
Malam itu Amira menemui seseorang disebuah rumah kontrakan sederhana.
"Berapa kali aku bilang. Jangan pernah menunjukkan wajahmu didepan umum!" Amira terlihat begitu marah
"Sampai kapan aku harus bersembunyi terus Amira? Ini sudah 20 tahun. Aku hanya ingin bertemu dengan putraku, Kevin" ucap pria itu menahan kesal
"Diam!!! Jangan pernah menyebutnya sebagai putramu. Dia adalah putra Arya Adiguna"
Amira mencoba menyangkal jika Kevin bukanlah putra dari pria yang kini berdiri didepannya.
"Hei Amira! Aku ini bukan orang bodoh. Kita sudah sering melakukannya dulu sebelum kamu menikah dengan Arya Adiguna. Aku sangat yakin kalau Kevin adalah putraku" ucap pria itu. "Dan lebih liciknya lagi, kamu menjebak Andini untuk tidur denganku seolah Andini telah berselingkuh denganku. Dengan begitu Arya bisa menceraikan Andini. Sehingga hanya kamulah satu-satunya istri Arya dan kamu bisa menguasai seluruh hartanya. Tapi kamu lupa, masih ada Aaron yang lebih berhak atas semua kekayaan keluarga Adiguna. Jika tuan Brama dan Arya tau jika Kevin bukan keturunan keluarga Adiguna, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa Amira"
Ucapan pria itu membuat Amira meradang dan mulai berfikir keras. Amira menatap tajam ke arah pria itu.
"Kalau begitu kamu harus membantuku untuk menyingkirkan Aaron. Lenyapnya dia!" ucap Amira dengan mata berapi-api. Ia tidak mau usahanya selama ini sia-sia.
💖💖💖
Hari ini media sosial dihebohkan dengan foto-foto Aaron dan Alina yang diambil oleh Stella malam itu didepan kontrakan Stella. Banyak komentar yang sudah memenuhi kolom komentar foto-foto itu.
"Hei lihat!!! ini bukankah Presdir Al-Devano yang tampan itu!!" tulis komentar disana
"Iya benar! Aku dengar dia sudah menikah dan punya istri. Sekarang dia sedang berduaan dengan wanita lain. apakah istrinya tidak mengetahuinya?"
"Aku dengar mereka menikah karena terpaksa. jadi wajar saja jika suaminya berselingkuh dan memiliki wanita lain diluar"
"Aku mengenalnya! Dia adalah Alina Anggraini, teman kampusku dulu. Aaron dan Alina dulu menjalin hubungan. Jadi wajar saja jika mereka masih saling mencintai"
Begitulah kolom komentar foto-foto itu dipenuhi dengan ribuan komentar.
Jack datang menemui Aaron yang tengah duduk dikursi kebesarannya.
"Tuan, apa anda sudah melihat berita hari ini?" tanya Jack
"Berita apa?" tanya Aaron tanpa melepaskan pandangannya dari laptopnya.
"Media sosial dihebohkan dengan foto-foto anda dengan nona Alina tuan"
Aaron menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah Jack. Ia meraih ponselnya di mejanya dan membuka layar ponsel itu. Ia membuka salah satu aplikasi dan melihat foto-fotonya bersama Alina malam itu. ribuan komentar telah memenuhi kolom komentar disana.
"Ini pasti perbuatan Stella" gumam Aaron
"Tuan, apa tidak sebaiknya anda menelfon nona Adira sebelum nona melihat sendiri dan salah paham" saran Jack
Aaron pun berfikiran hal yang sama. Ia hendak mencari kontak istrinya tapi sebuah panggilan masuk lebih dulu. Itu adalah Alina yang menelfon disana. Aaron segera mengangkat telefonnya.
"Aaron, kamu pasti sudah melihatnya bukan? Kita harus bicara" ucap Alina
"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Aku akan menyuruh orang untuk menghapus foto-foto itu" ucap Aaron.
"Aku mohon Aaron, kali ini saja. Aku ingin bertemu dan bicara denganmu" rengek Alina
__ADS_1
Aaron nampak terdiam dan berfikir. "Baiklah, aku akan menjemputmu kesana"
Aaron pergi menjemput Alina di kantor Denis. Mereka menuju sebuah taman untuk berbicara.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang foto-foto itu. Aku sudah menyuruh sekertarisku untuk mengurusnya" ucap Aaron
"Tidak. Ini bukan tentang foto-foto itu. Ini tentang perasaanku. Aku benar-benar tidak bisa melupakanmu. Aku masih sangat mencintaimu. Aku mohon Aaron, berilah aku satu kesempatan lagi!" ucap Alina dengan mata berkaca-kaca.
Aaron menatap wajah Alina.
"Aku sudah punya istri Alina. Dan aku sangat mencintai istriku. Jika kamu bersikap seperti ini terus, itu hanya akan melukai hati dan perasaanmu sendiri. Lupakan aku, kamu pasti akan mendapatkan pria yang juga mencintaimu" ucap Aaron
Alina meneteskan air matanya mendengar ucapan Aaron. Ia sudah mencoba untuk melupakan Aaron tapi semakin ia ingin melupakannya justru semakin ia tersiksa dengan perasaannya. Cintanya begitu dalam untuk Aaron.
"Aku akan mengantarmu kembali kekantor Denis" ucap Aaron
Aaron berbalik dan hendak melangkah tapi Alina memeluknya dari arah belakang.
"Jadikan aku istri keduamu Aaron! Aku rela asalkan selalu bersamamu. Aku yakin kamu pasti juga masih ada rasa padaku walaupun hanya sedikit"
Kata-kata Alina membuat Aaron tidak berdaya. Ia tidak menyangka jika Alina begitu dalam mencintainya hingga rela untuk menjadi istri keduanya.
Aaron melepaskan tangan Alina dan membalikkan badannya menghadap ke arah gadis itu.
"Maaf Alina, aku tidak bisa. Aku tidak mau melukai hatimu dan juga hati istriku"
"Tapi kamu sudah melukai hatiku Aaron!! Kenapa tidak bisa? Aku hanya ingin tinggal disisimu, itu saja.. hiks.. hiks..." Hati Alina benar-benar terasa sakit karena rasa cintanya pada Aaron yang begitu dalam.
Beberapa reporter tiba-tiba datang ke arah mereka yang sedang berdiri ditaman. Aaron pun terlihat kaget melihat kedatangan mereka yang tiba-tiba.
"Wah ternyata benar tuan Al-Devano memiliki wanita simpanan lain. Tolong Jawab pertanyaannya kami, apakah benar wanita ini adalah simpanan anda?" tanya seorang reporter.
Aaron tidak menanggapi pertanyaan reporter itu. Ia menarik tangan Alina dan membawanya melangkah menuju ke arah mobil yang terparkir disana.
Para reporter itu pun mengabadikan momen kebersamaan mereka untuk jadi bahan topik pemberitaan.
💖💖💖
Sore menjelang malam, Aaron dan Alina sudah berada didepan kontrakan Alina.
"Jaga dirimu baik-baik" ucap Aaron sebelum melangkah pergi.
Alina memegangi kepalanya yang terasa pusing dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Beruntung Aaron menangkapnya hingga Alina tidak terjatuh.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Aaron khawatir
"Kepalaku pusing sekali" ucap Alina sambil memegangi kepalanya.
"Aku akan mengantarmu masuk kedalam" Aaron mengangkat tubuh Alina dan membopongnya masuk kedalam kontrakan.
Alina melihat ke arah belakang. disana ada Adira yang sudah turun dari taxi dan sedang melihat ke arah mereka.
__ADS_1
Adira mencoba bersikap tenang. Ia mencoba berfikir positif tentang apa yang ia lihat didepannya. Adira masuk kedalam taxi kembali, ia akan menunggu Aaron pulang saja nanti di rumah.
Aaron mendudukkan Alina dikursi
"Sudah hampir malam, aku harus pulang. Jaga dirimu baik-baik"
Alina meraih pergelangan tangan Aaron.
"Tidak bisakah kamu menemaniku sebentar saja?" tanya Alina
Aaron melepaskan tangan Alina dari tangannya.
"Maaf!"
Aaron bergegas pergi meninggalkan Alina sebelum Alina terus menghalanginya untuk pulang.
Dikediaman Al-devaro malam itu.
Aaron yang sudah turun dari dalam mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya yang sedang duduk ditepi ranjang.
Adira yang melihat Aaron datang pun langsung berdiri dan menyambutnya.
"Kamu sedikit terlambat" ucap Adira
"Maafkan aku, tadi aku pergi untuk menemui Alina dulu dan mengantarkannya pulang" ucap Aaron yang tidak ingin berbohong pada istrinya.
"Aku tau. Aku melihat kakak di kontrakan Alina tadi" ucap Adira
"Kamu disana juga?" Aaron pun mulai panik dan takut kalau istrinya itu akan salah paham padanya. "Aku bisa menjelaskan kalau tadi..."
Adira menaruh jari telunjuknya dibibir Aaron.
"Aku percaya padamu kak" ucap Adira membuat Aaron merasa lega mendengarnya.
"Tapi dari mana kamu tau kontrakan Alina?" tanya Aaron penasaran.
"Tadi seseorang mengirimkan pesan padaku dan memberikan alamat itu. Dia bilang kalau kakak ada disana jadi aku kesana" jawab Adira.
Aaron tau kalau ini pasti adalah rencana Stella. Ia pun mulai berfikir untuk membalas Stella.
"Terimakasih karena sudah percaya padaku" Aaron mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir istrinya.
"Sepertinya Alina sangat mencintai kak Aaron. aku bisa melihat itu dari tatapan matanya. Besok aku akan menemui Alina. Aku tidak ingin merasa seperti telah merebut kak Aaron darinya. Jika saja kak Aaron tidak pernah menikahiku, mungkin Alina masih bisa kembali pada kak Aaron" batin Adira
⭐⭐⭐
💖 Jangan lupa bintang 5 nya sama vote, like, komen ya kakak2ku buat nyemangatin author 💖🥰
__ADS_1
Adira 💖 Aaron versi author 🤭