Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 10 TCA : Perasaan apa ini?


__ADS_3

Elsa yang mendengar suara benda terjatuh langsung panik dan berlari masuk.


"Non Adira..." teriak Elsa sambil berlari


Kevin yang mendengar teriakkan Elsa langsung menepi pergi meninggalkan lingkungan dapur. Kevin berlari mengendap menuju pintu belakang.


Adira sampai di pintu dapur dan disusul dengan Elsa yang tadi berlari menghampiri


Mereka sama-sama melihat ke arah vas yang terjatuh dan pecah di lantai


"Non, non Dira tidak apa-apa?" tanya Elsa khawatir


Adira menggelengkan kepalanya "tidak, aku tidak apa-apa. tapi bagaimana vas ini bisa terjatuh jika kamu sendiri baru datang dari arah belakang?"


"Tidak tau non, saya pikir malah non Dira kenapa-kenapa"


Mereka terdiam dan saling berkecambuk dengan pikiran mereka masing-masing sampai suara mobil dari arah depan membuyarkan mereka


"Itu siapa yang datang?" tanya Adira


"Itu seperti suara mobil tuan. tapi kenapa tuan balik lagi? Apa ada yang ketinggalan?" Elsa yang sudah bekerja selama tiga tahun dirumah itu sudah paham dengan suara mobil tuannya itu


Aaron bergegas turun dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Ia mencari-cari sosok istrinya lalu melihatnya sedang berdiri bersama Elsa di depan pintu dapur


Aaron berlari mendekat dan memegang pipi gadis itu


"Ada apa? Kenapa wajahmu sedikit pucat? Apa terjadi sesuatu?" tanya Aaron khawatir


Aaron melihat ke arah vas yang pecah di lantai dan kembali melihat ke arah Adira "apa kamu terluka?"


Adira menggeleng pelan "tidak kak, aku tidak apa-apa. Hanya aku sedikit takut saja karena vas ini tiba-tiba saja terjatuh saat aku sedang berada di dalam dapur tadi"


Aaron langsung menoleh ke arah Elsa


"Maaf tuan tadi saya juga sedang menjemur pakaian di belakang" ucap Elsa tertunduk


Aaron merasa curiga, pasti ada seseorang selain mereka tadi di rumah itu. Ia segera memanggil Jack dan Jack pun datang. Aaron menepi dan mengajak Jack berbicara pelan, ia tidak ingin Adira mendengar pembicaraan mereka.


Jack pergi dan Aaron kembali menghampiri Adira


"Ada apa kak? Apa ada sesuatu?" tanya Adira


Aaron mengusap bahu Adira "Tidak ada. Jangan cemas aku ada disini"


Adira sedikit tersenyum "kakak kenapa pulang? Apa ada yang ketinggalan?"


"Tidak, aku hanya sedikit tidak enak badan jadi aku akan menemanimu di rumah" bohong Aaron


Adira menempelkan punggung tangannya di dahi Aaron "kakak sakit?"

__ADS_1


Aaron tersenyum dan menurunkan tangan Adira dari dahinya. Ia memegang tangan gadis itu. Ia senang gadis itu terlihat begitu mengkhawatirkannya


"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit lelah saja"


"Kalau begitu beristirahat lah dikamar, aku akan membuatkan teh hangat untuk mu"


"Kamu antarkan ke ruang kerja ku saja. Aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Aaron


"Hhuufft, kakak bilang tadi tidak enak badan tapi masih mengurus beberapa pekerjaan di rumah" sindir Adira


"Hanya sebentar, setelah itu aku akan beristirahat dikamar"


Aaron berjalan pergi meninggalkan Adira dan Elsa mulai membersihkan pecahan vas itu.


Kevin melihat Adira yang terlihat begitu perhatian kepada Aaron dari jauh. Ia memegangi dadanya yang terasa sakit dan sesak didalam sana.


Mobil Aaron kembali meninggalkan rumah. Kevin yang melihatnya langsung mencoba mengalihkan penjaga pintu agar ia bisa keluar dari dalam rumah itu. Tanpa Kevin sadari Aaron melihatnya dari atas balkon. Aaron sengaja membiarkannya karena tau kalau itu adalah Kevin.


Setelah memastikan Kevin sudah pergi dari rumahnya. Aaron meninggalkan balkon dan berjalan ke arah ruang kerjanya.


🌺🌺🌺


Jack turun dari mobil, ia berjalan memasuki gedung Maxim group sendirian. Ia berpapasan dengan Stella saat sudah berada didalam gedung


"Jack? Kamu tidak datang bersama Aaron?" tanya Stella


"Tuan Aaron sedang sedikit tidak enak badan jadi menyuruh saya untuk menghandle pekerjaannya" jawab Jack


"Mungkin hanya sedikit kelelahan nona Stella" Jack menjeda ucapannya dan melanjutkan "kalau begitu saya permisi dulu nona, masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan"


"Baiklah, silahkan" ucap Stella


Stella nampak termenung sejenak sebelum akhirnya dia juga memutuskan pergi.


🌺🌺🌺


Prang.. Prang... Prang....


Terdengar suara kegaduhan dari dalam sebuah rumah. Kevin yang nampak begitu kesal dan marah membanting dan menendang benda-benda yang ada didepan matanya.


"Aaarrggghhhhhh"


"Adira, kenapa kamu bisa berada disana bersama kakakku" Kevin memegangi dadanya yang terasa sesak karena apa yang tadi dilihatnya di dalam rumah Aaron. Air matanya menetes membasahi wajah tampannya


Ia melihat gadisnya memegang dahi Aaron dan terlihat begitu mengkhawatirkannya.


"Apa yang sudah terjadi selama hampir sebulan ini sebenarnya? Aku harus mencari tau" ucap Kevin kembali menendang barang-barang yang sudah berserakan di lantai


🌺🌺🌺

__ADS_1


Adira masuk ke dalam ruang kerja Aaron setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu. Adira menaruh teh ditangannya di atas meja. Adira memandangi wajah Aaron yang tengah serius dengan laptopnya


"Kenapa? Apa kamu bosan di rumah?" tanya Aaron tanpa melepaskan pandangannya dari laptopnya


Adira masih terdiam dan tidak mendengar jika Aaron sedang berbicara dengannya. Aaron yang merasa Adira tidak menjawabnya langsung mendongak dan melihat ke arah wajah gadis itu yang tengah memandanginya


"Kenapa?" tanya Aaron


Adira pun tersadar dari lamunannya "ehh... Oh tidak. Apa kamu mengatakan sesuatu?"


"Apa kamu sakit?" tanya Aaron


"Ti.. tidak aku baik-baik saja" Adira menjeda ucapannya dan melanjutkan "kak, aku ingin berterima kasih karena kakak sudah baik padaku selama aku disini"


"Untuk apa berterima kasih. Kamu banyak berhutang budi padaku dan harus membalasnya" ucap Aaron


Mata Adira terbelalak lebar "apa??"


Aaron menyenderkan badannya di kursi "tidak ada yang gratis di dunia ini Adira"


"Cih, tenang saja. Aku akan membayar semua hutang-hutang ku"


"Yakin kamu bisa membayarnya?" sindir Aaron


Adira teringat cek yg diberikan pada bibirnya tempo hari. Dengan jumlah segitu dia pasti akan butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembalikannya.


Aaron bangun dan mengacak-acak rambut istrinya "aku hanya bercanda"


Adira mendengus kesal sambil merapikan rambutnya kembali. Tak sengaja ia melirik ke arah foto yang terpajang di meja kerja Aaron


"Itu foto siapa?" tanya Adira menunjuk pada sebuah foto seorang wanita bersama anak kecil laki-laki


Aaron melihat pada foto yang ditunjuk oleh Adira lalu kembali menatap wajah istrinya itu


"Keluarlah.. aku masih ada pekerjaan" ucap Aaron pelan


Adira mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Ia tidak akan menunggu Aaron menjawab, mungkin itu privasinya. Adira pun melangkah mundur dan berbalik.


Aaron melihat Adira sedikit kecewa karena ia tak menjawab pertanyaannya. Aaron mengejar dan menarik tangan Adira sehingga membuat Adira berbalik dan kembali menghadap Aaron. Pandangan mereka saling bertemu. Adira menatap dalam mata suaminya itu. Entah mengapa ia merasa teduh. Pria dihadapannya itu selalu menjaganya selama hampir satu bulan ini. Walaupun awalnya dia terlihat begitu dingin.


Deg


Perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba ada rasa nyaman.


Adira menurunkan pandangannya dan Aaron pun melepaskan tangannya. Adira berbalik dan membuka pintu.


"Brakkk"


Adira menutup pintu itu sedikit kasar dan menyenderkan punggungnya di pintu sambil memegangi dadanya. Jantungnya berdetak dengan sangat kencang

__ADS_1


🌺🌺🌺


πŸ’žMohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya πŸ™πŸ€­πŸ’ž


__ADS_2