Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 41 : TCA. Pernikahan ulang.


__ADS_3

2 bulan kemudian....


Kondisi Aaron sudah kembali pulih. Adira selalu setia merawat suaminya itu.


Pagi ini Adira tengah memandangi wajah suaminya yang masih tertidur pulas.


"Kak bangun kak.. kita akan terlambat. Ayah pasti sudah menunggu kita" Adira mengguncang tangan suaminya untuk membangunkannya.


Perlahan Aaron membuka matanya dan menarik tangan istrinya hingga Adira kini berada didalam pelukannya.


"Ini masih terlalu pagi, tunggulah sebentar lagi. Bagaimana kalau kita melakukan hal lain dulu sebelum mandi dan bersiap" goda Aaron


Adira pun mencubit perut suaminya itu.


"Auww sakit sayang.." ucap Aaron sambil memegangi perutnya yang tadi dicubit oleh istrinya.


"Salah sendiri pagi-pagi sudah menggodaku" cibir Adira.


Aaron tersenyum dan mengusap rambut istrinya yang berada dalam pelukannya itu.


"Sudah 2 bulan kita tidak melakukannya, jadi apa salahnya..." ucap Aaron.


Adira pun tersipu malu mendengar ucapan suaminya itu.


"Baiklah.. tapi nanti malam kamu harus memberikan jatah lebih padaku ya..." ledek Aaron lagi


"Sudah jangan membahas itu. Ayo cepat bangun dan mandi! Aku sudah mandi, tinggal kakak yang belum mandi" ucap Adira


"Sebentar saja.. aku masih ingin memelukmu seperti ini" Aaron kembali mempererat pelukannya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Hari ini Arya Adiguna tengah membuat pernikahan ulang untuk Aaron dan Adira.


"Adira.. sebelumnya ayah ingin meminta maaf karena telah menyuruh Aaron untuk menggantikan Kevin dipernikahan sebelumnya. Maafkan ayah karena tidak memikirkan perasaanmu waktu itu demi menjaga image keluarga Adiguna" ucap Arya


"Tidak ayah... Dulu aku memang sangat marah dan kecewa karena kalian telah mengganti mempelai pria tanpa menanyakannya padaku terlebih dahulu. Tapi sekarang aku justru ingin berterima kasih karena telah memberikan seorang suami yang sangat mencintai dan selalu menjagaku" Adira mengulurkan tangannya dan disambut oleh Aaron.



"Jadi sekarang kamu tidak menyesal karena telah menikah denganku?" tanya Aaron yang dijawab gelengan kepala oleh Adira.


"Tidak kak. Sekarang aku sangat.. sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu" jawab Adira.


Kevin pun datang menghampiri ke arah mereka. Kevin menatap Adira yang terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin.


"Adira.. eh maksudku.. kakak ipar Adira. Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahan mamaku padamu hingga kamu harus melewati banyak masalah" ucap Kevin.


"Aku sudah memaafkan mama Amira" Jawab Adira.


Kevin melihat ke arah Aaron.


"Sekarang aku yakin! Kak Aaron adalah pria yang tepat untukmu. Aku sudah mengikhlaskan mu dengan kak Aaron. Semoga kalian hidup bahagia" ucap Kevin


Aaron berjalan mendekat dan memeluk Kevin sebentar.


"Terimakasih! Apapun yang terjadi, kamu tetaplah adikku. Tidak ada yang bisa merubah itu" ucap Aaron sambil memegangi wajah Kevin.


"Iya kak.." mereka pun kembali berpelukan.


Kevin melepaskan pelukannya dan melihat ke arah ayahnya.

__ADS_1


"Ayah.. besok aku akan pergi keluar negeri" ucap Kevin.


"Kamu tidak harus pergi nak. Kamu adalah putra ayah. Dan ayah sudah menyiapkan kamu sebagai penerus perusahaan Adiguna" ucap Arya.


"Tidak ayah. Kevin tetap harus pergi. Kevin ingin meneruskan kuliah Kevin disana. Sampai nanti Kevin kembali dan siap memimpin perusahaan. Kevin ingin seperti kak Aaron, yang bisa membuat ayah bangga" Kevin mulai berkaca-kaca.


Arya Adiguna memeluk putranya itu. "Ayah bangga padamu nak.. ayah sangat bangga...."


Hari ini pesta itu pun berlangsung cukup meriah dan banyak tamu yang hadir disana.


Kakek Brama pun tidak mempermasalahkan siapa ayah Kevin sebenarnya dan tetap menganggap Kevin sebagai cucunya.




πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Dimalam hari...


Adira kini tengah berbaring dipelukan suaminya.


"Kak... Apa Kevin benar-benar akan pergi besok?" tanya Adira


Aaron mengangkat sedikit kepalanya dan menatap wajah istrinya itu.


"Kenapa? Apa kamu merasa sedih?" tanya Aaron balik.


"Bukan begitu kak... Jangan berfikir yang macam-macam. Aku sudah tidak ada perasaan apapun pada Kevin. Sungguh!" Adira terlihat khawatir jika suaminya itu akan salah paham.


"Aku tidak khawatir dan tidak takut" ucap Aaron membuat Adira membulatkan matanya dan menatap tajam ke arah suaminya itu.


"Maksud kakak? Kakak tidak cemburu? Berarti kakak tidak benar-benar mencintaiku!" Adira mengerucutkan bibirnya kesal


"Bukan begitu sayang, justru karena aku sangat mencintaimu hingga aku percaya jika kamu tidak akan berbuat macam-macam dibelakangku. Jika aku sedikit-sedikit cemburu, itu hanya akan merusak hubungan kita. Kamu mengerti kan maksudku?" ucap Aaron


Adira mengangguk pelan. "Iya kak aku mengerti.."


"Ya sudah sekarang tidurlah. Kamu pasti sangat lelah. Aku tidak mau kamu dan anak kita ini kenapa-kenapa. Besok kita juga harus mengantarkan Kevin ke bandara" ucap Aaron.


"hhhmm baiklah kak.."


"Tapi sebelum tidur kita harus melakukan sedikit pemanasan dulu, bagaimana?" goda Aaron


Adira hanya diam dan tersipu malu hingga membuat Aaron begitu gemas melihat ekspresi wajah istrinya itu.


Aaron mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir istrinya itu sebelum ia meminta hal yang lebih dari itu.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


1 tahun kemudian....


Aaron tengah menggendong putranya yang diberi nama Aarash Al-Devano sambil menunggu istrinya yang tengah bersiap.



Tak lama Adira pun datang dan menghampiri ke arah mereka.



"Aku sudah siap kak. Aarash kita titipkan pada Elsa dan Anna saja ya sebentar" ucap Adira.

__ADS_1


Adira pun memanggil Elsa dan Anna. Ia menyuruh Elsa dan Anna untuk menjaga baby Aarash karena ia dan suaminya akan menghadiri pesta pernikahan Alina dan Denis.


Adira mendekat ke arah Aaron saat Elsa dan Anna sudah membawa baby Aarash pergi.


Adira menaruh tangannya di dada suaminya sambil mengusapnya pelan.


"mmmm... Kamu tidak cemburu kan kak melihat Alina menikah dengan Denis?" tanya Adira ingin memastikan.


Aaron menatap mata istrinya itu dalam-dalam.


"Tentu saja aku sangat cemburu sekaligus kesal" jawab Aaron.


"Apa!!" Adira terlihat kesal dengan jawaban dari suaminya.


"Kenapa masih bertanya seperti itu? Masih ingin menguji cintaku lagi?" tanya Aaron.


Adira pun tersenyum. " Tidak kak. Aku hanya bercanda.. jangan marah..."


"Aku tidak akan marah tapi dengan satu syarat!" ucap Aaron membuat Adira mengernyitkan keningnya.


"Syarat apa itu?" tanya Adira


Aaron mendekatkan wajahnya dan mencium bibir ranum istrinya itu sebentar.


"Ayo kita beri Aarash seorang adik..." ucap Aaron


Adira memukul dada suaminya yang sedang terkekeh itu.


"Aarash belum genap 1 tahun. Tunggulah sebentar lagi" jawab Adira


"Baiklah sayang... aku mencintaimu.." Aaron kembali mencium bibir istrinya itu dan Adira pun membalas ciuman suaminya itu.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Tidak ada yang bisa merubah takdir yang telah digariskan Tuhan. Tapi... hari ini aku ingin bilang, bahwa Aaron adalah takdir cinta untuk Adira....


by. Adira Callysta


-The End-



🌺🌺🌺


Terima kasih untuk pembaca setia TCA yang terus mengikuti sampai akhir kisah cinta Aaron dan Adira.


Terimakasih untuk support dan semangat dari kalian yang telah meramaikan TCA.


Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan. Semoga TCA bisa menghibur kalian para reader....


Saya undur diri dulu dan sampai jumpa dikarya saya berikutnya.


By....


-Fajar Riyanti-


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Terimakasih untuk Visual pendukung, couple Pon & Bua


__ADS_1




__ADS_2