
"Inilah nasib orang ganteng," jawab Fiqan tertawa kecil.
"Ah, kamu bikin aku iri saja," ucap Zacky.
"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Fiqan.
"Nggak gimana-gimana sih, bangga saja punya teman kayak kamu," ucap Zacky tersenyum.
"Terima kasih, terima kasih," jawab Fiqan tersenyum.
"Eh, ada pengumuman di web kampus nih," ucap Zacky.
"Apa'an?" tanya Fiqan.
"Ada pertandingan bela diri di kampus kita," ucap Zacky.
Fiqan memeriksa ponselnya dan melihat isi pengumuman tersebut.
Di sana tertulis apa bila bisa mendapatkan juara pertama, ia akan di berikan hadiah piala, sartifikat penghargaan, uang senilai 30 juta dan berkesempatan ikut dalam pertandingan nasional, apa bila menang lagi maka akan berkesempatan dalam pertandingan internasional.
"Kamu cocok nih ikut," ucap Zacky.
Fiqan masih fokus melihat pengumuman tersebut. "Apa aku harus ikut?" gumam Fiqan.
"Tentu saja. Eh bro, secara kamu sangat jago, bisa mematahkan tulang-tulang orang malah, aku yakin kamu pasti bisa menang sampai tingkat internasional, aku mendukungmu 100%," ucap Zacky yakin.
"Baiklah jika begitu," ucap Fiqan.
"Nah, jawaban ini yang aku mau," ucap Zacky menepuk pundak Fiqan.
"Ya udah, balik ke ruangan lagi," ucap Fiqan.
"Ya udah," jawab Zacky mengangguk.
"Bude, berapa ini?" panggil Fiqan kepada pemilik kantin.
"Semuanya 30.000," jawab Ibu kantin.
__ADS_1
Fiqan membuka dompetnya dan pas ia juga ada uang 30.000.
"Ini uangnya bude," ucap Fiqan menyerahkan uang kepada pemilik kantin.
"Terima kasih ya," ucap Bude mencoel bahu Fiqan. Fiqan hanya bisa menyengir.
"Iya, sama-sama bude," angguk Fiqan.
Ding dong
Uang Anda di kurang 30.000
Sisa uang Anda 250.000.000
Fiqan dan Zacky meninggalkan kantin tersebut dengan jacket ia sangkutkan di bahunya.
"Eh Zacky, kamu duluan ke ruangan, aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Fiqan.
"Oke!" jawab Zacky.
Fiqan pun berbelok menuju toilet, di sana Fiqan membersihkan jacketnya dari tumpahan kuah makanannya.
Ding dong
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya.
Ding ding
Misi baru
Seseorang di bully.
__ADS_1
Status Misi: sedang berlangsung.
"Jangan! Jangan kalian lakukan ini padaku!" teriak seorang wanita.
Fiqan memandang ke sampaing sambil mencoba dengar suara sayup tersebut karena itu ada di toilet wanita.
Namun tiba-tiba suara itu menghilang teriakan wanita itu.
"Itu karena kamu! Gara-gara kamu! Coba saja kamu tidak ada, semuanya tidak akan jadi seperti ini! Ini salahmu!" teriak wanita yang lain.
Byurrrr!
Suara siaraman air terdengar.
"Hm… pembulian di mana-mana dan terus marak," ucap Fiqan yang keluar dari toilet pria lalu menuju toilet wanita.
Fiqan membuka pintu toilet itu dan meletakkan tangannya di depan pintu tersebut.
Fiqan melihat wanita itu mulutnya di sumbat dengan handuk kecil dengan tangan yang di pegang oleh kedua wanita lainnya dan seorang wanita yang satunya sedang memegang ember.
Mereka sangat terkejut karena kedatangan Fiqan.
"Kalian tidak punya mainan yang menyenangkan kah? Sampai manusia saja kalian siksa begini," ucap Fiqan mendekati wanita yang di bully itu mengeluarkan handuk kecil dari mulutnya.
Fiqan mengulurkan tangannya kepada wanita itu, wanita itu meraih tangan Fiqan dan berdiri.
"Kamu jangan ikut campur!" teriak Wanita itu.
"Heh! aku tidak tau permasalahan kalian, tapi pembuliyan ini sangat di larang apa lagi sesama wanita, bagaimana jika kamu di posisi dia dan dia yang membulimu, apa yang kau lakukan?" tanya Fiqan mengangkat alisnya.
"Kenapa? Kau akan mengadu dengan dosen?" tanya wanita itu membulatkan matanya.
"Kau ingin aku adukan dengan dosen?" tanya Fiqan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih