
Jack kembali ke ruang meeting dan membisikkan sesuatu di telinga Aaron. Aaron langsung menutup rapat dan bergegas mengajak Jack untuk pulang
Sesampainya dirumah Aaron dengan sedikit berlari menuju ke dalam dan melihat Adira yang sedang duduk tertunduk di sofa sambil meremas tangannya. Wajah gadis itu terlihat takut. Di depan Adira duduklah seorang pria tua yang duduk dengan tegak sambil menatap tajam ke arah Adira
"Kakek" ucap Aaron
Adira mendongak dan melihat ke arah Aaron. Ia seperti melihat seorang pahlawan super yang akan menyelamatkannya
Aaron berjalan dan duduk disamping Adira
"Kapan kakek datang?" tanya Aaron
Kakek memandang ke arah Aaron
"Ada pernikahan tapi tidak ada yang memberi tahuku. Apa kalian sudah tidak menganggap ku hah!" Tuan Brama Adiguna terlihat sangat marah
"Maaf kek, kami tidak bermaksud untuk tidak memberi tau kakek. Semuanya terjadi begitu cepat" bela Aaron mencoba memberikan penjelasan
Kakek Brama manggut-manggut mendengar penjelasan cucunya itu. Marahnya seketika mereda
"Lalu kenapa kamu masih bekerja? Kenapa tidak membawa istrimu ini untuk berbulan madu?"
Aaron melihat ke arah Adira lalu kembali melihat ke arah kakek "Aku masih banyak pekerjaan kek, jadi belum ada waktu untuk memikirkan itu"
"Kamu kan bisa menyuruh sekertaris mu itu untuk menghandle semuanya" kakek menunjuk ke arah Jack yang masih berdiri disana
"Maaf kek, nanti kami berdua akan berdiskusi untuk itu" ucap Aaron tidak ingin memperpanjang masalah
Kakek melihat ke arah tangan dua pasangan didepannya "kenapa tidak ada cincin di jari kalian?"
Aaron Kembali teringat kalau dia sudah membeli cincin sebelumnya tapi ia lupa untuk memberi tau Adira karena kejadian kemarin bersama bibi Adira. Adira melihat ke arah Aaron. Adira juga sudah melepaskan cincinnya karena ia kecewa dengan Kevin dan masih belum bisa menerima pernikahannya dengan Aaron
Aaron menyuruh Jack untuk mengambil cincin itu di ruang kerjanya dan Jack segera mengambilkan lalu memberikannya
Aaron membuka kotak itu dan mengambil satu cincin. Ia menatap Adira dan sedikit mengangguk. Adira pun paham kalau mereka harus berakting di depan kakeknya itu. Untuk sementara Adira akan mencoba berdamai dengan keadaan sampai nanti Kevin kembali padanya. Aaron memasangkan cincin itu di jari manis Adira
"Maafkan aku karena terlambat memberikannya" ucap Aaron
Adira tersenyum dan mengambil cincin satunya lagi dan memasangkan di jari Aaron. Ia mencoba bersikap manis di depan kakek.
Kakek terlihat senang melihat dua pasangan itu
"Siapa namamu?" tanya kakek menunjuk ke arah Adira
Adira melihat ke arah Aaron dan Aaron menganggukkan kepalanya
Adira kembali melihat ke arah kakek "Nama saya Adira"
"Baiklah, karena kakek sudah berada disini maka kakek akan menginap disini malam ini"
"Tapi kek..."
"Kenapa? Kamu tidak suka kakek menginap disini?"
"Bukan kek, Aaron akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar untuk kakek"
Aaron tidak ingin kakeknya curiga akhirnya ia menyetujui kakeknya untuk bermalam di rumahnya. Walaupun sebenarnya tidak ada yang salah dengan pernikahan itu. Tapi tentunya kakek akan sangat kecewa jika tau ia hanya pengganti untuk Kevin.
Didalam kamar Adira memegangi dadanya karena ketegangan yang terjadi sejak dari siang. Selama makan malam tadi suasana nampak mencekam. Wajah kakek Brama terlihat begitu galak sehingga Adira tidak berani berkata banyak
"Kenapa kakak tidak bilang kalau kakek mu akan datang berkunjung?"
__ADS_1
"Aku juga tidak tau kalau kakek akan datang secepat ini" ucap Aaron sambil menutup pintu
Adira berjalan ke arah sofa dan duduk disana. Sementara Aaron pun berjalan ke arah ranjangnya.
Terdengar suara ketukan pintu, Aaron membukakan pintu dan melihat kakeknya sudah berdiri disana. Adira yang tengah duduk disofa pun langsung berdiri
"Kakek ada apa? Kenapa kakek belum tidur?" tanya Aaron
"Kakek hanya ingin melihat kalian"
Mata kakek Brama tertuju pada Adira yang tengah berdiri didekat sofa dan melihat ada bantal dan selimut disana
"Kenapa ada bantal dan selimut di sofa? Apa kalian berdua sedang bertengkar?" tanya Kakek curiga
Pertanyaan kakek sontak membuat Aaron dan Adira kaget karena memang mereka belum pernah tidur satu ranjang yang sama.
"Taruh bantal itu ditempat nya kembali?" Perintah kakek tegas menunjuk ke arah Adira
Dengan ragu-ragu Adira mengambil bantal itu dan meletakkannya di atas ranjang
"Setelah ini kakek tidak mau melihat ada bantal di sofa lagi. Sekarang kalian tidurlah" ucap tuan Brama
Tuan Brama bergegas meninggalkan kamar itu dan Aaron kembali menutup pintunya. Ia menutup matanya dan menghela nafas lega. Ia melihat ke arah Adira yang masih berdiri terpaku di samping ranjang.
Aaron mendekat "Sebaiknya kamu tidur saja di ranjang. Kakek bisa datang kapan saja"
Adira menatap curiga ke arah Aaron. Aaron seakan mengerti apa yang Adira takutkan
"Tenang saja, aku tidak akan pernah menyentuhmu. Kecuali kamu yang memintanya duluan" ucap Aaron
"Cih, aku tidak akan pernah meminta nya duluan darimu"
"Kita lihat saja nanti" Aaron menarik selimut dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang
"Kak"
"hhmmm"
"Kakak juga belum tidur?" tanya Adira
Begitu polosnya Adira, bagaimana mungkin Aaron bisa tidur saat ia satu ranjang dengannya
Aaron membuka matanya dan menoleh "Ada apa?"
"Apa kakek akan marah jika tau kita hanya menikah terpaksa?" tanya Adira
Aaron terdiam sejenak "Aku tidak tau tapi untuk sementara aku mohon jangan beritahu kakek"
"Ya aku mengerti" Adira menjeda ucapannya "kak"
"Ada apa lagi?"
"Menurut mu bagaimana Stella?"
"Kenapa malam-malam menanyakan hal tidak penting seperti itu?"
"Jelas saja itu sangat penting"
"Jangan mengajakku berdebat. Tidurlah" Aaron membalikkan tubuhnya dan memunggungi Adira
Adira mengguncang lengan Aaron "Kak jawab dulu pertanyaan ku"
__ADS_1
Karena Adira tidak bisa diam dan terus mengguncangnya akhirnya membuat Aaron kesal. Aaron membalikkan tubuhnya dengan cepat sehingga membuat wajahnya kini berada diatas wajah Adira. mata mereka saling bertemu.
"Apa yang ingin kamu dengar?" tanya Aaron datar
Adira mengerjip-ngerjipkan matanya "A.. aku hanya ingin mendengar pendapatmu saja"
"Pendapatku?"
Adira mengangguk pelan dan menunggu jawaban dari Aaron yang masih terdiam memandangnya
"Aku hanya akan mengatakan ini sekali"
Adira merasa begitu tegang dan penasaran dengan apa yang akan di ucapkan Aaron
"Aku mau bilang kalau ukuran mu tidak jauh lebih besar dari Stella"
"Apa???"
Aaron tersenyum puas melihat ekspresi Adira dan kembali membaringkan tubuhnya menunggungi istrinya itu
Adira bergegas duduk dan mulai mengumpat
"Dasar cabul! Bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu" Adira mulai meraba-raba dadanya sendiri
"Tapi memang ada benarnya juga" ucap Adira
Aaron hanya tersenyum mendengar umpatan dari istrinya itu.
Paginya Adira dan Aaron sudah rapi dan hendak keluar dari kamar. Adira menarik lengan Aaron yang hendak membuka pintu kamar
"Kak, jangan tinggalkan aku sendirian di rumah dengan kakekmu itu" rengek Adira
Aaron menghela nafas"Jangan takut, kakek itu orangnya sangat baik. Wajahnya saja yang terlihat galak tapi aslinya tidak. Kamu hanya belum mengenalnya saja"
"Tapi kak..."
Aaron menggandeng tangan Adira dan mengajaknya keluar.
Di ruang makan kakek Brama sudah menunggu mereka. Kakek tersenyum senang melihat kedatangan cucu dan cucu menantunya itu. Apalagi saat melihat mereka datang dengan bergandengan tangan. Pelayan Elsa dan pelayan Anna pun ikut tersenyum karena itu untuk pertama kalinya mereka terlihat mesra seperti itu di pagi hari
Aaron menarik kursi untuk Adira, setelah itu ia duduk disampingnya.
"Apa kamu akan pergi ke kantor?" tanya kakek saat melihat penampilan Aaron yang sudah rapi
"Aku masih ada beberapa pekerjaan kek jadi aku harus pergi. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku dan akan pulang lebih awal" jawab Aaron
"Kalau kamu kerja terus seperti ini, kapan kalian akan punya anak?"
"Uhukkkk.. uhukkkk" Adira yang sedang makan langsung tersedak saat mendengar ucapan kakek
Aaron mengambilkan gelas berisi air untuk Adira "minumlah, kamu tidak apa-apa?"
Adira menerima air itu dan meminumnya
"Luangkan waktumu untuk berdua bersama istrimu ini. Masalah pekerjaan serahkan pada sekertaris mu itu dulu" ucap kakek
"Baik kek"
"Selesai sarapan kakek juga harus pulang. Kakek akan menyiapkan pesta untuk kalian"
"Apa???" Seru Aaron dan Adira bersamaan
__ADS_1
🌺🌺🌺