
"Kamu sangat ke PD an," ucap Stella manyun.
"Terserah," ucap Fiqan kembali fokus menyetir.
Sesampainya di depan rumah Stella, Fiqan memberhentikan mobilnya.
"Ini rumah kamu?" tanya Fiqan.
"Pake nanya lagi? Kalo nggak ngapain kamu berhenti di sini," ucap Stella manyun.
"Iya juga ya, kalau gitu aku cari rumah yang lainnya," ucap Fiqan menginjak pedal gas mobilnya.
"Hey! Berhenti!" teriak Stella.
Ckkiiittt!!!
Fiqan mendadak menginjak pedal rem mobilnya.
"Aduu!" teriak Stella kesakitan karena kejedut di depannya.
"Kamu jangan ngelakuin aneh deh," ucap Stella yang langsung melepaskan sabuk pengaman dan buru-buru pergi.
"Hay, kau tidak mau berterima kasih kah karena sudah mengantarmu pulang atau setidaknya kamu bayar ongkosnya donk, mobilku ke sini isinya kan nggak air," ucap Fiqan menongolkan kepalanya dari jendela mobil.
__ADS_1
"Jadi cowok kok kamu pelit banget sih, bisa bangkrut jika jadi pacarmu," ucap Stella kesal.
"Kau ingin menjadi pacarku?" tanya Fiqan tersenyum menyengir.
"Meskipun di dunia ini cuma kamu prianya, aku lebih baik jomblo," ucap Stella mendengus kesal.
"Ha-ha-ha, yakin kamu nggak mau sama aku, nanti kamu nyesel lho," ucap Fiqan tertawa.
"Idih, siapa juga yang mau sama kamu, week," ejek Stella.
"Contohnya sekarang kamu terus mencari ku dan kamu malah minta antar kan pulang, kamu kan bisa saja menelpon teman mu untuk menjemput mu jika kau tidak suka denganku," ucap Fiqan mencibir.
"Kamu ya benar-benar buat aku kesaaaalll!" teriak Stella sangat marah.
"Ayah," lirih Stella melihat ke belakang.
"Ada apa ini, kamu kenapa nggak langsung masuk ke dalam rumah dan malah berdebat di sini? Nanti para tetangga terganggu waktu istirahat mereka," ucap ayah Stella.
"Iya ayah, aku minta maaf aku akan masuk sekarang," ucap Stella.
"Dan dia siapa?" tanya Ayahnya membuat Stella berhenti dari langkahnya.
"Dia… dia…" Fiqan langsung turun dan mengulurkan tangannya sambil membungkukkan badannya pertanda harus merendah kepada orang yang lebih tua.
__ADS_1
"Selamat malam pak," ucap Fiqan.
"Selamat malam juga, kamu sedang apa di sini malam begini?" tanya Stella dengan wajah yang sedikit bengis.
"Perkenalkan nama saya Fiqan, saya ke sini mengantar Stella anak bapak karena kami baru saja pulang setelah menginvestigasi kedua korban yang ada di rumah sakit kasih bunda, karena sudah malam tidak baik jika dia pulang sendiri, jadi saya ingin dia lebih aman maka saya antar dia pulang," ucap Fiqan.
"Oh begitu ya, terima kasih banyak ya sudah melindungi anak saya, memangnya kamu kerja di bagian apa?" tanya Ayah Stella.
"Sebenarnya aku …masih kuliah, tapi Stella datang ke padaku minta bantuan ku untuk memecahkan kasus kedua korban yang di di anggap pembunuhan berantai itu ternyata bukan, maaf pak karena sudah berbuat keributan di sini," ucap Fiqan.
"Tidak apa-apa, kamu pulanglah, terima kasih karena sudah menumpanginya," ucap ayah Stella tersenyum.
"Iya pak Sama-sama, jika begitu saya permisi pulang," ucap Fiqan menundukkan kepala memberi hormat.
"Iya, hati-hati di jalan," pesan ayah Stella.
"Iya pak," jawab Fiqan yang masuk ke dalam mobilnya dan melaju di jalanan.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1