System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 65


__ADS_3

Pria itu langsung oleng, Fiqan menangkapnya lalu membawanya keluar dari semak-semak tersebut.


Pria lagi-lagi ingin melawannya, Fiqan langsung mukul pundaknya dan ia pun pingsan.


Fiqan mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Stella.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Stella.


"Di sini ada tabrak lari dan aku sudah menangkapnya, tapi orangnya sudah ku buat pingsan," ucap Fiqan.


"Kenapa kamu pingsan kan?" tanya Stella.


"Jika tidak apa menunggu aku di pingsan kan dulu?" Fiqan Balik bertanya.


"Baiklah, baiklah aku ke sana sekarang, share lokasi mu saat ini," ucap Stella yang langsung memutuskan panggilannya.


Fiqan langsung mengirim lokasi terkini.


Beberapa menit menunggu tak lama kemudian Stella dan beberapa rombongan datang.


"Ini orangnya?" tanya Stella melihat pria yang terbaring tak sadarkan diri itu.

__ADS_1


"Iya, mobilnya ada di belakang sana dan orang yang di tabrak di depan SD Dinar terang, tanya saja kepada warga di sana mereka membawa korban ke rumah sakit mana, ya sudah aku berangkat kuliah dulu," ucap Fiqan yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan Stella.


"Hey tunggu! Kamu main pergi aja! dasar nggak tanggung jawab!" teriak Stella kesal.


Namun mobil Fiqan sudah melaju jauh, mana mungkin ia mendengarnya dan juga ia tak mau dengar.


Ding Ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan uang 710.000.000


[Selamat Anda mendapatkan sebuah perusahaan saham 100% milik Anda dan di kerjakan langsung oleh oleh System, Anda cukup menikmati hasilnya]


Ding Ding


Hadiah Anda menjadi 1.700.000.000.


Mobil pun melaju kencang di jalanan sehingga membuat para pejalan kaki baju, rok mereka terbuka dan topi mereka terbang.


"Sialan! kurang ajar kamu ya! mentang-mentang mobil bagus seenaknya kamu ngebut di jalanan, kamu pikir ini jalan kakek moyangmu apa!" umpat wanita yang hanya memakai rok, tapi roknya terbuka oleh angin mobil Fiqan yang hanya terlihat CD-nya.


Tak lama kemudian, Fiqan pun sampai di kampusnya.


Zacky berlari mendekati Fiqan yang baru saja keluar dari mobil sportnya.


"Ini mobil kamu?" tanya Zacky tak menunjuk mobil di samping Fiqan.

__ADS_1


"Iya," angguk Fiqan.


"Gila! Keren banget tau, wah… aku sangat ingin menaikinya denganmu," ucap Zacky.


"Ya udah nanti pulang aku antar kamu," ucap Fiqan.


"Tapi aku datang mengunakan motor," ucap Zacky.


"Ya udah, besok aku jemput kamu ke rumah, tapi gimana kabar ayahmu?" tanya Fiqan dan mereka berjalan ke kantin.


"Sudah agak mendingan sih, tapi ya butuh perawatan juga," jawab Zacky.


"Oh baguslah jika sudah agak membaik, biarkan saja dia di rumah sakit, masalah biaya aku bantu separuhnya untuk meringankan orang tuamu," ucap Fiqan.


"Terima kasih ya Fiqan, kamu yang selalu baik denganku," ucap Zacky merasa terharu.


"Kitakan Friend, kamu jangan merasa nggak enak hati gitu dengan ku," ucap Fiqan merangkul pundak Zacky.


Sesampainya di kantin, Fiqan dan Zacky duduk di kursi yang kosong, tak sengaja seseorang menyenggol Fiqan.


"Kamu! Jalan nggak pake mata ya!" umpan gadis itu.


"Kau yang menabrak ku kau yang memarahiku, kamu memangnya terbuat dari apa sih sampai bisa-bisanya buat kesalahan lalu memarahi orang lain?" tanya Fiqan.


"Apa kamu bilang!" ucap wanita itu membelalakkan matanya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2