Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 32 : TCA


__ADS_3

Hari itu, pagi menjelang siang. Aaron tengah berenang bersama istrinya. Sebenarnya Adira tidak bisa berenang tapi Aaron memaksanya untuk ikut masuk ke dalam air.



Aaron mendudukkan istrinya itu dipinggir kolam. Sementara Adira merangkulkan tangannya keleher suaminya.


"Apa kita benar-benar akan pulang hari ini kak?" tanya Adira yang dijawab anggukan oleh suaminya.


"Kenapa? Apa kamu ingin tetap tinggal disini?" tanya Aaron saat melihat wajah istrinya itu tiba-tiba murung.


"Dimana pun asalkan bersamamu, aku akan ikut kak" jawab Adira.


Aaron tersenyum senang mendengar jawaban dari istrinya itu.


"Ya sudah ayo cepat ganti bajumu dan berkemas" ucap Aaron namun Adira menggeleng pelan


Adira masih bersikap manja dan tidak mau melepaskan tangannya dari leher Aaron.


"Ayo bersiaplah, atau kita akan kemalaman di jalan" ucap Aaron lagi.


'hhhmmm baiklah" Adira mengerucutkan bibirnya.


Aaron yang melihatnya pun langsung mengecup bibir istrinya itu hingga membuat Adira tersipu malu.


💖💖💖


Sore menjelang malam...


Aaron dan Adira telah tiba dirumah kembali. Mereka merasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan panjang.


Adira langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang saking lelahnya.


Aaron mendekatinya dan duduk ditepi ranjang sambil mengusap wajah istrinya itu dengan lembut.


"Sebaiknya kamu mandi dan ganti bajumu dulu, lalu kita makan malam sebelum istirahat" ucap Aaron.


"Aku ngantuk sekali kak, aku akan tidur sebentar saja" ucap Adira dengan mata terpejam.


Aaron tidak berkomentar lagi. Ia tau istrinya pasti sangat lelah. Ia mengusap-usap rambut istrinya itu hingga tertidur pulas.


Aaron meninggalkan Adira yang sudah tertidur pulas. Ia melenggang keruangan kerjanya karena Jack sudah menunggunya disana.


Aaron duduk di kursi kerjanya dan Jack sudah berdiri didepan mejanya.


"Ini adalah hasil penyelidikan yang saya kumpulkan tuan" ucap Jack sembari memberikan sebuah amplop coklat.


Aaron menerima amplop itu dan membukanya. Ia mengamati dengan seksama apa isi amplop itu.


"Kemarin sore nona Alina juga datang ke kantor saat saya hendak pulang tuan. Nona Alina mencari anda dan meminta anda untuk datang menemuinya. Apa anda akan menemuinya tuan?" ucap Jack membuat Aaron melayangkan pandangannya kembali pada Jack.


"Tidak. Aku tidak akan menemuinya" jawab Aaron santai.

__ADS_1


"Ada satu hal lagi tuan. Paman dan bibi nona Adira terlilit hutang pada rentenir. Dan mereka menjual rumah untuk melunasi hutang-hutang mereka. Rumah itu adalah rumah peninggalan kedua orang tua nona Adira. Jika nona Adira mengetahuinya mungkin nona akan merasa sedih" ucap Jack


Aaron nampak berfikir dan menghela nafas panjang. "Pastikan mereka tidak menemui istriku lagi. Dan berikan uang pada mereka untuk menyambung hidup mereka" ucap Aaron


"Baiklah tuan" jawab Jack


"Terimakasih. Dan kamu bisa pergi beristirahat sekarang" ucap Aaron.


"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi" Jack membungkukkan sedikit badannya sebelum melenggang pergi meninggalkan ruangan kerja Aaron.


Aaron kembali fokus pada isi amplop ditangannya dan nampak merenung. Ia membuka laci dan mengambil sebuah foto disana.


💖💖💖


Hari ini adalah hari pernikahan Kevin dan Clara. Aaron sudah siap dan tengah menunggu istrinya di ruang tamu.



Adira keluar dari dalam kamar dan berjalan keruang tamu dimana suaminya tengah menunggunya disana.



"Kamu sudah siap?" tanya Aaron saat Adira sudah berdiri tepat didepannya.


"hhmmm" Adira menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu tidak akan menangis disana?" Aaron mencoba meledek Adira namun Adira malah tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak! Karena sekarang aku sudah memilikimu" ucap Adira


Disebuah gedung, pesta mewah itu di adakan. Aaron dan Adira duduk dikursi tamu undangan. Mereka duduk paling depan.


Didepan sana Kevin tengah mengucap janji suci untuk Clara.


Aaron melihat ke arah Adira yang terlihat begitu fokus menatap kedepan.


Adira yang merasa sedang diperhatikan pun menoleh ke arah suaminya.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Adira heran karena suaminya terus menatapnya.


Aaron mendekatkan wajahnya dan mulai berbisik. "Apa kamu ingin aku memberikan sebuah pesta mewah seperti ini untuk mengulang pernikahan kita? Jika iya, maka aku akan melakukannya"


Adira pun tersenyum malu mendengar ucapan suaminya itu.


"Tidak kak. Aku tidak menginginkan apapun lagi selain dirimu" Adira menggenggam tangan suaminya erat.


"Aku mencintaimu" ucap Aaron


"Aku juga mencintaimu kak" balas Adira


Dibelakang sana nampak Alina yang tengah duduk bersama Stella dan Denis. Alina begitu kesal melihat kemesraan Aaron dan Adira. Ia pun beranjak bangun meninggalkan ruang pesta itu.

__ADS_1


Kini Aaron dan Adira tengah berdiri dan memberikan selamat kepada pasangan pengantin baru itu.


Kevin masih menunjukkan wajah tidak senangnya. Apalagi melihat Adira sekarang begitu bahagia bersama dengan kakaknya. Sekarang ia harus menjalani hidupnya dengan Clara, gadis yang tidak pernah ia cintai sama sekali. Semua ini benar-benar bukan keinginannya.


Kini Aaron dan Adira sudah kembali duduk.


"Kak, aku akan pergi ke toilet sebentar" ucap Adira


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak perlu kak. Kakak disini saja. Aku bisa sendiri" Adira melihat ekspresi wajah Aaron yang seperti mencemaskannya.


"Kamu yakin tidak mau aku antar saja?" tanya Aaron memastikan


"Jangan khawatir. Aku sudah besar, tidak mungkin aku akan hilang kak. Ya sudah aku keluar dulu" Adira beranjak bangun dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


Aaron hanya memandangi ke arah kepergian istrinya itu.


Adira sudah selesai dari kamar mandi, saat ini ia sedang berdiri didepan cermin dan sedang merapikan lagi penampilannya. Setelah kembali rapi, ia pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam toilet dan berjalan kembali menuju ruangan pesta.


Adira menghentikan langkah, nampak dari jauh ia melihat kakek Brama memasuki sebuah ruangan dengan Alina berjalan dibelakangnya.


"Kakek bersama dengan Alina? Apa yang akan mereka bicarakan?" Adira mulai bertanya-tanya sendiri.


"Tapi itu bukan urusanku. Sebaiknya aku kembali masuk saja sebelum kak Aaron datang untuk menyusulku"


Adira kembali melangkahkan kakinya menuju ruang pesta dan menabrak seseorang yang menggunakan jaket hitam dan topi hitam.


"eh maaf paman. maaf..." ucap Adira


Pria itu hanya mengangguk lalu berjalan pergi meninggalkan Adira.


Aaron yang merasa sangat khawatir pun berinisiatif untuk menyusul istrinya keluar. saat hendak keluar, ia melihat Adira yang tengah berjalan ke arahnya. Aaron pun merasa lega melihat istrinya itu baik-baik saja.


"Ada apa? kenapa kakak berdiri disini?" tanya Adira saat sudah berdiri didepan Aaron.


Aaron meraih tangan istrinya dan menggenggamnya erat.


"Aku sangat khawatir dan hendak menyusulmu" ucap Aaron


"ckkk, aku ini bukan anak kecil kak" Adira merasa Aaron terlalu berlebihan mengkhawatirkannya.


"Ya sudah ayo kita kembali duduk" Aaron menarik tangan istrinya dan membawanya kembali melangkah ke kursi mereka.


Sementara itu disana Stella tengah memperhatikan mereka sejak tadi dengan tatapan kesal. Stella melihat ke sekelilingnya seperti mencari-cari seseorang.


"Pergi kemana Alina? kenapa lama sekali" batin Stella.


⭐⭐⭐


💞 Selamat membaca ya kakak2ku. Semoga bisa menghibur kalian 💞

__ADS_1



Alina 💖 Aaron 💖 Adira


__ADS_2