
Fiqan pun langsung menuju rumah sewa itu kembali.
"Sudah selesai?" tanya Fiqan.
"Belum," jawab Zacky. Ia memakai kaca mata yang baru di beli tadi. "Sudah," jawabnya sambil bercekak pinggang.
"Kirain apa, ayo," ajak Fiqan masuk ke dalam mobil, sedangkan Zacky mengendari motor dan mengekor Fiqan dari belakang.
Mobil pun melaju di jalanan. "Hm… Di mana ya rumahku? Nggak mungkin system bohong sama aku'kan?" ucap Fiqan menuju jalan cendrawasih.
Setelah sampai di jalan cendrawasih, Fiqan memelankan laju mobilnya. Hampir saja Zacky menabrak belakang mobil Fiqan.
"Astaga! Bocah ini memepankan mobilnya nggak ngasih tau," omel Zacky mengrem dadak motornya.
Fiqan melihat yang mana rumahnya. Sampailah dia di sebuah rumah yang di depan rumahnya ada taman bunga.
"Nah ini dia, depan rumah ada taman bunga," ucap Fiqan berbelok dan masuk perkarangan rumah tersebut.
Semerbak bau bunga yang harum dengan bunga yang sangat indah berwarna warni.
"Wah… ini benar-benar sangat indah, aku bakalan nyaman tinggal di sini," ucap Fiqan keluar dari mobil.
"Eh… Ini rumah kamu?" tanya Zacky.
"Iya, gimana menurut kamu?" tanya Fiqan.
"Ini… ini… sangat estetic tau, ya ampun ini bener-bener sangat nyaman untuk di tinggalin, kamu bener-bener beruntung," ucap Zacky terkagum-kagum.
__ADS_1
"Ya udah, ayo masuk," ajak Fiqan. Dan tiba-tiba Fiqan berhenti di depan rumah.
"Hm… Ada apa Fiqan?" tanya Zacky melihat Fiqan terpaku terdiam berdiri di depan pintu.
"Ini rumah pake kata sandi, dan aku tidak tau sandinya," ucap Fiqan mengangkat bahunya.
"Ha? Jadi bagaimana kita masuk?" tanya Zacky mengangkat ujung bibirnya.
"Sebentar," ucap Fiqan membuka layar monitor.
[System, apa sandi rumah ini?]
[Nama Tuan sendiri, dan Anda bisa menganti kata sandi sesuai dengan keinginan Anda]
[Baiklah, terima kasih]
Pintu rumah pintu terbuka. "Eh terbuka," ucap Fiqan senang.
Fiqan membuka pintu tersebut dan melihat isi dalamnya.
"Wawwww… ini benar-benar rumah orang kaya," ucap Zacky yang tiba-tiba menerobos masuk.
Fiqan masuk dan melihat isi kamarnya. Ia langsung menjatuhkan tubuh di kasur.
"Wah… empuk banget, aku sudah lama tidak tidur di tempat yang empuk ini," ucap Fiqan berguling-guling di atas kasur yang empuk.
Tiba-tiba Zacky juga datang dan menjatuhkan diri kasur, untungnya Fiqan cepat menghindar, jika tidak ia jadi sasaran oleh Zacky.
__ADS_1
"Ini namanya kasur sultan, tidak hanya besar, tapi juga sangat nyaman.
"Ya, rumah sebesar ini cukuplah buat kita berdua," ucap Fiqan.
Fiqan dan Zacky berkeliling menugelilingi rumah tersebut.
"Tanahnya luas banget ke sana, jika ada uang bisa tambah besar nih rumah," ucap Zacky terkagum-kagum.
"Iya, sebenernya dapet rumah minimalis gini aja aku udah bersyukur banget sih," ucap Fiqan tersenyum sambil memegang tembok rumahnya.
"Iya, aku juga seneng banget," ucap Zacky memeluk Fiqan.
"Hey! Apa-apa'an nih, aku tidak tertarik sama pria," ucap Fiqan.
"Hahaha, aku juga senang banget tau," ucap Zacky.
Mereka pun kembali masuk ke dalam kamar.
"Oh iya, aku mau pesan makanan, kamu mau pesan juga nggak?" tanya Fiqan mengambil ponselnya.
"Iya, aku mau pesan seafood tumpah, selama ini cuma lihat di internet saja," ucap Zacky.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasoh
__ADS_1