System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 43


__ADS_3

Fiqan mengangguk-angguk.


"Baiklah, aku mau menu di sini ya makanan seperti biasa saja, mie goreng, mie rebus, burger dan KFC," ucap Fiqan.


"Baik Tuan, saya hari ini akan mencari koki untuk membuat makanan ini, untuk minumannya apa saja?" tanya Jef.


"Minuman itu kamu pilihlah sendiri, apa yang menurutmu enak," ucap Fiqan.


"Baik Tuan saya akan lakukan apa yang Tuan minta," ucap Jef.


"Terima kasih ya Jef," ucap Fiqan menepuk bahu Jef.


"Sama-sama Tuan," angguk Jef.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu, besok aku akan ke sini lagi," ucap Fiqan.


"Baik Tuan," angguk Jef.


Fiqan dan Zacky kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


"Kita cari makan dulu," ajak Fiqan.


"Kenapa nggak makan di cafe mu saja?" tanya Zacky.


"Di sana belum ada apa-apa untuk di makan, apa kamu mau makan kursi di sana," ucap Fiqan.


"Hehehe… bilang donk kalau di sana belum ada bahan makanan," ucap Zacky menyengir.


Fiqan pun memberhentikan mobilnya di salah satu restoran.


"Ayo, kita makan di sini," ajak Fiqan.


"Mantap nih," jawab Zacky bersemangat.


Mereka pun masuk ke dalam restoran tersebut.


"Selamat datang para Tuan, silakan duduk," ucap pegawai itu yang terus melihat tubuh Fiqan.

__ADS_1


"Terima kasih," angguk Fiqan.


"Silakan duduk Tuan, Anda mau pesan apa?" tanya pegawai itu memberikan buku menunya.


Fiqan menerima buku tersebut lalu memilih makanannya.


"Aku mau ini, ini, ini dan ini, masing-masing dua porsi," ucap Fiqan.


"Baik Tuan, harap tunggu sebentar," ucap pegawai itu tersenyum lalu pergi meninggalkan meja Fiqan.


Fiqan mengeluarkan ponselnya karena ada pesan masuk.


Fiqan membukanya lalu membacanya.


"Hay"


"Eh siapa ini?" tanya Fiqan heran karena tidak ada namanya.


"Fiqan ini aku, katanya kamu ingin mengirimkan fotonya, aku sudah menunggunya dari tadi."


"Astaga," ucap Fiqan baru ia ingat sesuatu, nomor wanita itu memang ia simpan tapi tidak ia buat namanya.


Pesan gambar terkirim✔️


Fiqan pun mengirim pesan. "Maaf, aku lupa."


"Tidak apa-apa, terima kasih."


"Ini makanannya sudah selesai, silakan di nikmati," ucap pegawai itu meletakkan makanannya di atas meja.


"Terima kasih manis," goda Zacky.


Pegawai itu mengangguk lalu tersenyum. Ia pun kembali ke dapur untuk membawakan makanan untuk meja yang lain.


Fiqan menyimpan ponselnya lalu melahap makanannya.


"Eh Fiqan, pria itu sangat aneh," ucap Zacky menunjuk pria dengan pakaian jas hitam lengkap. Pria itu layaknya seorang Tuan besar dengan beberapa pengawal.

__ADS_1


"Hm… tentu saja mereka orang besar dengan pengawalnya," jawab Fiqan yang tidak terlalu mempedulikannya sambil mengunyah makanannya.


Tiba-tiba saja Zacky terlihat gemetaran.


"Ada apa?" tanya Fiqan.


Zacky memegang tangan Fiqan sambil menelan air liurnya.


"Tidak apa-apa, lanjut makanannya," ucap Zacky menyantap makanannya dengan cepat.


"Ada apa dengan bayi ini? Nggak biasanya dia seperti ini?" tanya Fiqan menatap Zacky aneh.


"Untuk apa menatapku, ayo cepat makan dan kita tinggalkan tempat ini," ucap Zacky.


Meskipun terasa aneh Fiqan mengikuti kemauan Zacky.


Fiqan menghabiskan makanannya dengan cepat.


Perhatian!


Perhatian!


Ada bahaya!


Ada bahaya!


"Eh apa yang terjadi?" tanya Fiqan yang langsung berdiri.


Duuaaarrrr!


Duaaarrrr!!!


Terdengar ledakan dari arah dapur, semua orang yang ada di sana panik. Sedangkan para pria yang memakai jas hitam itu tampak tenang keluar dari restoran tersebut.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2