System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 40


__ADS_3

"Kenapa? Kamu takut?" tanya Fiqan.


"Aku tidak takut, hanya kamu saja yang bicara sembarangan koar-koar nggak jelas," jawab Wanita itu sengit.


"Baiklah, bagaimana jika aku menceritakan kejadian ini," ucap Fiqan.


"Apa kamu seorang detektif?" tanya Polwan itu.


"Tidak juga, hanya saja saya hanya ingin meluruskan masalah ini dan mengungkap kebenarannya," ucap Fiqan.


"Baiklah, apa yang bisa kamu jelaskan tentang masalah ini," ucap Polwan itu mendekati Fiqan.


"Baiklah, pertama pelaku membawanya ke suatu tempat dengan alasan tertentu, sehingga ia bisa melancarkan aksinya agar tidak ada jejak darah jika ia melakukan di mobil." ucap Fiqan.


"Apa alasanku jika aku membawanya, dia adalah kekasihku, dan kami ingin menikah mana mungkin aku melakukannya, aku sangat mencintainya, lagian dari kamu tahu jika aku melakukannya di suatu tempat," tanya wanita itu menundukan kepalanya sambil menangis.

__ADS_1


"Tadi malam aku juga melihat di balik bagian dalam di ujung celananya ada bekas tanaman yang menempel saat aku melihat tali sepatunya yang terikat di pedal gas mobil itu, jadi aku mengira itu sebelum dia ada di mobil berarti sebelumnya dia ada di suatu tempat, di sanalah sang pelaku melakukan aksinya," jelas Fiqan.


"Bagaimana jika aku seorang wanita melakukannya, dia pria jika aku melakukan sesuatu padanya aku yang di habisi kembali," ucap wanita itu.


"Sang pelaku bisa melakukan di berbagai arah saat dia sedang lengah, apa lagi luka itu ada di bagian kepalanya, itu menunjukkan jika dia tidak melihat serangan itu karena datangnya dari belakang," jawab Fiqan, polisi dan petugas yang lain mengangguk-angguk.


"Padahal di hanya melihat sebentar saja, namun banyak yang bisa dia simpulkan, dia sungguh cocok jadi detektif," bisik polisi itu kepada petugas yang lain.


"Benarkah?" tanya petugas itu.


"Apa buktinya jika aku melakukannya, dari tadi kamu terus menuduhku jika aku pembunuhnya, kamu seharusnya mencari bukti yang kuat jika aku adalah pelakunya," ucap wanita itu.


"Tidak perlu," ucap Fiqan menyengir. "Dari tadi aku hanya berkata pelaku saja, aku tidak mengatakan jika kamu yang melakukannya, papa aku ada mengatakan jika dia pelakunya? Itu sudah membuktikan jika kamu pelakunya, jika tidak dari tadi kamu pasti diam dan hanya mendegarkan saja, kamu merasa menjadi pelaku saat manik-manik itu di temukan, dari tadi kamu terus mengelak meskipun aku tidak mengatakan secara langsung jika kamu pelakunya, apa kamu tidak menyadarinya?" tanya Fiqan.


Wanita itu lansung terduduk lemas sambil menangis.

__ADS_1


"Aku… aku tidak bisa memaafkan dirinya, aku tak bisa," ucap wanita itu mengelengkan kepalanya menutup wajahnya.


"Apa maksudmu! Kenapa kamu melakukanya pada anak saya, kenapa kamu membunuhnya! Kenapa!" teriak ibu korban yang memukul-mukul wanita itu.


"Itu karena anak ibu selingkuh, dia tidak hanya saja selingkuh, dia juga sudah mengambil sebagian uangku di ATM, aku yang selama ini bersamanya kenapa dia harus mengambil uangku untuk wanita itu, teganya dia melakukan itu padaku aku tidak bisa terima itu," balas wanita tersebut.


"Apa kamu tidak menanyakan untuk apa uang itu?" tanya ibu tersebut.


"Aku sudah bertanya padanya, namun dia terus berdalih dengan alasan yang tak masuk akal dan akhirnya aku berencana untuk membunuhnya dan membawanya ke suatu tempat," ucap wanita itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2