
Alina tengah merenung didalam kamar sambil memandangi foto Aaron yang selalu ia simpan.
Ia kembali teringat akan masa lalunya bersama Aaron.
"Tunggulah sampai aku sukses. Saat itu aku akan melamarmu dan menikahimu" ucap Aaron kala itu.
Mengingat itu semua membuat hati Alina semakin sedih dan tak terasa butir-butir air mata menetes dipipi mulusnya. Sungguh, ia benar-benar tidak rela jika sekarang Aaron tengah bercumbu dengan wanita lain disana. Sekalipun wanita itu adalah istri sah Aaron.
"Salahkan aku jika aku egois dan ingin memilikimu lagi?" gumam Alina
π΅Tiara Andini - Usai π΅
πΆUsai sudah semua cerita
Yang telah kita ukir berdua
Meninggalkanmu adalah
Hal terberat yang harus aku jalaniπΆ
Lagu ini menggambarkan tentang perasaan Alina saat ini.
Alina memutar lagu itu berkali-kali dari ponselnya sampai akhirnya ia tidur terlelap.
πππ
Sementara jauh disana nampak sepasang suami istri yang sedang berdansa. Adira mengalungkan tangannya dileher Aaron sambil memandangi wajah tampan suaminya itu. Sementara Aaron memegangi pinggang istrinya. Kini mereka berada di sebuah cafe dekat pantai yang terletak tidak jauh dari villa yang mereka tempati.
Aaron dan Adira saling bertatapan dan memandang satu sama lain.
"Jika saja boleh. Aku ingin menghentikan waktu untuk saat ini saja" ucap Adira
"Kenapa?" tanya Aaron
"Aku ingin terus memandangmu seperti ini" ucap Adira.
"Bukankah setiap hari kamu juga bisa memandangku?" tanya Aaron yang membuat Adira menggeleng
"Tidak kak. Setiap hari kamu hanya sibuk dengan pekerjaanmu saja" jawab Adira.
"Kalau begitu maafkan aku"
"Tidak perlu meminta maaf. Aku sudah cukup senang karena kakak membawaku kemari" ucap Adira
Aaron mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya. Mereka tidak peduli jika orang-orang tengah melihat ke arah mereka yang tengah asyik berciuman.
Di pagi hari pun, kedua pasangan suami istri itu sudah terlihat sangat mesra. Mereka sedang menikmati pemandangan pantai dari atas balkon.
"Aku sangat beruntung bisa memilikimu" ucap Aaron
"Benarkah? Sebelumnya kamu tidak berkata seperti itu. Bahkan kamu menyuruhku untuk tidur di sofa atau dilantai" ledek Adira membuat Aaron kembali mengingat kenangan pertama mereka.
"Baiklah, anggap saja waktu itu aku buta" ucap Aaron
__ADS_1
"Buta karena Alina??" tanya Adira
"Kenapa menyebut namanya? Jangan mengucap hal yang hanya akan menyakiti hatimu sendiri. Bukankah sudah kubilang jika aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan Alina atau siapapun. Sekarang hanya ada kamu di hatiku" ucap Aaron yang membuat Adira tersenyum bahagia.
"Aku juga mencintaimu kak. Sangat.. sangat mencintaimu" seru Adira
Aaron mengangkat tubuh Adira dan mereka pun terlihat sangat bahagia.
πππ
Sementara itu di kediaman Arya Adiguna.
Clara dan kedua orang tuanya tengah berkunjung ke kediaman Arya Adiguna. Mereka membicarakan perihal kehamilan putri mereka.
Arya Adiguna mencoba untuk tetap tenang walaupun sebenarnya ia sangat marah karena lagi-lagi Kevin berulah lagi. Didepan kedua orang tua Clara, Arya mencoba menyikapi masalah itu dengan bijak. Akhirnya mereka mengambil keputusan jika Kevin dan Clara akan menikah minggu depan. Sebelum kandungan Clara mulai membesar.
Kevin ingin menolak pernikahan itu karena ia tidak pernah mencintai Clara. Tapi ia tidak bisa berkata apa-apa didepan kedua orang tuanya dan orang tua Clara. Karena ia memang pernah tidur dengan Clara waktu itu di hotel.
Amira terlihat sangat senang mendengar kehamilan Clara, dengan begitu ia tidak perlu memaksa Kevin terus untuk menikah dengan Clara.
Clara dan kedua orang tuanya pamit pulang setelah masalah itu mendapatkan jalan keluar.
Arya Adiguna yang baru saja mengantarkan kepulangan Clara dan orang tuanya menatap tajam ke arah Kevin yang masih duduk termenung di sofa.
"Kamu benar-benar selalu saja membuat masalah! Kamu lihat kakak kamu! Dia sudah menjadi korban karena ulahmu. Sekarang kamu menghamili anak orang? Ayah benar-benar kecewa sama kamu! Kamu tidak bisa apa mencontoh kakak kamu hah!!" Arya Adiguna terlihat sangat kesal.
Kevin pun tak kalah kesal mendengar ayahnya yang selalu membandingkannya dengan Aaron, kakaknya. Kevin beranjak bangun dari duduknya.
"Kevin tidak suka selalu dibanding-bandingkan dengan kak Aaron! Lagi pula Kevin pergi dari acara pernikahan Kevin dan Adira juga bukan karena kemauan Kevin!" Kevin melemparkan pandangan ke arah Amira dengan penuh amarah.
Masih dengan amarah, Kevin pergi keluar rumah dan menaiki mobilnya. Ia ingin menenangkan diri di luar sana.
"Kamu lihat anak kesayangannya mu itu? Itu akibatnya karena kamu terlalu memanjakan dia!" Arya terlihat sangat kesal dan pergi melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Sekarang tinggal Amira sendirian diruangan itu. Amira tersenyum senang karena akhirnya impiannya selama ini akan segera terwujud juga.
πππ
Adira tengah memasak untuk makan siang mereka.
Sementara itu Aaron sedang menunggunya duduk di sofa sambil menelfon Jack.
"Baiklah, mungkin besok atau lusa aku akan pulang" ucap Aaron sebelum mematikan sambungan telefonnya.
Aaron meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan memandang ke arah istrinya yang tengah sibuk memasak di sana. Aaron tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat sangat serius sekali.
"Hei kucing betina... Aku belum pernah melihatmu seserius ini sebelumnya" ledek Aaron
Adira melihat ke arah Aaron yang tengah duduk disofa sambil memandanginya.
"Jangan meledekku terus kak! aku sedang menyiapkan makanan untuk kita" ucap Adira yang kembali serius dengan masakannya.
"Baiklah, aku tidak akan meledekmu lagi. Tapi aku akan menggodamu saja" ucap Aaron lalu beranjak bangun dan berjalan mendekati istrinya itu.
Aaron melingkar tangannya dipinggang Adira dari arah belakang dan mulai menciumi pipi Adira.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan kak? Aku sedang memasak" protes Adira.
"Sudah memasaknya nanti saja. Bagaimana kalau kita olahraga saja dulu sebentar" ucap Aaron kembali menciumi wangi rambut istrinya itu
"Ckkk, apa maksudmu dengan olahraga? Kita sudah melakukannya sepanjang malam. sampai tadi pagi juga kamu memintanya lagi" Adira kembali protes
"Tidak apa selagi kita masih disini. Kalau kita sudah kembali, kita tidak akan punya banyak waktu untuk berduaan" ucap Aaron.
Adira mencoba melepaskan tangan Aaron dari pinggangnya tapi Aaron malah semakin mempererat tangannya dan terus menciumi wajah dan leher istrinya.
πΆDu..Du..Du...πΆ
Ponsel Aaron terus berbunyi.
"Angkat dulu telefonnya kak" pinta Adira agar suaminya itu mau melepaskannya.
"Sudah biarkan saja" jawab Aaron sambil menciumi wangi rambut istrinya.
"Tapi ponselmu terus berbunyi, siapa tau itu telefon penting" ucap Adira membuat Aaron akhirnya melepaskan pelukannya.
Aaron menghela nafas panjang lalu berjalan ke arah sofa dan meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja.
"Ya ayah, ada apa?"
Terdengar suara Arya Adiguna dari balik sambungan telefon. Aaron melirik ke arah Adira saat mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya ditelefon.
Sambungan telefon berakhir. Aaron menurunkan ponsel itu dari telinganya dan meletakkannya kembali di atas meja. Ia kembali melihat ke arah Adira disana.
Adira menasa sedikit khawatir melihat ekspresi wajah Aaron setelah menerima telefon tadi. Ia pun berjalan menghampiri suaminya itu.
"Ada apa kak? Apa ada sesuatu yang penting?" tanya Adira saat sudah berdiri tepat dihadapan Aaron.
Aaron tidak langsung menjawab pertanyaan Adira. Ia malah menatapi wajah gadis itu.
"Kenapa? Ada apa kak? Apa terjadi sesuatu?" Adira mulai khawatir karena Aaron hanya diam saja.
Aaron mengambil nafas panjang dan mulai berkata. "Kevin akan menikah minggu depan"
Deg!!!
Adira pun nampak kaget mendengar kabar itu. Bukannya Adira tidak senang mendengar kabar pernikahan kevin. Tapi biar bagaimana pun Kevin orang yang pernah mengisi hatinya. Pasti tetap ada perasaan berbeda saat Adira mendengar kabar itu walaupun sekarang ia sudah bisa menerima Aaron sebagai suaminya.
Aaron bisa melihat perubahan wajah istrinya itu. Ia tidak akan marah jika Adira sedih mendengar kabar pernikahan Kevin. Aaron bisa mengerti semua itu.
Aaron memeluk tubuh istrinya itu. "Menangislah jika kamu ingin menangis"
"Tidak... kenapa aku harus menangis. Aku sangat bahagia jika Kevin akhirnya akan menikah" ucap Adira sambil menitikkan air matanya dalam pelukan suaminya.
Aaron tau Adira sedang menangis. Ia pun semakin mempererat pelukannya dan tidak ingin protes.
βββ
π Untuk sementara Aaron dan Adira masih honeymoon dulu ya... biar otaknya gak kusut π€
Terimakasih untuk pembaca setia TCA yang masih terus menyimak. Jujur Author galau mau lanjut atau jeda dulu soalnya pembaca pasti lagi pada sibuk persiapan untuk lebaran nihπ€π
__ADS_1
Adira π Aaron
ini hanya versi author saja π€