System Kekayaan Super Box

System Kekayaan Super Box
BAB 48


__ADS_3

Fiqan mengeser kakinya, ia melihat sesuatu lalu mengambilnya.


"Benda apa ini?" tanya Fiqan melihat benda tersebut. Bentuknya seperti kotak namun itu terbuat dari besi, mungkin itu sangat sulit di buka karena sudah berkarat akibat terlalu lama.


"Jangan-jangan ini yang di cari oleh mereka?" tanya Fiqan dalam hati.


"Apa yang kamu temukan?" tanya Zacky mendekati Fiqan.


"Eh tidak ada," jawab Fiqan menggeleng ia langsung menyimpan kotak besi itu.


"Aku tidak menemukan apa-apa di sini, mungkin dia sudah menemukan sesuatu di sini," ucap Stella berdiri.


"Jadi apa yang harus aku lakukan tentang masalah ini?" tanya Fiqan.


"Aku nggak minta kamu terlibat, hanya minta kamu memecahkan masalah jika nanti mereka tertangkap, jadi aku minta kamu menemukan buktinya karena aku melihat kamu punya potensi untuk mengecoh kan pikiran seseorang," ucap Stella.


Fiqan mengangkat alisnya sambil mengangguk-angguk.


"Jadi sekarang mau ngapain lagi?" tanya Fiqan.


"Ayo ikut aku," ajak Stella.


"Ke mana?" tanya Fiqan.


"Mencari tempat persembunyian mereka," ucap Stella.


"Katanya tadi tidak mau melibatkan ku, tapi ngajak aku melihat tempat para bandit itu," omel Fiqan dengan suara kecil.

__ADS_1


"Kamu ngapain lagi, ayo," ajak Stella.


"Ini sudah malam, nggak baik anak gadis keluyuran malam-malam," ucap Fiqan.


"Hey! Ayolah, aku bahkan sering pulang pagi gara-gara menangkap orang," ucap Stella masuk ke dalam mobilnya. Namun tiba-tiba Stella menongol kan kepalanya dari jendala mobil.


"Hey kamu naik sama aku aja, teman kamu bisa bawa mobil kan?" tanya Stella.


Fiqan melihat ke arah Zacky. "Dia nggak bisa bawa mobil," jawab Fiqan.


"Ohh! kalau gitu kita satu mobil saja semua, mobil kamu tinggal aja," ucap Stella.


"Memangnya kenapa harus satu mobil?" tanya Fiqan.


"Tentu saja kita harus mengobrol," jawab Stella memasukkan kembali kepalanya.


Ia mencari tempat parkiran yang aman. Fiqan memberhentikan mobilnya di depan salah satu kantor, ia masuk ke sana dan memarkirnya.


"Di sini aku rasa sudah aman," ucap Fiqan.


"Ayo kita masuk mobil Stella," ajak Fiqan.


"Haish… nggak nyangka, malah Stella tertarik denganmu," ucap Zacky menyenggol lengan Fiqan.


"Aku rasa, aku nggak tebar pesona kok," jawab Fiqan menggelengkan kepalanya.


"Kamu emang nggak tebar pesona, tapi pesona mu yang menarik mereka," ucap Zacky.

__ADS_1


"Bahkan kamu mengakui pesonaku," ucap Fiqan tersenyum.


"Haish… aku kalah darimu," ucap Zacky mengakuinya.


Mereka pun menuju mobil Stella. Stella membuka pintu di sampingnya.


"Kamu duduk di sini," ucap Stella. Fiqan masuk ke dalam mobil tersebut duduk di samping Stella. Sedangkan Zacky duduk di belakang.


Stella menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.


"Memangnya kamu tau di mana tempat tinggal mereka?" tanya Fiqan.


"Iya, aku ada dapat informasi jika mereka sering berkumpul di club malam, jadi kita akan ke sana menyamar seperti orang biasa yang datang hanya untuk berkunjung," ucap Stella.


"Tapi bagaimana jika ketahuan?" tanya Fiqan.


"Tidak akan, aku sudah berdandan seperti ini, mereka tidak akan mengenaliku," ucap Stella.


"Oh pantasan kamu terlihat berbeda saat kamu memakai seragam mu, kami tadi sampai tidak mengenalimu," jawab Fiqan.


"Lalu kamu pikir apa? Aku ingin jalan-jalan gitu?" tanya Stella.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2