
Sebuah mobil berhenti di kediaman Aaron. Aaron turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk. Adira ikut turun dan berlari mengejar Aaron
"Kak tunggu.." seru Adira
Aaron tak mempedulikannya dan terus melangkahkan kakinya. Adira berlari sedikit lebih cepat dan menghadang didepannya.
"Kenapa cepat sekali? Apa kamu marah padaku?" tanya Adira
"Tidak!" Aaron hendak melangkah tapi Adira Kembali menahannya "ada apa lagi?"
"Kakak belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya. Kakak tau sesuatu tentang Kevin kan?" tanya Adira
Aaron menyipitkan matanya dan membuang nafas kasar
"Sudah bertemu Kevin bukan? Tanyakan saja padanya, jangan padaku" jawab Aaron cuek
Sebenarnya Aaron memang sedikit kesal karena tadi Adira lebih memilih pergi bersama Kevin dan meninggalkan rumah kakeknya. Ia jadi harus beralasan pada kakeknya
"Minggir, aku mau lewat" Aaron berjalan melewati Adira
Adira menatap punggung Aaron dan mendengus kesal "kenapa tiba-tiba dia seperti itu? huufff..."
⚡⚡⚡
Kevin menatap wanita didepannya dengan kesal
"Mama harus memberi penjelasan padaku. Kenapa Adira bisa menikah dengan kak Aaron ma!!"seru Kevin
"Kevin! Mama melakukan ini untuk kebaikan kamu" ucap Amira
"Kebaikan apa yang mama maksud hah!!" teriak Kevin kesal
"Mama tidak mau kamu menikahi gadis seperti itu. Mama sudah mengatur perjodohan kamu dengan Clara. Dia lebih sepadan dengan keluarga kita Kevin!" seru Amira
Kevin tersenyum kecut " Lalu kenapa dia harus menikah dengan kak Aaron? Kenapa tidak mama batalkan saja acara pernikahan kami waktu itu!!"
Amira menghela nafas panjang "Mama sengaja melakukan itu supaya kamu tidak mengejar gadis itu terus. Dengan susah payah mama bisa menjadi satu-satunya nyonya Arya Adiguna, kamu jangan merusak rencana mama"
Kevin tau, sepertinya berdebat dengan mamanya tidak akan menyelesaikan masalah. Sepertinya ia harus sedikit menurut, setidaknya agar ia bisa keluar dan tidak terus disembunyikan seperti ini.
"Baiklah, aku tidak akan mengejar Adira lagi. Tapi Kevin ingin pulang ke rumah. Kevin juga harus kuliah"
Amira tersenyum senang dan mengelus pipi Kevin "baiklah ayo kita pulang"
Kevin melenggang keluar masih dengan wajah tidak senangnya dan diikuti oleh Amira dibelakangnya
Sesampainya di rumah Arya Adiguna terlihat begitu marah melihat Kevin pulang
__ADS_1
"Masih ingat pulang kamu hah!!! Kamu hampir saja membuat malu keluarga kita!" seru tuan Arya
Amira segera menghampiri suaminya itu dan mencoba menenangkannya
"Sudah yah biarkan saja. Kevin masih belum cukup dewasa. Biarkan dia menikmati masa mudanya terlebih dahulu" ucap Amira dengan lembut
Kevin menyeringai melihat akting mamanya itu. Ia pun melenggang pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
"Kamu lihat kan? Dia sudah tidak punya sopan santun!"
Arya Adiguna melangkahkan kakinya pergi meninggalkan istrinya. Amira hanya menarik nafas panjang dan tersenyum senang. Setidaknya putra kesayangannya sudah kembali dan tidak jadi menikah dengan Adira. Sekarang tinggal bagaimana agar Kevin mau dijodohkan dengan Clara Mahendra Putri tunggal dari keluarga Mahendra yang otomatis seluruh kekayaan keluarga Mahendra akan diwariskan padanya.
⚡⚡⚡
Adira menarik lengan Aaron yang hendak membuka pintu kamar
"Kak, kakak mau kemana lagi? Ini sudah malam" tanya Adira
"Aku masih ada beberapa kerjaan. Kamu tidurlah lebih dulu" jawab Aaron tanpa menoleh ke arah Adira
Aaron membuka pintu dan menutupnya sedikit kasar "Braakkk"
"Sebenarnya dia kenapa sih?" gumam Adira
Adira berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuhnya disana.
Di pagi hari Adira terbangun dan tidak mendapati Aaron disebelahnya.
Adira beranjak bangun dan membuka pintu kamar. Terlihat Elsa berjalan ke arahnya
"Nona Adira sudah bangun?" tanya Elsa
Adira mengangguk dan tersenyum "iya aku akan ke ruang kerja kak Aaron, sepertinya dia tertidur disana semalam"
"Maaf Nona tapi tuan Aaron sudah berangkat dari setengah jam yang lalu"
"Apa??? Kenapa aku tidak tau? tumben sekali dia berangkat lebih awal?"
"Maaf Nona saya juga tidak tau. Tuan Aaron juga tidak sempat sarapan. Dia hanya menitipkan ini untuk diberikan pada Nona" Elsa memberikan sebuah ponsel baru
Adira menerima ponsel itu dari tangan Elsa "terimakasih"
"Sama-sama Nona. Kalau begitu saya permisi dulu Nona. Kalau nona mau sarapan, sarapannya sudah saya siapkan di meja makan" ucap Elsa
"Iya baiklah"
Elsa berjalan pergi meninggalkan Adira. Adira hanya menatap ponsel ditangannya. Sepertinya Aaron marah padanya karena semalam ia pergi meninggalkan pesta begitu saja. Adira mencoba menghubungi nomor Aaron yang sudah ada dalam daftar kontak tapi Aaron tidak mengangkat telefonnya. Beberapa kali Adira mencoba tapi tetap tidak ada jawaban. Adira bergegas masuk kembali kedalam kamar untuk mandi. Ia akan bersiap dan pergi mengunjungi kantor Aaron
__ADS_1
Pagi menjelang siang. Jack masuk dan memberi tau kan kalau Stella datang untuk menemui Aaron. Sebelumnya Aaron menolak untuk bertemu dengan Stella tapi Stella yang mendengarnya langsung menerobos masuk.
"Kenapa kamu tidak ingin menemui ku?" tanya Stella
"Kontrak kerja sama kita sudah berakhir bukan?" ucap Aaron
"Ini bukan masalah pekerjaan, ada hal lain yang ingin aku bicarakan" ucap Stella
"Baiklah"
Aaron melihat ke arah Jack dan Jack pun langsung mengerti. Jack meninggalkan ruangan Aaron dan hanya menutup sedikit pintu itu. Karena ia tau kalau tuannya paling tidak suka kalau harus berdua hanya dengan seorang wanita. Ya kecuali Adira karena sekarang Adira adalah istrinya.
"Katakan ada apa? Aku hanya akan memberimu waktu lima menit" ucap Aaron
Stella berjalan mendekat dan memandang Aaron "Kenapa? kenapa bukan aku? bertahun-tahun aku menunggumu. Aku bisa seperti sekarang ini karena aku ingin kamu bisa melihat kalau diluar sana banyak pria yang begitu menginginkan aku. Kenapa kamu tidak?"
Aaron hanya menatap Stella datar
"Hanya itu yang ingin kamu katakan? Kamu sudah tau jawabannya untuk apa masih bertanya" ucap Aaron
"Aku ingin mendengar langsung dari mulut mu" ucap Stella
Aaron mengambil nafas dan menatap lekat mata Stella "aku tidak menginginkanmu.. tidak pernah..."
Hati Stella seketika hancur mendengar pengakuan Aaron.
Diluar gedung Adira turun dari taxi dan berjalan masuk kedalam gedung. Ia melihat Jack yang baru keluar dari dalam lift dan Adira berlari ke arahnya.
"Nona Adira? Kenapa nona ada disini?" tanya Jack saat melihat Adira sudah berdiri didepannya dengan nafas terengah-engah
"Aku ingin menemui kak Aaron" ucap Adira
"Baiklah mari saya antar nona" ucap Jack
"Tidak.. tidak... Aku akan naik sendiri saja" tolak Adira
"Baiklah nona, ruangan tuan Aaron ada di lantai paling atas" Jack menekankan tombol lift untuk Adira. Adira pun masuk kedalam lift dan pintu lift kembali tertutup.
Adira melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift dan berjalan ke arah ruangan Aaron. Ia melihat pintu ruangan itu sedikit terbuka dan ia pun mendekat. Dari luar ia mendengar Aaron seperti sedang berbicara dengan seseorang. Adira melihat dari pintu siapa yang sedang berbicara dengan suaminya itu. Ia melihat Stella dan Aaron yang sedang berdiri berhadapan
"Waktumu sudah habis. Sekarang keluarlah" ucap Aaron
"Tapi aku mencintaimu Aaron" Dengan cepat Stella menangkup wajah Aaron dan mencium bibirnya
Deg
Mata Adira membulat melihat pemandangan didepannya itu. Badannya seketika terasa lemas. Nafasnya memburu dan bibirnya bergetar.
__ADS_1
⚡⚡⚡
💞Mohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya 🙏🤭💞