System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 59


__ADS_3

Stella manyun sambil melipat tangannya.


Beberapa menit kemudian, para keluarga korban datang.


"Ada apa memanggil kami malam-malam begini?" tanya Salah satu Abang dari korban pertama.


"Detektif hebat kami sudah menemukan siapa pelakunya, jadi kalian harus banyak-banyak berterima kasih padanya," ucap Stella menyengir ke arah Fiqan.


"Kau mengerjai ku ya mengatakan aku detektif hebat," ucap Fiqan memicingkan matanya.


"Aku justru memujimu Kau detektif hebat bahkan bisa memecahkan kasus meskipun korban sudah meninggal beberapa hari dan hanya menemukan bukti meski hanya sekecil debu. Jadi silakan kalian dengarkan deduksinya, selamat mendengarkan," ucap Stella tersenyum.


"Benarkah? Siapa pelakunya?" tanya salah satu keluarga korban tersebut tak sabaran.


"Tenang dulu ya buk, biar aku jelaskan, apa ini sudah termasuk dengan orang terdekatnya seperti teman atau pacarnya?" tanya Fiqan.


"Hm… belum hanya keluarga terdekatnya saja," ucap keluarga korban tersebut.


"Hm… baiklah, untuk korban pertama siapa namanya?" tanya Fiqan.


"Namanya Stella, anak perempuan kedua," jawab ibunya.


"Baiklah, kita mulai dari korban yang pertama, aku menemukan sebuah patahan sebuah kunci di celah lukanya bagian tangan, ini menandakan jika ia sedang ingin berpergian, jadi apa malam sebelum kejadian ia pergi?" tanya Fiqan.

__ADS_1


"Iya, dia izin pamit ingin pergi, katanya ia sedang ingin mengerjakan tugas kuliah bersama temannya," jawab ibunya lagi.


"Apa ibu yakin dia hanya pergi bersama temannya? Tidak bersama kekasihnya?" tanya Fiqan.


"Soalnya waktu itu yang menelpon memang adalah temannya," jawab sang ibu menyakinkan.


"Bolehkah ibu menelpon teman yang menelpon itu memintanya untuk datang," pinta Fiqan.


"Baiklah," angguk ibu itu mengambil ponsel dari tasnya lalu menelpon teman anaknya.


Tuut


Tuuut


Tuuut


"Kamu bisa datang ke rumah sakit kasih ibu sekarang nggak, di sini ada detektif yang ingin menanyai mu beberapa hal," ucap sang ibu.


"Hm… baiklah Tante, aku ke sana sekarang," ucap gadis itu. Panggilan di putuskan dan gadis itu langsung menaiki motor meticnya.


"Jadi siapa sebenar pelakunya?" tanya ibu itu kepada Fiqan.


"Kita lihat dulu apa jawaban dari teman anak ibu itu," ucap Fiqan.

__ADS_1


"Hm… baiklah," jawab ibu itu melemah.


Tak berapa lama, gadis itu sampai di rumah sakit kasih ibu, ia pun masuk ke dalam. Berkat bimbingan dari penjaga rumah sakit, gadis itu sampai di tempat perkumpulan tersebut.


"Tante," lirih gadis itu.


"Yumi, sini," panggil ibu itu memintanya mendekat.


"Ini adalah teman anak saya, namanya Yumi," ucap ibu itu memperkenalkan diri.


"Baiklah Yumi, langsung saja, apa benar sebelum malam kejadian kamu yang menelpon?" tanya Fiqan.


"Hm… iya," angguk Yumi.


"Ingin kemana kalian malam itu?" tanya Fiqan mengintrogasi.


"Sebenarnya malam itu kami ingin jalan-jalan saja, jadi aku menelpon Syela, saat di perjalanan ia di telpon oleh seseorang dan ia pun memutuskan untuk pergi, Syela menyuruhku untuk pulang terlebih dahulu, aku sangat penasaran dan ingin mengikutinya, ia sangat marah dan tetap memaksaku untuk pulang, ya sudah aku pulang, aku sama sekali tidak tau siapa yang ingin dia temui," ucap Yumi menjelaskan.


"Apa kamu tau ini punya siapa?" tanya Fiqan menunjukkan sebuah kunci patah. "Mungkin kamu mengenalinya," ucap Fiqan.


"Ini…" Yumi mengambil kunci tersebut lalu membolak balik kunci tersebut.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2