System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 47


__ADS_3

"Tidak perlu perkenalkan nama kalian, namamu Fiqan dan kamu Zacky. Baiklah langsung saja, aku membawamu ke sini karena aku melihat kamu punya potensi untuk memecahkan kasus. Ada sebuah organisasi yang selama ini kami selidiki dan kami belum punya bukti untuk menunjukkan kejahatannya, mungkin kamu bisa menemukan bukti-bukti kejahatan mereka," ucap Stella.


"Kenapa kau melibatkan mahasiswa seperti kami?" tanya Fiqan.


"Bukan kami, tapi kamu. Sudah Aku katakan jika aku melihat kamu punya potensi untuk membantu para kepolisian dan para detektif untuk memecah kasusnya," ucap Stella.


"Jadi pertama-tama apa yang harus aku lakukan?" tanya Fiqan.


"Ini adalah orang-orang yang sudah di curigai," ucap Stella mengeluarkan beberapa lembar foto dari dompetnya lalu memberikan kepada Fiqan.


Fiqan menerimanya lalu melihat orang-orang yang ada di foto tersebut. Zacky memiringkan kepalanya juga melihat foto tersebut.


"Eh Fiqan, ini bukannya orang yang kita temui tadi siang di restoran terbakar itu?" tanya Zacky membelalakkan matanya sambil menatap Fiqan.


Fiqan juga melihat Zacky. "Iya mereka sangat mencurigakan dan ternyata termasuk dalam daftar pencarian, namun kenapa dia terang-terangan membakar restoran itu?" tanya Fiqan.


"Apa? Dia membakar restoran?" tanya Stella menekuk alisnya, sangat tidak percaya bahwa mereka melakukannya tapi tanpa sepengetahuan polisi.

__ADS_1


"Hm... kami tidak terlalu melihatnya, hanya saja mereka sangat mencurigakan dan rasanya memang mereka yang membakarnya karena kami melihat jika dia sedang mencari sesuatu saat restoran itu sudah terbakar," ucap Fiqan.


"Apa! Bisakah kamu mengantarku ke sana untuk memeriksanya?" tanya Stella berharap.


"Baiklah, tapi... ibu naik apa ke sini? Jika tidak bersama dengan ku saja," ucap Fiqan yang bingung mau manggil Stella dengan sebutan apa.


"Hey! aku masih 24 tahun, meskipun baru 2 tahun aku menjadi polwan aktif tapi sebelumnya aku sudah aktif karena ayahku jendral," ucap Stella tak terima.


"Baiklah baiklah, jadi aku harus panggil apa?" tanya Fiqan mengalah.


"Panggil saja aku Stella," ucap Stella. "Aku ke sini mengunakan mobilku sendiri, ayo kita pergi sekarang," ajak Stella yang membuka pintu terlebih dahulu lalu menuju mobilnya dengan roknya bergoyang ke kiri dan ke kanan.


"Astaga! Sebenarnya dia mau diskusi masalah ini apa mau bergaya sih?" Tanya Fiqan.


"Ya namanya juga wanita, dia harus tampak modis di mana pun ia berada," Jawab Zacky.


"Kalian tunggu apa lagi? Ayo cepat," perintah Stella.

__ADS_1


Fiqan dan Zacky masuk ke dalam mobil dan pelan-pelan meninggalkan lapangan basket tersebut.


Fiqan melajukan mobilnya di jalanan yang di ikuti Stella dari belakang, beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di sana.


Di tempat restoran terbakar itu sudah di pasang garis polisi.


Mereka bersama-sama turun dari mobil dan mendekati restoran terbakar itu, ada sebagian samping yang tidak terbakar masih utuh dan masih tegak, sedangkan di bagian dapur dan bagian samping kanan itu sudah terbakar dan temboknya tumbang.


Untungnya ada penerangan dari lampu jalan, jadi mereka tidak perlu senter.


"Jadi di mana mereka mencari sesuatu?" tanya Stella.


"Di sini," tunjuk Zacky menunjuk di tanah yang berlobang.


"Oh, sebenarnya apa yang mereka cari sampai meledakkan restoran ini, mereka sangat kejam," ucap Stella geram.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2