Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira
Bab 34 : TCA. kehancuran karir Stella


__ADS_3

Hari ini disebuah cafe nampak dua orang gadis cantik tengah duduk saling berhadapan.


"Sebenarnya aku ingin menemuimu, tapi kamu sudah memintaku untuk menemuimu lebih dulu" ucap Alina menatap ke arah Adira


Adira pun menatap ke arah Alina.


"Aku sudah tau tentang hubungan kamu dan kak Aaron dulu. Kak Aaron sudah menceritakan semuanya padaku" ucap Adira yang memang Alina kaget karena Aaron begitu terbuka pada istrinya itu.


Alina mencoba untuk tersenyum sembari berkata.


"Baguslah jika kamu sudah mengetahuinya. Jadi aku tidak perlu untuk menceritakannya lagi" Alina menjeda ucapannya dan melanjutkannya. "Dulu kakeknya Aaron tidak merestui hubungan kami karena aku hanyalah gadis biasa. Maka dari itu aku pergi meninggalkannya. Tapi beberapa waktu lalu kakek Brama sudah meminta maaf padaku atas sikapnya dulu"


Sekarang Adira tau apa yang dibicarakan oleh kakek Brama dan Alina dihari pernikahan Kevin waktu itu.


"Lalu apa yang kamu mau dariku?" tanya Adira


"Tinggalkan Aaron, Adira!"


Deg!


Ucapan Alina membuat tubuh Adira bergetar dan jantungnya seakan berhenti.


"Aku mohon Adira. Satu-satunya jalan adalah jika kamu yang pergi meninggalkannya. Aaron adalah pria yang sangat bertanggung jawab, dia tidak akan mungkin mau meninggalkanmu. Berikan aku kesempatan sekali lagi Adira untuk berada disisi Aaron. Jika kami bersama lagi, aku yakin cinta di antara kami akan kembali tumbuh" Alina memandang Adira dengan penuh harap jika gadis itu akan mengabulkan keinginannya.


"Maafkan aku tapi aku tidak bisa melakukannya" ucap Adira karena permintaan itu begitu berat untuknya.


"Kita sama-sama perempuan Adira. Tidak mungkin Aaron begitu mencintaimu hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Dia hanya merasa bertanggung jawab atas kamu Adira. Tolong berikan aku kesempatan Adira, aku sangat mencintai Aaron. Biarkan cinta diantara kami kembali tumbuh"


Adira bisa melihat ketulusan Alina. Ia tau bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang ia cintai. Alina pantas untuk bahagia, apalagi perpisahan mereka juga bukan karena pengkhianatan.


"Beri aku waktu, aku akan memikirkannya" ucap Adira. Ia tidak ingin menjanjikan atau memberikan harapan palsu pada Alina.


"Terimakasih Adira, aku tau kamu pasti bisa mengerti keadaanku" ucap Alina dengan senyum diwajahnya.


Adira menatap wajah Alina yang terlihat begitu senang padahal ia sendiri belum mengiyakan. Alina gadis yang baik. Nasibnya mungkin hampir sama dengannya. Bahkan kakek Brama sudah meminta maaf pada Alina atas sikapnya dulu, jadi jika Alina kembali pada Aaron pastinya tidak akan jadi masalah dan tidak akan ada penghalang dalam hubungan mereka lagi.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Dimalam hari, Adira tengah duduk di atas ranjang sambil menatap foto-foto bulan madu mereka beberapa waktu yang lalu.


"Kamu begitu dewasa dan selalu menjagaku kak, sehingga aku merasa begitu tenang berada disisimu" gumam Adira.


"Aku tidak tau jika waktu itu aku benar-benar menikah dengan Kevin. Apa aku bisa mencintai mu seperti sekarang ini? Bahkan mungkin kamu juga bisa kembali pada Alina" lanjut Adira yang membuat ia merasa sedih.


Adira melihat ke arah jam didinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Kamu begitu sibuk dengan pekerjaanmu, aku akan menyusulmu saja" Adira beranjak bangun dari tempat tidurnya.


Adira melangkahkan kakinya keluar dan berjalan menyusuri tangga. Dibukanya pintu ruangan kerja suaminya dan mendapati suaminya yang tengah duduk dikursi kerjanya.


Aaron mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah istrinya yang tengah berdiri tersenyum ke arahnya.


Adira melangkah masuk dan menutup pintu itu kembali. Ia berjalan ke arah suaminya dan kini sudah berdiri disampingnya.

__ADS_1


Aaron meraih pergelangan tangan istrinya itu dan menatapnya.


"Kenapa belum tidur?" tanya Aaron


"Aku menunggumu kak, kamu lama sekali" ucap Adira.


Aaron menarik tangan Adira hingga kini gadis itu sudah duduk diatas pangkuannya. Adira pun mengalungkan tangannya dileher suaminya itu.


Aaron terus memandangi wajah istrinya itu hingga membuat istrinya itu bertanya.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Adira


"Berikan aku ciuman" ucap Aaron membuat wajah Adira merona merah.


"Tidak mau!!" tolak Adira


"Ya sudah kalau tidak mau" Aaron memalingkan wajahnya ke arah lain.


Cup


Adira mecium pipi suaminya itu hingga membuat Aaron kembali tersenyum dan kembali menatapnya.



"Ayo kita lanjutkan di kamar saja" ucap Aaron yang membuat wajah Adira kembali merona merah.


"Me.. melanjutkan apa?" tanya Adira berpura-pura tidak tau.


"Kita harus segera mewujudkan keinginan kakek untuk memberinya seorang cucu" ucap Aaron.


"Foto siapa ini kak?" tanya Adira saat melihat foto seorang wanita dan seorang pria yang sedang tidur di atas ranjang.


Wajah Aaron seketika terlihat murung mengingat cerita dibalik foto itu.


Adira melihat ekspresi wajah suaminya itu dan merasa tidak enak hati telah menanyakan perihal foto itu.


"Maaf kak, aku tidak bermaksud..." ucap Adira terpotong


"Tidak, kamu tidak salah. Aku minta maaf karena tidak pernah bercerita padamu tentang diriku" ucap Aaron.


Aaron mengalihkan pandangannya pada foto yang sedang dipegang oleh istrinya itu.


"Wanita di foto itu adalah ibuku" ucap Aaron yang membuat Adira kaget. karena pria yang bersama wanita di foto itu bukanlah Arya Adiguna.


Aaron melanjutkan ceritanya


''Foto itu adalah penyebab kehancuran rumah tangga kedua orang tuaku. Karena foto itu juga aku harus kehilangan ibuku" Aaron tak kuasa melanjutkan ceritanya.


Adira mulai merasa iba mendengar cerita suaminya. Ternyata selama ini suaminya menyimpan kesedihan yang ia tidak tau.


Aaron pun kembali bercerita


"Seseorang mengirim foto-foto itu pada ayahku. Malam itu terjadi pertengkaran hebat antara kedua orang tuaku hingga ayahku mengusir ibuku pergi dari rumah" Aaron menjeda ucapannya dan matanya mulai berkaca-kaca

__ADS_1


"Ibuku pergi meninggalkan rumah malam itu dengan mengendarai mobil sendiri. Ayah melarang ibu untuk membawaku karena mengira ibuku adalah seorang pengkhianat. Saat di jalan, ibuku mengalami kecelakaan. mobil yang ia naiki masuk ke dalam jurang. Ibuku meninggal...." Aaron tak bisa membendung air matanya lagi dan mulai menangis.


Mata Adira pun mulai berkaca-kaca melihat kesedihan di wajah suaminya. Ia meraih wajah suaminya dan menyeka air matanya.


Aaron kembali menatap wajah istrinya dan menatap lekat mata istrinya.


"Berjanjilah padaku. Jangan pernah pergi dari sisiku apapun yang terjadi!"


Adira hanya terdiam mendengar permintaan suaminya itu. Ia kemudian teringat akan Alina, tapi ia juga bisa melihat ketulusan dimata suaminya untuknya.


Adira tidak menjawab ucapan suaminya dan malah memeluk suaminya.


Aaron pun membalas pelukan istrinya itu.


"Aku tidak tau keputusan apa yang akan aku ambil. Tapi untuk saat ini, aku ingin tetap berada disisi suamiku. Aku juga sangat mencintainya. Maafkan aku Alina.. maaf... " batin Adira.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Stella tengah berada didalam kamar hotel bersama seorang pria.


"Terimakasih sayang, aku sangat puas dengan servis yang kamu berikan" ucap pria itu sembari mencubit pipi Stella.


"Tentu saja, tapi jangan lupa imbalannya" ucap Stella


"Tenang saja, aku tidak akan lupa. Namamu akan terus melambung didunia model dan iklan. Bahkan aku akan merekomendasikan kamu untuk menjajal dunia perfilman" ucap pria itu kemudian mencium bibir Stella.


Tok.. tok... tok...


Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Pria itu pun melepaskan ciumannya dan menatap ke arah pintu.


"Siapa yang datang? Mengganggu saja!" gumam pria itu.


"Kenapa tiba-tiba ada yang mengetuk pintu? Apa ini tidak terasa aneh?" ucap Stella


"Tidak apa-apa. Mungkin petugas hotel. Tunggulah disini, biar aku buka dulu pintunya" pria itu pun beranjak bangun dan berjalan ke arah pintu hanya dengan menggunakan celana pendek.


Klek..


Pintu pun terbuka dan diluar sudah nampak beberapa reporter berdiri disana.


"Apa-apaan ini!!" Pria itu hendak menutup pintu itu kembali tapi ditahan oleh seseorang disana.


Pintu pun terbuka lebar dan para reporter itu menerobos masuk. mereka mendapati Stella yang masih duduk diatas ranjang tanpa busana dan hanya menggunakan selimut yang menutupi tubuhnya.


Stella pun merasa panik dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Para reporter itu mengabadikan momen Stella dan pria itu didalam kamar hotel malam itu.


Besok pagi ini pasti akan menjadi berita besar dan akan mengalahkan berita tentang foto-foto Aaron dan Alina sebelumnya. Tentunya Aaron lah dibalik kehancuran karir Stella.


Saat pulang kerja Aaron melihat Stella turun dari mobil dengan seorang pria disebuah hotel. Aaron pun menyuruh Jack untuk menghubungi salah satu stasiun televisi untuk menugaskan beberapa reporter dan mencari kebenaran tentang hubungan terlarang Stella dengan seorang pria. Beberapa reporter pun langsung ditugaskan untuk mencari kebenaran itu dan benar saja mereka mendapati bahwa model yang sedang naik daun yaitu Stella Elisabeth tengah menghabiskan malam dengan pria beristri di dalam kamar hotel.


⭐⭐⭐


πŸ’– Terimakasih untuk pembaca setia TCA yang masih terus mengikuti kisah Adira dan AaronπŸ’–

__ADS_1



__ADS_2