Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 39 : TCA. Percobaan pembunuhan.


__ADS_3

Pagi ini Adira bangun lebih awal setelah mereka melewati malam panjang mereka diatas ranjang dan saling melepas rindu.


Ditatapnya wajah tampan suaminya yang masih tidur terlelap sambil memeluknya.


"Dulu saat menikah denganmu, aku pikir aku telah membangun sebuah neraka. Tapi sekarang, kamu adalah orang yang membuat aku sangat-sangat takut kehilanganmu" batin Adira.


Aaron membuka matanya membuat Adira kaget karena ternyata suaminya itu sudah bangun.


"Masih belum puas memandangi wajahku" ledek Aaron yang membuat wajah Adira merona merah.


Aaron begitu gemas melihat wajah istrinya yang tersipu malu itu.


"hhmmm kak... Aku lupa memberi taumu kalau semalam aku bertemu dengan pria yang ada difoto bersama dengan ibumu. Aku juga pernah melihatnya di pernikahan Kevin waktu itu" ucap Adira membuat Aaron mengangkat sedikit kepalanya dan menatap mata istrinya itu.


Aaron pun nampak berfikir sejenak.


"Tidak usah memikirkan hal itu. Biar aku yang mengurusnya" ucap Aaron.


Mereka pun saling memandang dan terdiam sejenak.


"Apa tidak apa-apa kak, jika Stella mendekam di penjara?" tanya Adira.


"Dia harus diberi sedikit pelajaran. Tidak masalah, biar dia bisa instrospeksi diri didalam sana" Jawab Aaron.


"Aku sedikit khawatir jika itu akan menganggu mentalnya" Adira merasa sedih mengingat nasib Stella yang seorang model terkenal tiba-tiba harus mendekam didalam penjara.


Aaron menyentuh wajah istrinya dengan tangannya.


"Hei kucing betina.. dengarkan aku. Jangan mudah simpatik dan merasa iba dengan seseorang. Bisa saja mereka hanya akan memanfaatkan itu darimu untuk menjatuhkanmu" ucap Aaron.


Adira pun nampak terdiam mendengar ucapan suami itu. Sebelumnya ia merasa simpatik pada Alina yang terus memohon padanya untuk kembali pada suaminya hingga akhirnya ia dan suaminya harus bertengkar dan membuat mereka berpisah.


"Tidak usah berfikir yang terlalu berat. Jaga kesehatan mu dan calon anak kita ini" ucap Aaron sambil mengusap perut istrinya dari balik selimut.


"Terimakasih kak.. kamu selalu menjagaku" ucap Adira menatap lembut mata suaminya.


"Aku akan selalu menjaga mu dan anak kita sampai akhir hayatku" ucap Aaron.


Adira membungkukkan mulut Aaron dengan tangannya. "Jangan bicara seperti itu kak, aku tidak ingin kehilanganmu. Jangan pernah tinggalkan aku"


Aaron menurunkan tangan Adira dari mulutnya dan tersenyum hangat pada istrinya itu.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Tidak akan..."


Adira mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir suaminya.


💖💖💖


Hari ini Aaron sengaja mengambil libur dan menyuruh Jack untuk menghandle semua pekerjaannya. Ia menemani istrinya untuk cek kandungan dan berkunjung ke rumah kakeknya untuk memberi tahukan kabar bahagia itu. Kakek Brama sangat senang sekali mendengar kabar kehamilan Adira. Beliau pun tak bisa membendung air matanya dan menangis bahagia.


Sepulang dari rumah kakek Brama, kini Aaron dan Adira tengah jalan-jalan ditaman. Aaron terus menggenggam erat tangan istrinya itu.


Mereka pun menghentikan langkahnya saat melihat Alina dan Denis juga sedang berjalan dari arah berlawanan.

__ADS_1


Denis dan Alina yang melihat mereka pun ikut menghentikan langkahnya.


Aaron menoleh ke arah Adira dan tersenyum padanya. Ia membawa Adira melangkah mendekat ke arah Denis dan Alina disana.


Aaron menatap ke arah Alina yang juga sedang menatapnya.


"Hari ini didepan istriku aku ingin bilang padamu" Aaron menjeda ucapannya dan mengambil nafas panjang. "Apa yang terjadi diantara kita hanyalah masa lalu. Sekarang, aku hanya mencintai istriku, Adira. Dan hanya dengannya lah aku ingin menghabiskan sisa hidupku. Aku harap kamu bisa menerima kenyataan ini dan mulailah hidupmu yang baru, Alina"


Aaron menoleh ke arah istrinya yang juga sedang melihat ke arahnya. Digenggamnya semakin erat tangan istrinya itu.


Aaron kembali membawa Adira melangkah meninggalkan Alina dan Denis disana.


Alina hanya tertunduk lemas dan Denis pun memegangi kedua bahunya untuk menguatkan Alina.


Setelah berjalan cukup jauh, Adira menghentikan langkahnya dan membuat Aaron berbalik menghadapnya. Ditatapnya dalam mata suaminya itu


"Terimakasih kak.. untuk cinta yang kamu berikan untukku... Aku mencintaimu..."


Adira menangkup wajah suaminya dan sedikit berjinjit. Lalu ia mencium bibir suaminya.


💖💖💖


Malamnya...


Aaron keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati istrinya sudah tertidur di atas ranjang. Aaron pun berjalan mendekat dan ikut naik ke atas ranjang. Ia pun menyelimuti tubuh istrinya itu lalu mencium rambutnya.


Aaron pun turun dari atas ranjang dan melangkahkan kakinya keluar kamar. Ia berjalan ke lantai atas menuju ruang kerjanya. Jack sudah menunggunya disana. Aaron pun duduk dikursinya.


"Tuan.. saya sudah menemukan dimana pria itu tinggal. Selama 20 tahun ini pria itu sudah bersembunyi, sebaiknya kita segera menemuinya dan menyuruhnya untuk memberikan klarifikasi kebenaran foto-foto itu tuan. Juga untuk membersihkan kembali nama ibu anda, yaitu nyonya Andini" ucap Jack.


"Baik tuan"


Akhirnya setelah 20 tahun lamanya, kini ia akan bisa membuktikan jika ibunya tidak pernah berkhianat pada ayahnya. Aaron sangat yakin jika ibunya tidak akan pernah melakukan hal serendah itu.


Sementara itu didalam kamar...


Seseorang masuk melalui jendela kaca ke kamar yang tidak terlalu terang itu karena Aaron hanya menyisakan lampu meja saja yang menyala.


Orang itu berjalan mengendap-endap mendekati ke arah ranjang dan tidak mendapati targetnya disana. Ia hanya mendapati seorang gadis muda yang tengah tertidur di atas ranjang itu.


Adira menggerak-gerakan kepalanya dan perlahan membuka matanya. Adira terlonjak kaget melihat seseorang dengan menggunakan penutup kepala tengah berdiri disamping ranjang dengan memegang sebelah pisau di tangan kanannya.


Pria itu langsung membungkam mulut Adira dengan tangan kirinya sebelum gadis itu sempat berteriak.


"hhhmmppppp"


"Diam!! Jangan berteriak atau aku akan membunuhmu" ujar pria itu sambil mengangkat pisau ditangan kanannya.


Adira hanya membulatkan matanya melihat pisau yang di arahkan padanya itu. Adira mencoba memberontak dan menendang perut pria itu dengan kakinya


Buukkkkkk


Tubuh pria itu pun terdorong kebelakang dan memegangi perutnya akibat tendangan dari kaki Adira.

__ADS_1


Adira tidak melewatkan kesempatan itu, ia pun berusaha bangun dan turun dari atas ranjang dan berusaha berlari ke arah pintu.


"Hei jangan lari!!" Pria itu berusaha mengejar Adira dan menahan tangannya.


Kreekkkk


Suara pintu dibuka, dengan sigap pria itu mengalungkan tangan kirinya dileher Adira. Dan menodongkan pisau ditangan kanannya keleher Adira.


Aaron membulatkan matanya kaget mendapati pemandangan didepannya itu.


"Jangan mendekat atau pisau ini akan menggores leher mulus gadis ini!!" Ancam pria itu sambil membawa Adira berjalan mundur.


Aaron pun mencoba tenang, ia tidak mau pria itu sampai menyakiti Adira.


"Lepaskan dia... Aku akan memberi apapun yang kamu mau" ucap Aaron hati-hati.


"Aku ingin nyawamu!! Kamu bisa menukar nyawa gadis ini dengan nyawamu!! ucap pria itu.


Adira menggelengkan kepalanya. "Jangan kak!! Jangan dengarkan dia!!"


"Diam kamu!!!" teriak pria itu pada Adira.


Adira hanya menjerit histeris karena takut dengan teriakan pria itu.


Tak.. tak...tak..


Terdengar suara beberapa langkah kaki menuju ke arah kamar Aaron. Pria itu pun langsung panik dan mendorong tubuh Adira kedepan. Dengan sigap Aaron berlari dan menangkap tubuh istrinya itu.


"Sialan!!" umpat pria itu sebelum berlari ke arah jendela kembali untuk bergegas keluar dari dalam kamar itu.


Jack datang bersama Anna dan Elsa...


"Tuan!!" seru Jack panik.


"Kejar dia!! Jangan sampai lolos" tunjuk Aaron ke arah jendela yang terbuka.


Jack pun mengerti dan langsung berlari keluar untuk mengejar pria itu.


Aaron menangkup wajah istrinya yang terlihat pucat karena ketakutan itu.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Aaron khawatir.


Adira menggelengkan kepalanya dan berhambur kepelukan suaminya.


"Aku takut sekali kak..."


Aaron membalas pelukan istrinya itu. "Tidak apa-apa. Aku ada disini".


Aaron tau, pria itu sebenarnya mengincarnya, bukan Adira. Ini pasti ada hubungannya dengan kembalinya pria yang berada dalam foto bersama dengan ibunya dulu. Ia harus segera menangkap pria itu dan tidak akan membiarkan masalah ini sampai berlarut-larut, karena bisa mengancam keselamatan istrinya dan calon anaknya.


⭐⭐⭐


💖 Dukung terus author ya kakak2... silahkan beri like, komen, vote dan hadiahnya 💖

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2