
Sudah empat hari ini Aaron tidak fokus dengan pekerjaannya. Ia terus memikirkan istrinya yang walaupun tinggal satu atap tapi tidak pernah bertemu sejak sore itu. Adira selalu menghindar dan tidak pernah mau bertatap muka dengannya lagi. Jika ia sudah pulang ke rumah, Adira tidak pernah keluar dari dalam kamar. Aaron sudah menyuruh Elsa dan Anna untuk selalu membawakan makanan untuk Adira kekamar dan memastikan kalau istrinya itu memakan makanan itu karena Aaron tidak mau jika Adira sampai jatuh sakit.
"Tuan, tuan Denis kemarin menelfon. Tuan Denis akan mengadakan pesta dan mengundang anda untuk menghadiri pestanya besok malam" ucap Jack yang sedang berdiri didepan meja Aaron.
Aaron hanya menghela nafas berat dan menatap ke arah Jack "Aku tidak ingin pergi. Katakan saja padanya jika aku tidak bisa datang"
"Menurut saya sebaiknya tuan datang saja. Tuan bisa mengajak nona Adira untuk menghadiri pesta itu sekaligus memperbaiki hubungan tuan dan nona agar tidak salah paham terus" Jack mencoba memberi saran
"Dia saja menghindariku. Bagaimana aku bisa mengajaknya" jawab Aaron
"Tuan coba saja dulu" ucap Jack
Aaron nampak berfikir sejenak "Baiklah, aku akan mengikuti saranmu. Kamu tolong handle pekerjaanku, aku akan pulang sekarang"
"Baik tuan" Jack membungkukkan sedikit badannya.
Aaron beranjak bangun dan berjalan ke arah pintu. Ia membuka pintu dan melihat Stella sedang berjalan ke arahnya. Aaron berjalan keluar melewati pintu dan menatap tajam ke arah Stella.
"Untuk apa kamu kemari?" tanya Aaron dengan nada dingin
Stella tersenyum dan mencoba mengusap jas Aaron namun langsung ditepis tangannya oleh Aaron.
"Baiklah. Aku hanya ingin menemui mu dan mengajakmu datang ke pesta Denis besok malam. Aku lihat sepertinya hubunganmu dan istrimu itu sedang tidak baik. Jika tidak, kenapa kamu harus sampai menginap di hotel malam itu?"
Aaron semakin kesal menatap Stella "Dari mana kamu tau kalau aku menginap di hotel?"
Stella tersenyum dan kembali menjawab "Kebetulan malam itu aku juga sedang bertemu dengan seorang teman disana. Lalu aku melihatmu disana"
"hhhmmm teman? Benarkah seorang teman? Teman yang bisa di ajak untuk tidur?" sindir Aaron
"Aaron!!!" teriak Stella begitu kesal dengan ucapan Aaron
__ADS_1
Aaron menyunggingkan senyum melihat kekesalan Stella. Dia tau Stella wanita seperti apa. Wanita yang rela menghalalkan segala cara agar karirnya terus naik. Termasuk tidur dengan orang-orang penting yang bisa membuat namanya terus melambung di dunia model dan iklan.
Aaron mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Stella.
"Aku peringatkan. Jangan pernah mencampuri urusanku jika kamu tidak mau aku membuka kartumu di depan umum" ancam Aaron membuat Stella semakin meradang.
Aaron kembali menjauhkan wajahnya dan menatap sebentar ke arah Stella sebelum akhirnya kembali melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu.
Nafas Stella memburu menahan kesal. Ia berbalik dan melihat ke arah Aaron yang berjalan semakin menjauh darinya.
"Aku tidak akan membiarkanmu Aaron! Kita lihat saja besok. Kamu pasti akan terkejut dengan hadiah yang akan aku berikan" gumam Stella
πππ
Kini Aaron sudah berdiri didepan kamarnya. Ia menghela nafas dan mencoba mengetuk pintu kamar itu.
Tok.. tok.. tok...
"Adira.. ijinkan aku berbicara sebentar denganmu" ucap Aaron dengan nada lembut.
Adira membuka pintu kamar itu sedikit tanpa menunjukkan wajahnya. ia bersembunyi di balik pintu.
"Aku hanya memberimu waktu sebentar untuk berbicara" ucap Adira dari balik pintu.
Aaron tau Adira masih tidak ingin melihatnya. Ia mendekatkan wajahnya ke pintu dan mulai berbicara.
"Maafkan aku karena tidak mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu malam itu. Maafkan aku juga karena harus membuatmu melihatku dengan Stella di kamar hotel waktu itu" ucap Aaron
Adira mulai meneteskan air matanya mendengar ucapan suaminya itu.
"Aku tidak bermaksud untuk melukai hatimu. Aku benar-benar cemburu saat memikirkan kamu tengah berduaan dengan Kevin" Aaron menjeda ucapannya untuk menarik nafas, kemudian ia melanjutkan "Dan tentang Stella. Pagi itu dia juga baru datang saat kamu datang kesana. Sungguh, tidak terjadi apa-apa antara aku dan Stella malam itu. Percayalah padaku Adira, aku hanya mencintaimu"
__ADS_1
Air mata Adira terus menetes membasahi wajah cantiknya. Saat ini hati dan perasaannya tengah diselimuti rasa sakit yang mendalam. Ia tidak tau harus percaya atau tidak dengan ucapan suaminya itu.
Adira menyeka ucapannya dan mulai berucap dengan suara yang sedikit serak "Aku masih ingin sendiri kak, tolong berikan aku waktu sedikit lagi"
Sebenarnya ingin sekali Aaron memeluk tubuh istrinya itu. Ia tau Adira sedang menangis di balik pintu, tapi ia mencoba memahaminya dan tidak ingin memaksanya untuk langsung memaafkannya.
"Baiklah, aku mengerti. Besok aku akan menghadiri pesta temanku. Maukah kamu datang bersamaku?" tanya Aaron mencoba mengajak istrinya dan berharap Adira mau ikut dengannya.
"Baiklah kak. Aku akan ikut denganmu besok" Adira mencoba menurunkan egonya. Ia tidak mau teman-teman Aaron akan menanyakannya jika ia tidak ikut datang bersama Aaron besok. Bagaimana pun juga ini adalah masalah rumah tangga mereka dan tidak perlu orang lain tau jika mereka sedang bertengkar.
Aaron merasa sangat senang karena Adira mengiyakan ajakannya. Setidaknya besok ia akan melihat kembali wajah cantik istrinya.
"Terimakasih.. dan jangan menangis lagi. Aku mencintaimu Adira" ucap Aaron begitu tulus.
Kata-kata itu membuat bibir Adira membentuk senyum diwajahnya. Ia kembali menyeka air matanya. Sebenarnya ia tau kalau Aaron berkata jujur, hanya saja ia masih membutuhkan waktu untuk sendiri saat ini. Setidaknya ia merasa lega karena sudah tau jika tidak ada apa-apa antara suaminya itu dengan Stella malam itu di kamar hotel.
πππ
Stella kembali ke apartemennya dengan sangat kesal. Ternyata Aaron sudah tau jika ia sudah sering tidur dengan beberapa pria hanya untuk mendapatkan sebuah popularitas dan agar karirnya terus berkembang.
"Aku tidak bisa membiarkan ini!" ucap Stella dengan berapi-api.
Stella mengusap layar ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Aku menunggu kedatanganmu besok! Nanti aku akan mengirimkan alamatnya padamu"
Stella mematikan sambungan telefon dan kembali bergumam.
"Lihat saja Aaron! Aku tidak akan membiarkan gadis miskin itu hidup bahagia denganmu" ucap Stella seraya menyunggingkan senyum diwajahnya.
βββ
__ADS_1
πMohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya ππ€
Terimakasihπ