Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 22 : TCA


__ADS_3

Jack sudah memesankan kamar hotel untuk tuannya.


"Kenapa kita ke hotel? Kenapa tidak langsung pulang saja?" tanya Aaron yang sedang membopong tubuh istrinya itu.


"Jarak kerumah masih cukup jauh tuan. Melihat keadaan nona sepertinya tidak mungkin jika harus pulang ke rumah sekarang" jawab Jack sambil membukakan pintu kamar hotel.


Aaron membawa Adira masuk dan kembali menoleh ke arah Jack.


"Kalau begitu cepat panggilkan dokter" perintah Aaron


"Tidak tuan. Nona tidak membutuhkan dokter, nona hanya membutuhkan anda" Jack menutup pintu itu kembali dan mulai terkekeh memikirkan apa yang akan dilakukan oleh tuannya didalam sana.


Aaron berjalan dan membaringkan tubuh istrinya itu diatas ranjang. Ia melihat tubuh istrinya yang terus menggeliat seperti ular kepanasan dan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya itu.


Aaron menyibakkan rambutnya kebelakang dan mengambil nafas kasar. "Apa yang harus aku lakukan"


Aaron melepaskan jas nya dan mendekat duduk ditepi ranjang melihat ke arah Adira yang terus menggeliat disana.


"Dasar kucing betina. Selalu saja membuat masalah. Apa tidak bisa hanya diam dan duduk dirumah, huufff"


Adira menarik kemeja Aaron dan duduk menghadapnya. Antara sadar dan tidak sadar Adira mulai berucap dengan nada memohon dan terlihat manja.


"Kak.. kenapa lama sekali, cepat sentuh aku" Adira langsung mengalungkan tangannya dileher Aaron dan mencium bibirnya dengan ganas hingga membuat Aaron tak bisa menolaknya dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan istrinya itu.


"Jangan salahkan aku. Kamu yang memintanya duluan" ucap Aaron saat tautan bibir mereka terlepas.


Mereka kembali berciuman dan berpagutan. Adira melepaskan kancing kemeja Aaron satu persatu dan membantunya membuka kemeja itu lalu melemparnya. Kini ia bisa menyentuh dada bidang suaminya itu.


Adira mendorong tubuh Aaron hingga jatuh terbaring di ranjang. Lalu ia mulai melepaskan pakaiannya sendiri. Aaron hanya bisa menelan salivanya melihat pemandangan didepannya itu. Adira naik ke atas tubuh Aaron dan kembali mencium bibirnya dan tangannya yang tidak bisa diam meraba kesana sini.


Tak mau tinggal diam, Aaron membalikkan tubuh istrinya itu dan menumpuk diatasnya.


"Kamu benar-benar seperti kucing liar malam ini" ucap Aaron lalu kembali mencium bibir istrinya itu dan beralih turun ke lehernya.


Kali ini Adira benar-benar seperti dibuat mabuk karena obat perangsang yang ia minum. Sentuhan bibir Aaron ditubuhnya benar-benar membuat darahnya semakin mendidih. Adira merasakan sakit sekaligus nikmat saat terjadi persatuan diantara mereka. Ia mencengkram erat bahu suaminya. Tak terasa air matanya keluar dari kelopak matanya.


Aaron memberikan ciuman lembut dibibirnya untuk mengalihkan rasa sakitnya. Mereka mengeluarkan keringat sepanjang malam.


Beberapa jam kemudian


Aaron yang sudah terbangun lebih dulu tengah memandangi wajah istrinya yang tidur terlelap disampingnya. Ia menyangga kepalanya dengan tangan kanannya.


"Bisa-bisanya kamu tidur selelap ini setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku. huufff..." gumam Aaron sambil membenahi rambut Adira yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Adira mulai menggerak-gerakan kepalanya dan perlahan membuka matanya.


"Aaahhh!!" Teriak Adira saat melihat Aaron tidur disampingnya dengan bertelanjang dada. Adira melihat tubuhnya yang juga sudah tidak mengenakan pakaian dan hanya ditutupi dengan selimut.


"Jangan bilang kamu sudah amnesia setelah apa yang kamu lakukan semalam" ucap Aaron.


"M..me..mangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Adira pura-pura lupa. Padahal ia masih mengingat jelas apa yang sudah terjadi sebelumnya.


"Apa perlu aku mengingatkanmu betapa liarnya kamu naik diatasku hah!"


Adira membungkam mulut Aaron dengan tangannya. "Jangan diperjelas! Kenapa kakak tidak menolak dan menghindar!"


Aaron menurunkan tangan Adira dari mulutnya dan mengambil nafas panjang "Kamu bilang menolak? Memangnya pria mana yang akan menolak disuguhi pemandangan seperti itu"


Adira terlihat sangat malu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Bagaimana kalau Aaron berfikir jika ia juga pernah melakukan hal seperti ini dengan Kevin dulu.


Aaron menyunggingkan senyum dan mendekatkan wajahnya. Ia menurunkan tangan Adira yang menutupi wajahnya.


"Jika aku tidak datang tepat waktu. Pria mana yang akan kamu ajak untuk tidur?. Apa kamu berfikir untuk melakukannya dengan Kevin?" ucapan Aaron membuat wajah Adira tertunduk dan mengira jika Aaron benar-benar menganggapnya pernah melakukannya dengan Kevin.


Aaron meraih dagu istrinya itu dan membuatnya kembali menatapnya.


"Aku tau ini yang pertama bagimu. Apa kamu menyesal sudah melakukannya denganku?" tanya Aaron


Ucapan Adira terhenti karena Aaron kembali mencium bibirnya.


"Harusnya kita tidak perlu obat perangsang bukan untuk melakukannya?"


"A...apa...."


"Ayo kita lakukan sekali lagi tanpa pengaruh obat apapun"


Belum sempat Adira menjawab, Aaron sudah kembali mencium bibir istrinya itu dan kembali menghujaninya dengan cinta.


⚡⚡⚡


Di pagi hari Aaron dan Adira yang tengah siap untuk keluar dari dalam kamar hotel.


"Aku akan pulang untuk mengganti baju sekalian mengantarmu pulang" ucap Aaron


"Apa kakak akan berangkat kerja?" tanya Adira


Aaron melipatkan tangannya didadanya dan menatap wajah istrinya itu

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu ingin aku tetap di rumah dan kamu bisa naik lagi diatasku seperti semalam" ledek Aaron yang membuat wajah Adira merona merah.


"Jangan meledekku terus kak.. aku juga tidak sadar saat melakukannya" ucap Adira menunduk menahan malu.


Aaron menangkup wajah istrinya dan mendekatkan wajahnya.


"Kenapa harus malu, aku ini kan suamimu" ucap Aaron lalu mengecup kening istrinya.


"Ya sudah ayo kita pulang" ajak Aaron sambil menggandeng tangan istrinya.


Di kamar lain


Kevin terbangun dan mendapati Clara sudah tidur disampingnya. Kevin benar-benar lupa apa yang terjadi semalam. Seingatnya ia tengah bercinta dengan Adira. Tapi kenapa malah Clara yang ada disampingnya sekarang.


Clara pun mulai membuka matanya dan melihat ke arah Kevin yang masih seperti orang bingung. Sebenarnya kemarin ia membawa obat perangsang itu untuk menjerat Kevin, tapi saat melihat Adira ada disana ia menjadi geram dan menaruhnya diminuman Adira untuk membuatnya malu. Ya walaupun tanpa obat perangsang itu ia tetap bisa tidur dengan Kevin semalam. Tapi ia harus menahan kesal karena Kevin terus mendesah dengan menyebut nama Adira sepanjang bercinta semalam.


Kevin beranjak bangun dan mulai memakai pakaiannya kembali.


"Kevin kamu mau kemana? Jangan tinggalkan aku sendiri disini" ucap Clara saat melihat Kevin sudah mulai memakai bajunya.


"Yang terjadi semalam bukan keinginan ku. Jadi lupakan saja" ucap Kevin membuat Clara membulatkan matanya


"Apa? Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu Kevin! Aku sudah mengorbankan segalanya untukmu"


"Aku tidak meminta pengorbanan apapun darimu!" seru Kevin lalu melangkahkan kakinya menuju pintu


"Kevin!! Kevin!!!" Clara terus berteriak memanggilnya tapi Kevin tak menghiraukan dan sudah keburu keluar dari kamar hotel.


Clara yang masih kesal beranjak bangun dan mulai memakai pakaiannya juga sebelum menyusul Kevin keluar.


Kevin sudah berada dilantai paling bawah. Ia berpapasan dengan Aaron dan Adira. Kevin sudah bisa menebak apa yang terjadi semalam antara Adira dan kakaknya. Walaupun ia sendiri juga menghabiskan malamnya dengan Clara, tapi ia masih tidak rela jika gadis yang dicintainya itu harus jatuh kepelukan kakaknya sendiri.


Adira menurunkan pandangannya karena merasa risih Kevin terus menatapnya seperti sedang menghakiminya. Ia mempererat genggaman tangannya pada Aaron dan tangan satunya ia pakai untuk menggandeng lengan Aaron.


"Ayo kak kita pulang" ucap Adira melihat ke arah Aaron yang masih menatap tajam ke arah Kevin.


Suara Adira membuat Aaron mengarahkan pandangannya pada istrinya itu dan mengangguk. Ia pun menggenggam erat tangan Adira dan membawanya melangkah keluar.


Kevin mengepalkan tangannya menahan emosi dalam dirinya. Dalam hatinya ia menyalahkan dirinya sendiri yang terlihat begitu lemah dihadapan mamanya sehingga ia harus kehilangan gadis yang sangat ia cintai. Ia masih tidak rela jika Aaron lah yang harus mendapatkan Adira. Dia yang mengenal Adira lebih dulu dan menjalin kasih selama satu tahun. Tapi kenapa harus berakhir ditangan Aaron dan Adira juga mulai mencintai Aaron. Semudah itu kah Adira melupakannya? Kevin masih tidak bisa menerima semua kenyataan itu.


💢💢💢💢💢


💞Mohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya 🙏🤭

__ADS_1


Terimakasih💞


__ADS_2