
Aaron tengah duduk dikursi kebesarannya sambil sesekali tersenyum mengingat kejadian malam itu di kamar hotel. Awalnya ia memang tidak ada perasaan apapun terhadap gadis itu. Ia hanya kasihan jika gadis itu harus menanggung malu karena ditinggal dipelaminan oleh calon suaminya. Apalagi jika melihat paman dan bibinya yang sepertinya juga tidak begitu menyayangi Adira. Belum lagi Amira yang sengaja merencanakan semua itu, menyembunyikan Kevin di hari pernikahannya dengan Adira.
Memikirkan semua itu membuat Aaron semakin ingin melindungi dan menjaga Adira. Ia tidak akan melepaskannya untuk siapapun, termasuk Kevin adiknya.
"Kucing betina, aku tidak akan pernah melepaskanmu" gumam Aaron sambil menyunggingkan senyum.
🎶Du..du..du...🎶
Aaron meraih ponselnya diatas meja. Ada panggilan masuk dari kakeknya yang mengundangnya untuk makan malam dan menginap dirumahnya. Aaron pun menyetujui dan segera menelfon istrinya.
Sementara itu di kediaman Al-Devano.
Adira tengah merebahkan dirinya di atas ranjang sambil memandangi foto suaminya.
"Kenapa aku baru sadar kalau kak Aaron ternyata sangat tampan" Adira menyunggingkan senyum memandangi foto ditangannya itu.
Seketika senyum Adira menghilang dan nampak berfikir serius. "Tapi.. apa kak Aaron benar-benar mencintaiku? Sementara disekelilingnya ada wanita cantik seperti Stella".
Adira nampak terdiam sejenak "Ahh... Kenapa aku jadi memikirkan hal seperti itu. Kami sudah pernah melakukannya di hotel. Tidak mungkin kalau dia tidak benar-benar mencintaiku"
🎶Du..du..du..🎶
Terdengar suara ponsel Adira berdering. Adira meraba-raba lemari kecil samping ranjang dan meraih ponselnya. Ada panggilan masuk dari Aaron.
"Halo kak. Kenapa menelfon?" tanya Adira
"Apa aku tidak boleh menelfon istriku sendiri?" tanya Aaron balik
"Bukan begitu kak. Cuma tumben sekali kakak menelfonku jam segini. Sebentar lagi juga kakak akan pulang kan?"
"Aku hanya ingin memberi tahumu kalau kakek mengundang kita untuk makan malam dan menginap disana. Jadi bersiaplah, aku akan menjemputmu sekarang!"
"Baiklah, aku akan bersiap"
Tut..Tut..Tut...
Sambungan telefon terputus dan Adira segera bergegas bangun dan bersiap.
Selang satu jam Aaron sudah pulang untuk menjemput istrinya. Aaron kembali menaiki mobilnya bersama dengan Adira. Kali ini ia membawa mobilnya sendiri dan tidak menyuruh Jack untuk ikut.
Sesampainya dikediaman kakeknya. Aaron membukakan pintu mobil untuk Adira dan menggandeng tangannya.
"Apa kita harus menginap kak?" tanya Adira
"Tidak masalah. Kita akan pulang besok" jawab Aaron
"Baiklah"
Adira hendak melangkah tapi Aaron kembali menahan tangannya dan membuat Adira kembali menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Ada apa lagi kak?" tanya Adira karena Aaron terus menatapnya
"Kevin dan tunangannya juga ada didalam" kalimat Aaron membuat Adira terdiam. Apa malam ini ia harus duduk satu meja dengan suami dan mantan kekasihnya itu.
Adira menghela nafas panjang dan mencoba tersenyum. "Tidak masalah kak"
"Baiklah. Ayo kita masuk" ajak Aaron
Aaron membawa Adira masuk kedalam kediaman kakeknya. Seorang pelayan wanita sudah menunggu mereka didepan dan membawa mereka melangkah menuju ruang makan. Disana kakek Brama sudah duduk bersama dengan Kevin dan Clara. Kedatangan mereka disambut senyum oleh kakek Brama. Sementara Kevin seperti enggan melihat ke arah kedatangan Aaron dan Adira.
Mereka pun duduk dan menikmati hidangan makan malam. Suasana di meja makan nampak tegang. Kakek Brama pun bisa merasakan itu. Selesai makan kakek Brama mengajak Aaron untuk datang keruangan pribadinya.
"Antarkan dulu istrimu ke kamar. Setelah itu datanglah keruangan kakek" titah kakek Brama lalu melenggang pergi meninggalkan meja makan
Aaron menggandeng tangan Adira dan mengajak Adira pergi menuju kamar yang akan mereka tempati.
Kevin hanya menatap kesal ke arah kepergian suami istri itu.
Clara pun ikut kesal karena Kevin terus memperhatikan Adira. Padahal mereka sudah menghabiskan malam itu di hotel. Tapi seperti tidak berkesan sama sekali untuk Kevin.
Sesampainya didalam kamar
"Kamu istirahatlah. Aku akan menemui kakek sebentar" ucap Aaron
Adira menahan tangan Aaron agar tidak terlepas. "Jangan lama-lama kak"
Aaron membelai wajah Adira dan mencium bibirnya sebentar. "Aku tidak akan lama"
Adira pun melepaskan tangan suaminya itu dan melihat suaminya pergi meninggalkan kamar itu.
"Baru jam 9, aku keluar sebentar untuk cari angin ahh.." gumam Adira
Adira beranjak bangun dan melenggang keluar dari dalam kamar. Adira berfikir untuk naik ke balkon saja dan melihat-lihat dari sana. Ia pun melangkahkan kakinya menaiki tangga.
Adira melewati sebuah kamar dan seseorang membuka pintu kamar itu lalu menarik tangannya membawanya masuk ke dalam kamar.
"Kevin apa yang..."
Kevin menaruh jari telunjuknya di bibir Adira "Ssttttt... "
Kevin memepetkan tubuh Adira ketembok dan memegangi pergelangan tangannya.
"Kevin lepaskan aku!" Adira mencoba memberontak
"Jangan berteriak Adira. Atau akan ada yang melihat mu didalam kamarku". Kevin menjeda ucapannya "Menurutmu bagaimana jika kakakku itu tau kalau sekarang istrinya sedang bersama adiknya didalam kamar?"
"Kevin!!!'
"Sstttt.. aku bilang jangan berteriak. Atau mereka akan mendengar suaramu"
"Katakan apa maumu Kevin?!" tanya Adira agar Kevin cepat melepaskannya.
__ADS_1
Kevin membelai wajah Adira namun Adira menyingkirkan tangan Kevin dari wajahnya.
"Aku ingin menikmati tubuhmu"
Plakkkk
Adira menampar wajah Kevin karena kesal atas ucapan Kevin.
"Kamu sudah gila Kevin!" seru Adira
"Ya! Aku gila karena kamu!! Satu tahun kita pacaran tapi dengan mudahnya kamu berpaling pada kakakku" mata Kevin mulai berkaca-kaca dan wajahnya memerah karena menahan marah.
"Kamu pikir! Aku tinggal satu atap, satu kamar bahkan satu ranjang dengannya setiap hari. Dengan keadaan seperti itu bagaimana mungkin aku sebagai seorang perempuan tidak luluh. Apalagi kak Aaron begitu perhatian padaku"
"Apa kamu bilang! Perhatian? Menurut kamu selama ini aku tidak perhatian padamu hah! Atau jangan-jangan kamu sama saja seperti paman dan bibimu itu yang matre. Karena kakakku itu jauh lebih mapan dariku makanya kamu berpaling padanya kan!!"
"Cukup Kevin!!!"
Kevin menarik tangan Adira dan menghempaskan tubuh Adira ke atas ranjangnya.
"Aku ingin lihat bagaimana perasaan kakakku jika melihat istrinya sedang bermesraan dengan adiknya di dalam kamar adiknya" ucap Kevin sambil melepaskan bajunya.
"Kevin jangan Kevin!"
Adira hendak bangun tapi Kevin menahannya dan kini sudah menumpuk diatas tubuh Adira.
"Jika kamu berteriak, akan ada yang datang dan mengira kamulah yang sudah menggodaku karena ini adalah kamarku. Kamu yang mengantarkan dirimu kesini bukan?"
Air mata Adira mulai menetes "Tolong lepaskan aku Kevin"
"Jika kamu menurut, aku akan melepaskan kamu dengan cepat tanpa ada yang melihat kita disini"
"hhhmmppppp" Kevin mulai mencium bibir Adira dengan ganas.
Adira hendak memberontak tapi Kevin memegangi kedua pergelangan tangannya. Kini ciuman Kevin mulai turun ke leher Adira
"Tidak Kevin! Jangan!" Adira mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Kevin.
Adira menggigit telinga Kevin dan mendorong tubuh Kevin hingga berguling ke samping. Adira langsung beranjak bangun dan Kevin memegangi telinganya yang sakit karena gigitan Adira tadi.
Adira segera berlari ke arah pintu dan membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci itu. Saat sudah di luar kamar Kevin dengan nafas yang masih memburu dan penampilan yang sudah acak-acakan, ia melihat Aaron yang sedang berjalan lalu berhenti dan melihat ke arahnya.
Adira nampak gugup dan badannya bergetar karena Aaron menatapnya dengan tajam sambil melangkahkan kakinya menuju ke arahnya.
Kini Aaron sudah berdiri tepat dihadapan Adira yang terlihat sangat ketakutan. Aaron menoleh kedalam kamar Kevin yang pintunya masih terbuka dan mendapati Kevin yang masih terduduk diatas ranjangnya sambil bertelanjang dada. Aaron Kembali mengarahkan pandangannya pada Adira yang diam tertunduk. Ditariknya tangan istrinya itu dengan kasar dan dibawanya berjalan menuruni tangga.
Clara yang juga ada dilantai atas dan tadi membuka pintu kamarnya hendak keluar. Ia pun melihat saat tadi Adira keluar dari dalam kamar Kevin dengan penampilan yang sangat kacau. Ia bisa menebak apa yang sudah terjadi didalam sana sebelumnya.
Clara mengepalkan tangannya "awas kamu Adira! Aku akan buat perhitungan dengan kamu!"
💢💢💢💢💢
__ADS_1
💞Mohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya 🙏🤭
Terimakasih💞