnya, ternyata itu adalah data seluruh negera.


"Untuk apa semua data ini?" tanya Fiqan tak mengerti.


Data itu terus mendata.


"Apa yang terjadi?" tanya Fiqan kebingungan.


"Fiqan! Fiqan! Bangun, udah siang nih," ucap Zacky mengoyang-goyangkan tubuh Fiqan.


Fiqan langsung duduk. Perasaan baru tadi mimpi kok tiba-tiba lansung pagi aja.


"Ayo berangkat ke kantor polisi," ucap Zacky bersemangat.


"Hey! Ayolah, kita bukan langsung ke kantor polisi, tapi kuliah dulu," jawab Fiqan yang langsung berdiri dan mengambil handuknya lalu menuju kamar mandi.


Zacky memakai pakaian rapi dan terlihat keren.


"Hm... gayamu nggak tanggung-tanggung ya," ucap Fiqan melihat Zacky yang sudah bersiap-siap.


"Iya donk, siapa tau polwan cantik itu kepincut," ucap Zacky tersenyum sambil menata rambutnya di depan cermin.


"Hati-hati jika menyukai polisi, jika kau berani menyakiti hatinya kau bakalan... Dor! Dia akan menembakmu," ucap Fiqan memperagakan tangannya seperti pistol ke arah Zacky.


Zacky memutar bola matanya. "Oh ya, tapi... dia terlalu cantik membuat mata ini berkedip," ucap Zacky membayangkan hal indah.


Fiqan menarik nafas panjang. "Astaga! kau benar-benar sudah jatuh hati padanya. Terserahmu saja," ucap Fiqan menarik ujung bibirnya sambil membuka lemari pakaian.


Fiqan pun memakai pakaiannya, dia memakai jins hitam dan baju kaos berwarna putih yang menempel di tubuh kekarnya lalu memakai jaket.

__ADS_1


"Ayo berangkat," ajak Fiqan.


Mereka berdua masuk mobil dan mobil itu melaju kencang menuju kampus.


Sesampainya di kampus mereka pun keluar dari mobil.


"Wah… itu beneran mobil Fiqan?" tanya salah satu mahasiswa yang sedang lewat.


"Katanya sih iya," jawab mereka mengangguk membenarkan.


"Tidak menyangka dia terkenal paling miskin bahkan berharap kasihan para dosen untuk memberinya waktu untuk membayar uang kuliahnya dan sekarang dia malah punya mobil, kira-kira dia dapet uang dari mana?" tanya temannya.


"Jangan-jangan itu adalah hasil rampokan?" tebak temnnya yang satunya.


"Kalau dia merampok pasti sudah tertangkap," jawab temannya yang lain.


"Syuuuttt! Kalian jangan bicara mengada-ada deh, kita jangan mebicarakan sesuatu yang belum tentu kebenarannya," ujar Mahasiswa itu.


"Kita'kan cuma menebak-nebak aja," jawab temannya.


"Sudah ah," ujar mahasiswa itu.


"Oh iya, bayar uang kuliah transfer saja kali ya," ucap Fiqan.


"Yah, kenapa nggak bilang dari awal, nggak perlu repot-repot ke kantor," ucap Zacky.


"Transfer di kantin saja sambil sarapan," jawab Fiqan.


"Bude pesan Mie baksonya 2 mangkok," ucap Fiqan.


"Iya, tunggu sebentar ya," ucap pemilik kantin.


Fiqan dan Zacky pun menunggu makanan mereka sambil menstransfer uang kuliahnya.


Pengiriman berhasil✔


Ding dong


Hadiah Anda di kurang 10.000.000


Sisa uang Anda 250.030.000.


"Kamu bayar berapa?" tanya Zacky melihat ponsel Fiqan.


"Aku bayar untuk 2 semester," jawab Fiqan.


"Hm… aku bayar untuk 1 semester saja dulu," ujar Zacky kembali fokus ponselnya.


"Hm… pas kita datang ke kampus, tidak ada adegan seru, pas kita nggak dateng, ada acara seru," keluh Zacky.

__ADS_1


"Acara tembak menembak hati itu?" tanya Fiqan yang masih fokus dengan ponsepnya.


"Ya iyalah, apa hari ini akan ada acara seru untuk di tonton?" tanya Zacky mengangkat alisnya.


"Mana yang lebih seru, lihat mereka tembak menembak atau lihat polisi cantik?" tanya Fiqan menyengir.


"Astaga! Aku hampir melupakannya," ucap Zacky menepuk keningnya karena kelupaan. "Lebih baik melihat polisi cantik," ucap.Zacky terkekeh.


Tak lama kemudian makanan mereka pun sampai.


Fiqan dan Zacky menyantap makanannya dengan lahap.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang tak sengaja menyenggol tangan Fiqan yang sedang memasukkan makanan ke mulut sehingga makanan itu tumpah di jaketnya Fiqan membuat baju Fiqan kotor.


"Aku… aku minta maaf, aku nggak sengaja karena aku tadi di dorong seseorang sehingga menyenggolmu," ucap mahasiswi itu mengatup kedua tangannya memohon.


Fiqan ingin marah, tapi ia urungkan niatnya karena selain ia wanita, dia juga tidak sengaja dan di dorong pula oleh orang.


"Nggak pa-pa," jawab Fiqan datar.


"Beneran nih nggak apa-apa? jaket kamu kotor sekali, bagaimana jika aku belikan baju kaos sebagai gantinya," ucap Mahasiswi itu.


"Tidak apa-apa, aku masih pakai baju kaos kok," jawab Fiqan membuka jaketnya yang kotor tersebut.


Saat di buka, terlihatlah tubuh kekarnya, karena kaos yang ia pakai sangat tipis dan juga menempel erat di tubuhnya, sehingga terlihat otot-otot dan six pact tubuhnya.


Mahasiswi itu terbelalak sambil menutup mulutnya.


"Astaga!" ucapnya berdecak kagum.


"Kamu… ngapain di sini? Nggak pesan makanan?" tanya Fiqan, meskipun hanya betanya sebenarnya Fiqan menyuruhnya pergi.


"Eh iya, iya," anggu mahasiswi itu yang masih terpukau namun ia harus pergi memesan makanan.


Seluruh orang kantin itu juga melihat ke arah Fiqan, para mahasiswa mereka sangat iri melihat tubuh Fiqan yang waw.


Sedangkan mahasiswi mereka saling berbisik-bisik jika mereka ingin sekali menyentuh dada Fiqan.


Fiqan kembali melahap makanannya sedangkan jaket ia letak di pahanya.


"Astaga! Kamu tau nggak apa yang kamu lakukan saat ini?" tanya Zacky.


"Hm… apa?" Fiqan balik bertanya karena ia tak mengerti maksud Zacky.


"Saat kamu membuka bajumu, semua mata menjelajahi tubuhmu," ucap Zacky tertawa menutup mulutnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2