System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 35


__ADS_3

Ding dong


Hadiah Anda di kurang 700.000


Sisa Hadiah Anda 260.030.000.


"Micka, bilang pada Aska untuk menjaga mereka agar tidak bikin onar lagi," pesan Fiqan.


"Iya, aku akan mengatakan padanya nanti setelah dia datang," jawab Micka tersenyum


Fiqan dan Zacky masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


Micka berlari ingin melihat kepergian Fiqan dan tersenyum saat melihat buntut mobil Fiqan menjauh.


"Micka tolong angkatkan piring ini!" panggil ibunya.


"Iya bu," jawab Micka kembali menuju dapur.


"Wah… wah… Fiqan kita sudah punya pengikut sekarang, kau benar-benar keren, sebelum kamu mengajari mereka lebih baik kau mengajariku terlebih dahulu agar aku tidak malu-maluin," ucap Zacky tersenyum.


"Hm apa yang mau aku ajarkan padamu?" tanya Fiqan.


"Tentang apa saja, tinju harimau, tendangan macan tutul, salto kiri kanan dan apa saja yang kau dapatkan," ucap Zacky.


"Apa saja? Hm baiklah," angguk Fiqan.


Mobil terus melajukan mobilnya memecah di kegelapan malam.


Tiba-tiba saja sebuah mobil menabrak belakang mobil Fiqan.


Fiqan langsung memberhentikan mobilnya membuat mobil yang di belakangnya berhenti.


"Siapa ya orang menabrak mobilmu, apa dia mabuk?" tanya Zacky.


Mereka berdua pun keluar dari mobilnya dan mendekati mobil yang menabraknya.


Tok!


Tok!


Tok!


Fiqan mengetuk kaca jendela mobil tersebut namun tidak ada sahutan atau pun mereka membuka jendelanya.


"Permisi! Apa ada orang?" tanya Fiqan mengetuk kembali kaca mobil tersebut namun tidak ada jawaban.


"Apa terjadi sesuatu pada orang di dalamnya?" tanya Zacky curiga.


"Coba kita buka," ucap Fiqan.

__ADS_1


Fiqan mencoba membukannya ternyata mobil itu terkunci.


"Mobilnya terkunci, apa di buka paksa saja ya?" tanya Fiqan.


"Lalukan saja," ucap Zacky.


Dengan terpaksa Fiqan memecahkan kaca jendela mobil tersebut dan melihat ke dalam mobil tersebut ternyata orangnya terbaring di kursi pengemudi.


Fiqan membuka pintu mobil tersebut lalu memeriksa pemilik mobil tersebut.


Orang yang melihat itu mereka pun berdatangan.


"Apa yang terjadi?" tanya salah satu warga yang tadinya sedang bersantai.


"Tidak tau pak, dia tiba-tiba saja menabrak mobil kami dan ketika teman saya mengetuknya tidak ada sahutan dan mobilnya juga terkunci, jadi kami terpaksa memecahkan kaca jendela mobilnya untuk memeriksanya," jelas Zacky kepada warga tersebut agar tidak ada kesalah pahaman.


"Oh begitu ya, mari kita lihat," ucap warga itu.


"Bagaimana keadaannya Fiqan?" tanya Zacky.


"Dia sudah meninggal," jawab Fiqan.


"Apa!! Kamu serius?" tanya Zacky kaget.


Fiqan keluar dari mobil tersebut. "Iya, ada bekas luka di kepalanya denga benda keras sehingga mengakibatkan ia mengalami pendarahan, namun darah itu sudah di lap sehingga hanya menyisakan darah yang sudah mengering saja, dan juga di pedal gas mobilnya kakinya di ikat dengan pedal gas mobil dan mengikat dengan tali sepatunya sehingga mobil itu terus melaju dan pemilik mobil seolah-olah tali sepatu menyangkut di pedal gas tersebut sehingga ia bisa saja mengalami kecelakaan sehingga itu bisa menghilangkan bukti jika korban ini sudah di celakai terlebih dahulu," ucap Fiqan.


Semua orang yang ada di sana ternganga. "Apa kamu seorang detektif?" tanya salah satu warga iti kagum.


"Wah… Kau benar-benar mirip seperti detektif, bagaimana jika kau menjadi detektif saja," ucap Zacky merangkul pundak Fiqan dengan bangga.


"Aku akan telpon polisi sekarang," ucap Salah satu warga.


"Iya telpon sekarang," angguk seorang ibu-ibu setuju.


"Jadi kita gimana?" tanya Zacky.


"Jika mereka menelpon polisi kita sudah pasti di minta keterangan," jawab Fiqan menarik sudut bibirnya.


"Haish… aku pling malas berurusan dengan polisi," keluh Zacky.


"Apa boleh buat, nanti malah kita yang di curigai oleh polisi jika kita pergi sekarang," ucap Fiqan duduk di pinggir jalan.


Fiqan melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukan pukul 21:40.


Jam 21:46 mobil polisi terdengar mendekat suara serinai mobil polisi.


Polisi itu datang mendekat. "Maaf bapak ibu, saya tadi ada mendapat laporan jika di sini ada yang meninggal? Bolehlah kami tau di mana jenazahnya?" tanya polisi itu.


"Iya ada di dalam mobil," jawab salah satu warga menunjuk mobil yang berwarna hitam.

__ADS_1


"Boleh kami tahu apa ada saksinya dan lbagaimana kronologinya?" tanya seorang polisi wanita yang cantik.


"Oh dia yang lebih tau jalan ceritanya," ucap seorang ibu-ibu menunjuk ke arah Fiqan.


Polwan itu melihat ke arah Fiqan yang sedang duduk bermain ponselnya. Sedangkan Zacky terpana asmara melihat kecantikan polwan tersebut.


Polwan itu mendekati Fiqan. "Bisakah kami minta keterangan kepada Anda atas kejadian ini? Bisakah saudara ikut kami ke kantor polisi?" tanya polwan itu.


Fiqan melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 22:01.


"Hm… tapi ini sudah pukul 20 malam, kami mahasiswa yang akan berkuliah besok, jika di minta keterangan malam ini juga, jam berapa kami akan pulang? Apa tidak besok saja buk? Aku dan temanku akan ke kantor polisi setelah sepulang kuliah, bagaimana buk?" ucap Fiqan.


Polwan itu menatap memicingkan matanya melihat ke arah Fiqan. "Astaga! Aku di katakan buk oleh bocah-bocah ini, aku 'kan belum menikah," ucap Polwan itu dalam hati menatap Fiqan dengan tatapan yang tidak mengenakkan.


Polwan itu melihat jam di tangannya. "Baiklah, tapi kami minta biodata kalian terlebih dahulu, apa bisa tunjukkan kartu identitas kalian berdua?" tanya polwan itu.


"Bisa, bisa, bisa," angguk Zacky cepat.


Fiqan mengeluarkan dompetnya lalu menyerahkan KTP-nya.


Polwan itu menerima kedua kartu identitas milik Fiqan dan Zacky.


"Ini kartu identitas kalian berdua saya bawa dulu ya, karena besok kalian ke kantor polisi jadi besok saja saya berikan," ucap Polwan itu tersenyum.


"Eh, mana bisa begitu kami 'kan…" Zacky langsung menutup mulut Fiqan.


"Bawa saja, tidak apa-apa, besok kami pasti akan datang," ucap Zacky cengengesan.


"Baiklah jika begitu, kalian bisa pulang," ucap Polwan itu menyimpan kartu identitas milik Fiqan dan Zacky.


"Baik polwan cantik," goda Zacky.


Polwan itu hanya tersenyum mengangguk.


"Tapi menurut undang-undang…" Kembali Zacky menutup mulut Fiqan dan membawanya masuk ke dalam mobil dan tak lupa ia tersenyum dulu dengan polwan.


Fiqan melepaskan tangan Zacky dari mulutnya. "Hey! Yang polisi tahan itu KTP asli kita, mana boleh mereka melakukannya, kamu malah mendukungnya," ucap Fiqan manyun.


"Jangankan hanya KTP, hatiku pun jika dia minta akan aku berikan," ucap Zacky terkekeh.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


Mampir juga ke


[System kekuatan dan kekayaan]

__ADS_1


[System Miliyader]


[System super kultivasi]


__ADS_2