
Fiqan menghindarinya lalu menendang pergelangan tangan pria itu hingga senjata tajamnya terlepas dari tangannya.
Sedangkan yang satunya lagi juga mengibaskan senjata tajamnya, Fiqan menangkap tangannya lalu mematahkan pergelengan tangannya.
"Aaaaaaahh!!" teriak pria itu memegang tangannya yang kesakitan.
Melihat temannya yang ke sakitan, Temannya yang satunya itu kembali mengibaskan senjata tajamnya, Fiqan menendang pria itu hingga ia terpental, Fiqan menarik bajunya lalu meninju wajahnya dan pingsan.
Melihat ketiga anak buahnya yang sudah KO, bos tersebut ingin melarikan diri, namun Fiqan mengejarnya. Siapa sangka rupanya bos tersebut mempunyai senjata api lalu mengarahkan senjatanya ke arah Fiqan.
"Berhenti kamu di sana atau aku akan menembakmu," ucap bos itu menodongkan senjatanya ke arah Fiqan.
"Sial! Saat ini aku hanya kebal terhadap senjata tajam, bagaimana aku menaklukkannya jika dia punya senjata api?" keluh Fiqan dalam hati.
Fiqan melihat ke kiri dan ke kanan mencari akal. Yang terlihat di sampingnya ada sebuah galon kosong, Fiqan berlari ke arah galon tersebut lalu mengambil dan melemparnya ke arah bos tersebut.
Bos itu kaget dan menembak galon tersebut, dari arah depan Fiqan langsung menendang bos tersebut hingga ia terjungkang ke belakang, lalu Fiqan memegang pergelangan tangan bos tersebut.
__ADS_1
Dor!
Sebuah tembakan ke arah langit oleh bos tersebut membuat orang-orang yang mendengarnya ketakutan dan berlarian untuk menyelamatkan diri.
Fiqan berusaha merebut senjata tersebut namun kembali bos itu menembaknya
Dor!
Sebuah tembakan itu mengarah ke salah satu warung warga di sekitar sana, Fiqan menekan kuat tangan bos tersebut dan bos itu dengan sekuat mengarahkan senjata apinya ke arah Fiqan, dan Fiqan pun sekuat tenaga mengangkat tangan bos tersebut dan berusaha merebut senjata api tersebut.
Akhirnya Fiqan mengangkat kakinya lalu menghentakkan ke perut bos tersebut membuat bos itu terlepas dari senjata apinya.
Krak!
Suara patahan terdengar membuat bos itu menjerit ..
"Aaaaaaaaa..... sial!" teriak bos itu meringgis.
__ADS_1
Fiqan menginjak kakinya lalu mengengam kerah bajunya.
"Jika kamu berani lagi menangih uang kepada semua pedagang ini, aku akan mematahkan setiap ruas tubuhmu," ancam Fiqan.
Bos itu menatap Feng Lias dengan ketakutan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau seharusnya berterima kasih padaku jika aku sudah membantumu, jika kau dalam keadaan sehat-sehat saja meminta-minta seperti ini mereka justru sangat marah padamu, jika kau cacat dan meminta-minta uang, mungkin mereka akan kasihan dan memberi uang dengan iklas. Tapi jika kau masih memganggi warung ini lagi, aku akan membuat kau hidup pun tak mau lagi," ancam Fiqan menghempaskan tubuh bos itu dan balik badan meningglkan bos tersebut. Namun Fiqan tiba-tiba berhenti lalu ia membalikkan badannya lagi.
Fiqan kembali menginjak tangan yang sebelahnya lagi membuat bos itu tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengeluh kesakitan, lalu ia mengambil uang di dalam tas, itu adalah uang para pedagang yang mereka tagih.
"Ini uangnya, kamu kembalikan uang para pedagang itu," ucap Fiqan menyerahkan tas tersebut kepada pria yang memakain singlet hitam itu dan Fiqan kembali ke meja dan menyatap kembali makanannya.
Para pria itu melihat satu sama lain, lalu mereka berlutut di dekat Fiqan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih