Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 28 : TCA


__ADS_3

Alina Anggraini! Aaron kembali mengingat nama dan wajah gadis itu. Dia adalah cinta pertama Aaron. Seperti kata orang jika cinta pertama sulit untuk dilupakan, begitu pun Alina untuk Aaron.


"Apa yang sedang tuan pikirkan? Bukankah tuan sudah baikan dengan nona Adira?" tanya Jack saat melihat tuannya terus melamun sambil duduk dikursi kerjanya.


"Setelah sekian lama untuk apa dia kembali" ucap Aaron


"Maksud tuan nona Alina?" tanya Jack


Jelas Jack sangat mengenal Alina karena Jack sudah mengenal Aaron sejak kecil. Dulu ayah Jack adalah orang kepercayaan tuan Brama. Tapi sekarang ayahnya sudah pensiun karena sudah tua. Sejak kecil Jack sudah sering bermain bersama Aaron. Bahkan saat Aaron berpacaran dengan Alina, Jack lah yang selalu siap mengantar jemputnya.


"Kamu melihatnya?" tanya Aaron


"Saya melihat nona Alina turun dari dalam taxi dan masuk ke dalam villa semalam. Jadi saya pikir tuan juga pasti sudah bertemu dengannya. Apa tuan masih mencintai nona Alina?"


Pertanyaan Jack membuat Aaron mulai bimbang dengan perasaannya. Selama ini ia selalu menunggu dan merindukan Alina. Tapi sekarang Adira telah hadir dalam hidupnya dan memberikan banyak warna dalam hidupnya.


"Cinta memang rumit tuan. Jika dibandingkan dengan nona Adira, mungkin tuan dan nona Alina jauh lebih saling memahami satu sama lain karena kalian lebih lama bersama. Sedangkan dengan nona Adira tuan baru mengenalnya selama empat bulan ini. Tapi biar bagaimanapun, nona Adira adalah istri sah tuan, sedangkan nona Alina hanya masa lalu anda tuan. Saya harap tuan tidak terlalu terbawa perasaan kembali pada nona Alina. Karena itu akan mempengaruhi hubungan rumah tangga tuan dengan nona Adira" Jack coba memberi saran


"Ya aku tau itu" jawab Aaron


"Nona Alina memang terlihat jauh lebih dewasa. Berbeda dengan nona Adira yang mungkin masih sedikit kekanak-kanakan. Mungkin karena usia nona Adira yang masih cukup muda" ucap Jack lagi


"hhmmmmm.. Aku juga heran, kenapa Kevin dulu bisa berpacaran dengannya" ucap Aaron yang membuat Jack terkekeh


"Tapi tuan juga mau menikahinya" ledek Jack yang membuat Aaron teringat akan istrinya itu.


"Entahlah... Dia memang sedikit unik dan membuatku selalu merindukannya" ucap Aaron.


Jack tau jika tuannya itu memang sudah jatuh cinta pada Adira. Namun kehadiran Alina membuat Jack sedikit khawatir, apalagi Jack tau jika kepergian Alina bukan karena keinginannya. Tapi tuan Brama lah yang menyuruhnya untuk menjauhi Aaron saat itu. Jika nanti Aaron tau hal itu, takutnya Aaron akan terbawa perasaan kembali pada Alina.


Jack membuka pintu hendak keluar, ia melihat Stella yang sedang berjalan ke arahnya.


Kini Stella sudah berdiri tepat dihadapan Jack dan dengan gaya angkuhnya.


"Aku ingin bertemu dengan bos mu" ucap Stella dengan nada angkuh.


Jack langsung menoleh ke belakang dan melihat Aaron yang juga tengah melihat ke arahnya.


Aaron sudah mendengar suara Stella dari dalam. Walaupun dilarang, Stella juga pasti akan tetap memaksa masuk. Aaron mengalah dan berdiri disamping meja kerjanya.


"Biarkan dia masuk" ucap Aaron


Jack menepi dan mempersilahkan Stella masuk. Jack melangkahkan kakinya keluar saat Stella sudah berada didalam sana. Sebenarnya ia sedikit khawatir tentang apa yang akan dibicarakan Stella pada tuannya. Ini pasti menyangkut kehadiran Alina kembali. Tapi Jack yakin jika Aaron bisa bersikap dewasa dan mengambil keputusan yang bijak jika nanti dia sudah tau tentang kebenaran kepergian Alina dulu.


"Untuk apa kamu terus mencariku? Apa kamu tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu waktu ku?" Sindir Aaron


Stella hanya tersenyum kecut menanggapi sindiran Aaron.


"Kali ini kedatangan ku kemari bukan untukku. tapi untuk sahabatku, Alina" ucap Stella


Aaron mencoba bersikap biasa saja mendengar nama Alina disebut.


"Aku sudah tidak ada hubungan dengan Alina. Jadi kamu tidak perlu membahasnya di hadapanku" ucap Aaron


"Tapi ini tidak adil untuk Alina, Aaron!. Alina tidak bersalah dalam hal ini. Dia pergi bukan karena keinginannya. Tapi karena kakekmu yang menyuruhnya pergi untuk menjauhimu!!"


Kalimat terakhir membuat Aaron kaget dan mengangkat wajahnya menatap ke arah Stella.


"Aku tidak mengerti, jika kakekmu itu bisa menerima gadis miskin seperti Adira. Lalu kenapa tidak dengan Alina dulu. Sungguh malang nasib sahabatku itu" Stella melihat Aaron yang mulai terdiam dan sepertinya sudah termakan oleh kata-katanya.


"Ini akibatnya karena kamu telah berani mengancamku Aaron!. sekarang aku akan menghancurkan istri kecilmu itu dulu. setelah itu nanti akan kusingkirkan Alina saat aku sudah tidak lagi membutuhkannya. hahahahaa". batin Stella


Stella mendekat dan mengusap-usap dada Aaron dengan tangannya.


"Aku harap kamu bisa mencerna kata-kataku dengan baik" ucap Stella mengakhiri ucapannya sebelum ia pergi.

__ADS_1


Dilangkahkannya kaki Stella keluar dari ruangan kerja Aaron dengan senyum penuh kemenangan.


Selepas kepergian Stella, Aaron nampak murung dan berfikir jika selama ini ia telah salah paham pada Alina yang tiba-tiba saja pergi untuk meninggalkannya. Aaron mulai berfikir untuk menemui Alina dan meluruskan kesalah pahaman diantara mereka.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Sore itu Aaron sudah berada di depan perusahaan Denis. Ia menyuruh Jack untuk pulang lebih dulu karena ia masih ada sedikit urusan. Dilihatnya Denis yang keluar bersama dengan Alina melewati pintu utama. Ia ingat jika semalam Denis bilang kalau Alina akan bekerja di perusahaannya jadi Aaron sengaja datang kesana.


"Haii.. kok kamu ada disini? Tumben sekali, ada apa?" tanya Denis yang melihat Aaron berdiri didepan kantornya.


Aaron melihat ke arah Alina yang juga sedang menatap ke arahnya.


"Aku kemari untuk menjemput Alina" ucap Aaron


Denis dan Alina kaget mendengar ucapan Aaron. Mereka sama-sama melayangkan pandangan.


"Alina? Oh.. tentu saja, silahkan..." ucap Denis yang nampak heran karena sebelumnya Aaron sudah bilang jika tidak akan menemui Alina lagi karena ia sudah punya istri.


Aaron melihat ke arah Alina "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikutlah denganku"


Alina hanya terdiam dan melihat Aaron melangkahkan kakinya pergi menuju ke mobilnya yang terparkir disana. Ia pun mengikutinya dan kini sudah ikut duduk disebelah Aaron.


Aaron melajukan mobilnya meninggalkan halaman kantor Denis.


Malam itu didepan sebuah rumah kontrakan. Aaron dan Alina yang masih nampak sama-sama terdiam sejak dari kantor Denis tadi. Aaron tadi hanya menanyakan alamat rumah Alina saja di jalan.


Alina menoleh ke arah Aaron yang duduk di kursi pengemudi.


"Kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Alina karena Aaron masih tetap terdiam.


Aaron menoleh ke arah Alina dan memandang wajah cantik gadis yang pernah mengisi hatinya dulu.


"Aku ingin meminta maaf tentang apa yang sudah terjadi dulu. Maafkan atas sikap kakekku padamu" ucap Aaron yang membuat Alina sedih karena mengingat kejadian itu, dimana ia harus pergi meninggalkan Aaron dulu.


"hhhmmm... Aku sudah melupakannya. Kakekmu memang benar, jika aku tidak pantas untukmu" ucap Alina


"Aku akan mengantarmu turun" ucap Aaron yang lalu membuka pintu dan turun.


Aaron membukakan pintu mobil untuk Alina. Ia melihat kontrakan sederhana yang ditempati oleh Alina sekarang.


"Aku akan menyiapkan kamar apartemen untukmu. Jadi kamu tidak perlu tinggal disini lagi" ucap Aaron


Alina menatap mata Aaron dan memandangi wajah tampan yang selalu ia rindukan. Aaron masih saja begitu perhatian terhadapnya dan membuat hatinya terasa sakit mengingat Aaron yang sekarang sudah memiliki istri.


"Tidak perlu! Kamu tidak perlu bersikap baik terhadapku Aaron. Itu hanya akan semakin menyakiti hatiku" ucap Alina


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Aku melakukan ini hanya sebatas sebagai seorang teman saja" ucap Aaron yang membuat hati Alina semakin teriris.


"Teman?" tanya Alina masih tidak percaya jika Aaron benar-benar sudah menghilangkannya dari dalam hatinya.


Alina berhambur kepelukan Aaron dan mulai menangis disana.


"Aku sangat mencintai mu. Apakah di hatimu benar-benar sudah tidak ada aku lagi? hiks...hiks..."


Aaron hendak membalas pelukan Alina namun tidak jadi. Ia memegangi kedua bahu Alina dan membuat gadis itu melepaskan pelukannya.


Aaron menyeka air mata Alina. "Maafkan aku, kamu memiliki tempat tersendiri di hatiku. Aku harap kamu bisa melupakan aku dan hiduplah dengan baik"


Alina tidak percaya jika Aaron hanya akan berkata seperti itu disaat dia sudah tau jika kakeknya yang menyuruhnya pergi dulu.


Aaron berbalik dan hendak melangkah pergi tapi Alina kembali memeluknya dari belakang.


Aaron menghela nafas panjang dan melepaskan tangan Alina dari perutnya. Ia kembali melangkah dan masuk ke dalam mobil.


Air mata Alina Kembali menetes saat mobil Aaron pergi menjauh meninggalkan halaman kontrakannya.

__ADS_1


Di balik sana terlihat Stella yang tengah bersembunyi dan sudah mengabadikan momen-momen Alina dan Aaron tadi dengan senyum yang penuh arti.


"Ini sebagai koleksi untukku. Aku akan membutuhkannya nanti. Permainan baru saja di mulai Aaron. Sia-sia saja dulu aku menemui kakek Brama untuk membuatnya menyingkirkan Alina jika aku tetap tidak bisa memilikimu" gumam Stella


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Aaron berjalan masuk ke dalam rumah dan mendapati istrinya yang tengah berbaring tidur di atas sofa dengan tv yang masih menyala. Aaron mendekat dan berjongkok dengan satu kaki. Ia menatap wajah istrinya yang sedang tidur. Dibelainya rambutnya dan dicium keningnya.


Aaron membopong tubuh Adira dan membawanya masuk ke dalam kamar. Direbahkannya tubuh istrinya itu diatas ranjang dengan hati-hati agar tidak terbangun.


Adira memegang pergelangan tangan Aaron saat suaminya itu hendak kembali berdiri. Ia pun membuka matanya dan melihat wajah suaminya didepannya.


"Kenapa bangun?" tanya Aaron dan mulai duduk ditepi ranjang karena Adira terus memegangi tangannya.


"hhhhmmm... kakak sendiri kenapa baru pulang selarut ini?" tanya Adira balik


"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga" jawab Aaron.


"Pekerjaan apa? Apakah sangat penting?" tanya Adira lagi.


"Sangat penting. Tapi kamu tetap lebih penting" Jawab Aaron membuat Adira tersipu malu.


"Apa kakak sedang merayuku?" ledek Adira


"Untuk apa aku merayumu? Sudah malam, tidurlah. Dan tidak perlu berfikir yang aneh-aneh" ucap Aaron membuat Adira terkekeh


"Baiklah aku akan tidur. Tapi aku ingin tidur dalam pelukan suamiku" ucap Adira dengan nada manja


"hhmmmmm.. sekarang kamu yang sedang merayuku bukan?" ledek Aaron balik.


"Aku tidak sedang merayumu. Ya sudah kalau tidak mau!" Adira terlihat kesal dan tidur berbalik memunggungi Aaron


Aaron tersenyum dan membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Ia memeluk Adira dari belakang.


Aaron teringat ucapan Jack tentang sifat Adira yang memang kekanak-kanakan itu. Namun Aaron sangat menyukainya.


"Kenapa kamu cepat sekali marah?" Aaron mencium wangi rambut istrinya.


"Aku tidak marah... Sebenarnya aku hanya takut kehilanganmu saja kak" ucap Adira dengan suara sedikit serak


Aaron mengangkat kepalanya dan membalikkan tubuh istrinya itu. Ia melihat wajah Adira yang basah karena air matanya.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Aaron khawatir


Adira membenamkan wajahnya di dada Aaron.


"Aku menangis karena bahagia kak. Aku tidak tau seperti apa nasibku jika waktu itu kakak tidak menyelamatkan ku dari gagalnya pernikahanku dengan Kevin. Mungkin sekarang aku masih tinggal dengan paman dan bibiku" ucap Adira.


Aaron mengusap-usap rambut istrinya dan menciumnya .


"Dengarkan aku baik-baik. Apapun yang akan terjadi nanti, jangan pernah berfikir untuk pergi dari sisiku" ucap Aaron.


Adira menganggukkan kepalanya dalam pelukan Aaron.


Tak terasa matanya pun mulai terpejam karena ia memang masih sangat mengantuk.


Aaron melonggarkan pelukannya dan melihat istrinya itu sudah tertidur dengan wajah tanpa dosa.


"huufff.. bisa-bisanya dia langsung tertidur secepat ini. Aku bahkan belum mendapatkan jatahku" gumam Aaron


Aaron kembali memeluk tubuh istrinya dan ikut memejamkan matanya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


πŸ’žMohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya πŸ™πŸ€­

__ADS_1


TerimakasihπŸ’ž


__ADS_2