
"Dengan siapa bayarnya buk?" tanya salah satu mahasiswa.
"Sama saya saja," ucap dosen itu.
"Buk, saya tidak punya uang tunai, bisakah saya minta rekeningnya?" tanya Fiqan.
"Oh ada ini," ucap ibu tersebut menyerahkan selembar kertas dengan tulisan turut berduka cita, di sana juga ada nomor rekeningnya untuk mengirimkan santunan untuk meringankan beban yang di tinggalkan.
Fiqan mengangguk-angguk. Ia kembali ke tempat duduk ya lalu meng-trasfer uangnya.
Ding Ding
Pengiriman berhasil ✔️
uang Anda di potong 20.800.000
Sisa uang Anda 1.660.000.000.
Para mahasiswa menyerahkan uangnya kepada dosen tersebut.
"Fiqan apa kamu sudah mengirimnya?" tanya dosen itu.
"Sudah buk," angguk Fiqan.
"Berapa yang kamu kirim?" tanya Dosen itu penasaran.
"Hm… rahasia donk buk, nanti jika saya sebut nominalnya nanti di Katai pamer," ucap Fiqan.
"Terserah kamu saja, mari kita lanjutkan pembagian materi hari ini," ucap dosen itu memegang spidol.
__ADS_1
Triring
Triring
Triring
Ponsel milik dosen itu berbunyi.
"Tunggu sebentar ya, saya angkat telpon dulu," ucap dosen melihat ponselnya dan keluar.
"Halo ada apa Lena?" tanya dosen itu.
"Buk ini banyak sekali uang yang masuk di rekening saya, siapa yang mengirimnya?" tanya gadis yang bernama Lena.
"Kan di sana ada nama pengirimannya nggak?" tanya dosen itu.
"Namanya Fiqan, apa ada seseorang yang salah kirim?" tanya Lena.
"20 juta lebih," jawab Lena.
""Astaga! Sebanyak itu? Enggak salah kirim, dia ada salah salah satu mahasiswa di ruangan saya, tadi dia memang meminta nomor rekeningnya dan ia sudah mengirimnya, itu rezeki kamu Nak," ucap dosen itu.
"Terima kasih buk, besok saya akan berterima kasih langsung dengannya, kira-kira Fiqan itu yang mana ya?" tanya Lena.
"Ah masa kamu nggak tau, dia itu anak orang miskin tapi tiba-tiba mendadak kaya itu," jawab dosen mengingatkan.
"Oh dia ya, aku cuma kenal wajahnya tapi tidak tau namanya, baiklah buk besok aku akan datang dan berterima kasih langsung dengannya, jika gi aku permisi dulu, selamat pagi," ucap Lena.
"Selamat pagi." Dosen itu pun memutuskan panggilannya.
__ADS_1
"Astaga! Sebanyak itu dia mengirim kepada Lena, apa duitnya yang terlalu banyak, apa dia iba atau dia salah transfer?" pikir dosen itu.
Dosen itu kembali masuk ke dalam ruangan sambil melihat ke arah Fiqan yang sedang menscroll ponselnya.
"Apa dia tidak sadar jika dia sudah mengirim banyak uang kepada Lena? Coba aku Pastikan kembali," ucap dosen itu.
"Fiqan, kamu tidak salah mengirim nominal angka saat pengiriman uangnya kan?" tanya dosen itu yang sudah terlanjur penasaran.
"Tidak," jawab Fiqan menggeleng.
"Coba kamu lihat lagi, nanti kamu nyesel dan nggak iklan," ingat dosen itu.
"Tidak, aku sudah menyakinkan dan mengikhlaskannya, yang aku kirim segitu ya segitu," ucap Fiqan.
"Baiklah jika kamu sudah ikhlas, ya sudah, mari kita lanjutkan pembelajaran hari ini," ucap dosen itu.
"Hm… apa yang salah dengan pengiriman ku? Apa terlalu banyak begitu ya," ucap Fiqan dalam hati.
Ding Ding
[Anda mendapat penambahan uang dari perusahan]
Uang Anda di tambah 40.000.000
Uang Anda menjadi 1.700.000.000
"Eh, perasaan baru tadi pagi aku mendapatkan saham itu, dan ini baru beberapa jam sudah masuk, apa sudah ada untungnya?" tanya Fiqan dalam hati.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih