Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 8 TCA : Sedikit Titik Terang


__ADS_3

Selesai sarapan Aaron dan Adira mengantarkan kakek Brama sampai ke depan rumah. Setelah berpamitan mobil yang di naiki kakek Brama beserta dua pengawalnya pergi meninggalkan area rumah Aaron.


Adira menoleh ke arah Aaron dengan kesal "kenapa tidak memberi penolakan saat kakek bilang akan mengadakan pesta untuk kita?"


Aaron ikut menoleh ke arah Adira "aku tidak mungkin mengatakan itu di hadapan kakek. Kali ini aku mohon bekerja samalah"


Adira mendengus kesal dan tidak menjawab. Ia melenggang masuk kedalam rumah. Sebenarnya ia tidak ingin ada pesta perayaan apapun kecuali jika itu dengan Kevin.


Aaron hanya mengusap wajahnya gusar. Ia tidak bisa melawan keinginan kakeknya yang ingin mengadakan pesta. Melihat kondisi kakeknya yang sudah tua. Ia takut darah tinggi kakeknya akan kambuh jika ia menolak, apalagi jika kakeknya tau dia hanya sebagai pengganti.


Aaron masuk kedalam mobil, ia tau Adira pasti sangat kesal. Tapi ia juga tidak bisa berbuat banyak karena itu adalah keinginan kakek Brama.


Siang ini didalam gedung Maxim group. Jack dengan membawa sesuatu ditangannya masuk ke dalam ruangan Aaron setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ada apa?" Tanya Aaron


"Saya ingin memberi tahukan ini tuan" Jack memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat


Aaron menerima amplop itu dan membuka isinya. Wajahnya terlihat datar melihat isi amplop itu seakan tidak heran dengan isinya


"Apa kita perlu melakukan sesuatu dan memberi tau Nona Adira tuan?" tanya Jack


"Tidak, biarkan dia tau dengan sendirinya. Kakek akan mengadakan pesta, jika Adira tau soal ini maka ia akan menolak untuk datang ke pesta itu walaupun sekarang juga ia pasti menolaknya" jawab Aaron


"Baiklah tuan"


"Terimakasih untuk informasinya"


"Sama-sama tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" Jack melenggang pergi meninggalkan ruangan Aaron.


Selepas kepergian Jack, Aaron kembali melihat isi amplop itu. Semua seperti dugaannya selama ini.


🌺🌺🌺


Adira menerima telefon dari Reni. Ia segera bergegas menuju ke cafe dengan menggunakan taxi


"Apa kamu tidak salah lihat?" tanya Adira


"Aku tidak yakin Adira. Dia menutupi kepalanya dengan hoodie. Aku melihatnya tadi pagi saat akan berangkat kerja melewati taman. Dia bersama temannya yang biasa datang kemari" ucap Reni


"Maksud kamu Brian?" tanya Adira


"Ya itu, aku tidak begitu paham namanya. hehehehe" jawab Reni


"Berarti Brian tau dimana Kevin? Tapi waktu itu dia terlihat benar-benar seperti tidak tau apa-apa" Adira menjeda ucapannya sejenak "Kalau begitu aku akan menemui Brian lagi"

__ADS_1


Adira melangkahkan kakinya menuju universitas Bina Bangsa setelah sebelumnya ia datang ke kontrakan Brian tapi ternyata Brian belum pulang.


Adira mencoba bertanya pada beberapa mahasiswa disana. Setau Adira Brian satu jurusan dengan Kevin dan berada di semester yang sama sehingga tidak begitu sulit untuknya mencari Brian di kampus yang baru pertama kali ia menginjakkan kakinya


Adira berjalan ke arah kantin di kampus itu setelah beberapa kali bertanya. Ia mencoba mencari sosok Brian setelah berada di dalam kantin.


Disana, Brian tengah duduk dengan tiga orang teman cewek sedang menikmati makan sambil bersenda gurau. Tanpa ragu Adira melangkahkan kakinya menuju ke arah mereka


"Brian" panggil Adira


Seketika empat pasang mata langsung tertuju pada sumber suara itu


"Adira?" ucap Brian


"Aku bisa gak bicara sebentar sama kamu?" tanya Adira


Seorang diantara tiga gadis itu bangun dan menatap Adira dengan sinis


"Oh kamu yang namanya Adira?" Gadis itu melihat penampilan Adira dari atas sampai bawah "elu yang udah bikin Kevin nolak gue? Pakai pelet apa lu?"


"Maksud kamu apa?"


"Halahhh gak usah pura-pura deh. Cewek kayak elu itu pasti cuma modal tampang sama badan buat ngerayu cowok-cowok kaya. Iya kan!!!" Seru Gadis bernama Clara


"Jaga mulut kamu ya! Aku kesini ada urusan sama Brian, bukan kamu!!" tunjuk Adira pada Clara


"Siapa takut!"


"Dasar sialan!!!" Clara menjambak rambut Adira


Adira tidak mau kalah juga ikut menjambak rambut Clara


Brian dan dua teman lainnya langsung bangun. Brian coba melerai dua gadis itu


"Adira!! Clara!! Cukup!!!" seru Brian tapi tidak di gubris oleh kedua gadis itu


Sementara dua gadis teman Clara hanya asyik menonton dan membiarkannya.


Pengunjung kantin pun ikut menonton pertengkaran dua gadis itu. Clara tidak mau melepaskan tangannya dari rambut Adira dan Adira juga tidak mau melepaskan rambut Clara


Brian menarik pinggang Clara dan menariknya mundur, seorang pria lain juga menarik pinggang Adira sehingga Adira melepaskan tangannya dari rambut Clara


"Brian lepasin gue!!!" seru Clara


"Cukup Clara!! Kamu mau dilihat sama Dosen hah!!!"

__ADS_1


"Cih, awas kamu ya!" tunjuk Clara pada Adira


Brian melihat ke arah Adira "Adira sebaiknya kamu keluar, aku akan menemui kamu nanti diluar kampus"


Adira melepaskan tangan pria yang ada dipinggangnya dengan kasar. Ia kesal menatap gadis didepannya itu lalu melenggang pergi meninggalkan area kantin.


Adira terus mengumpat sendiri sambil keluar dari area kampus itu


"Adira tunggu" seru seseorang


Adira berbalik dan melihat Brian berlari ke arahnya


"Ada apa Adira?" tanya Brian dengan nafas terengah-engah


"Kamu pasti tau maksud kedatangan aku kesini" ucap Adira dengan nafas yang juga masih memburu


"Soal Kevin kan?" tanya Brian


"Katakan Brian, dimana Kevin??? Kamu tau kan?" seru Adira


"Pagi tadi Kevin memang menemui aku di taman, tapi setelah itu aku tidak tau lagi dia pergi kemana. Dia bilang jangan mencarinya di rumah"


Adira menarik baju Brian "kamu jangan bohong Brian!!'


"Sungguh Adira. Kevin hanya menanyakan tentang kamu karena dia bilang tidak melihat kamu di cafe" ucap Brian


Adira melepaskan tangannya dari baju Brian dan mulai membatin "itu artinya Kevin belum tau kalau aku sudah menikah dengan kakaknya. Tapi dimana Kevin? Kenapa dia terus bersembunyi?"


Mata Adira mulai berkaca-kaca dan perlahan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Brian yang masih berdiri memandangnya. Setidaknya ia mendapatkan sedikit titik terang tentang Kevin. Adira terus melangkahkan kakinya menjauh dari area kampus itu sambil berjalan tertunduk.


Seseorang memantau Adira dari jauh dan hendak menghampiri gadis itu. Namun sebuah mobil berhenti di samping gadis itu dan turunlah seorang pria dengan pakaian formal berjalan mendekati gadis itu


Adira mendongakkan kepalanya saat melihat Aaron sudah berdiri didepannya


"Kak Aaron..." Lirih Adira


Sebelumnya pelayan Elsa menelfon Jack dan memberi tau kepergian Adira sehingga Aaron bergegas menyusul gadis itu


Aaron melihat penampilan Adira yang acak-acakan "Sudah berapa kali aku bilang jangan pergi keluar rumah tanpa persetujuan dariku"


Air mata Adira mulai menetes dan ia berhambur kepelukan Aaron dan menangis dalam pelukan Aaron


Seseorang yang jauh disana pun melihat ke arah mereka "Adira bersama kak Aaron? Bagaimana bisa??


Orang itu pun mengepalkan satu tangannya dan menatap marah ke arah Adira dan Aaron

__ADS_1


🌺🌺🌺


πŸ’žKakak2 mohon dukungannya ya buat author biar author semangat untuk menulis. silahkan beri kritik dan saran buat author. jangan lupa beri like, vote dan hadiahnya juga πŸ™πŸ’ž


__ADS_2