
Malam ini Adira tengah berdiri didepan cermin dengan menggunakan dress berwarna putih dengan panjang selutut. Dress itu memiliki lengan pendek yang memperlihatkan bagian pundaknya. Ia memoles make up nya tipis agar tidak terlalu menonjol. Di gerai rambutnya untuk menutupi bagian bahunya dan dibuat sedikit bergelombang.
Adira menghela nafas panjang saat akan membuka pintu kamar itu. Jantungnya terpompa dengan sangat kencang. Padahal ia hanya akan bertemu dengan Aaron, tapi rasanya seperti seorang gadis yang akan pergi berkencan dengan kekasihnya.
Adira mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu saat ia sudah berada di luar kamar. Ia melihat suaminya yang sudah berdiri disana yang terlihat sangat tampan dan gagah tengah tersenyum dan melihat ke arahnya.
"Aku senang bisa melihatmu lagi. Dan terimakasih sudah mau pergi denganku. Malam ini kamu terlihat sangat cantik" ucap Aaron saat Adira sudah berdiri didepannya.
Adira yang sedari tadi menunduk mengangkat wajahnya dan menatap suaminya itu.
"Tidak perlu menyanjungku, aku masih belum memaafkan mu' ucap Adira sedikit gengsi karena sebenarnya ia merasa sangat gugup karena Aaron terus memandanginya.
Diraihnya tangan istrinya itu hingga membuat Adira melihat ke arah tangannya yang digenggam oleh Aaron dan berganti melihat ke arah Aaron.
"Aku tau. Tapi istriku ini memang sangat cantik dan imut. Walaupun sedikit liar" ucap Aaron yang membuat wajah Adira merona merah.
"Kalau kamu terus menggodaku aku tidak jadi mau pergi denganmu" Adira hendak melepaskan tangannya dari genggaman Aaron tapi ditahan oleh Aaron dan semakin di genggam erat.
"Baiklah, ayo kita berangkat" ajak Aaron
Aaron membawa Adira melangkah keluar rumah. Dan disana Jack sudah menunggu mereka. Aaron sengaja mengajak Jack untuk mengantar mereka agar ia bisa terus memandangi dan menggenggam tangan istrinya itu. Dan juga untuk berjaga-jaga kalau-kalau nanti Adira kabur dari pesta. Mengingat suasana hati Adira yang belum baik, takutnya ada seseorang nanti disana yang mengucapkan dan menyinggung perasaannya. Apalagi Stella juga pasti ada disana dan tidak akan menganggurkan Adira begitu saja seperti saat di pesta kakeknya.
Setelah menempuh hampir satu jam perjalanan kini mereka sudah sampai didepan sebuah Villa megah milik keluarga Denis. Aaron membawa Adira melangkah masuk kedalam tanpa melepaskan genggaman tangannya dari istrinya. Aaron melihat banyak teman-teman kuliahnya dulu hampir semua berada disana dan mereka mulai menyapa Aaron dan Adira.
Disana Denis dan Stella tengah berdiri bersama beberapa teman yang Aaron juga kenal. Aaron membawa Adira kesana.
"Hei, akhirnya kalian datang juga. Aku pikir tidak akan datang mengingat kemarin sekertarismu itu tidak langsung mengiyakan undanganku" ucap Denis
"Sebenarnya kamu mengadakan pesta atau reuni?" tanya Aaron melihat yang datang adalah teman-teman kuliah mereka dulu.
"Keduanya" jawab Denis terkekeh.
Sementara Stella hanya memandangi ke arah Aaron yang terus menggenggam tangan Adira. Ia masih sedikit kesal mengingat ucapan Aaron yang kemarin. Atau lebih tepatnya Aaron seperti mengancamnya.
Pesta pun berlangsung cukup meriah. Mereka melakukan beberapa permainan dan mulai berdansa. Denis tengah berdansa dengan Stella. Sementara Aaron tidak ingin memaksa istrinya itu untuk mengikuti permainan dan berdansa. Apalagi ia melihat jika Adira sudah mulai merasa tidak nyaman berada disana.
"Apa kamu ingin pulang?" tanya Aaron membuat Adira menoleh ke arahnya.
"Apa boleh?" tanya Adira balik yang memang sudah mulai jenuh dengan keramaian pesta itu.
"Tentu saja. Ayo kita pamit dulu pada Denis" ajak Aaron membawa Adira melangkah ke arah Denis dan Stella yang sedang berdansa
Denis menghentikan dansanya bersama Stella saat melihat Aaron dan Adira menghampirinya.
"Kami harus pulang sekarang" ucap Aaron
"Buru-buru sekali. Pestanya masih lama. Kalau perlu kita bisa bermain sampai pagi" ucap Denis
"Maaf tapi kami tetap harus pulang. Istriku sedang tidak enak badan, dia harus istirahat" ucap Aaron bersikukuh untuk tetap pulang demi kenyamanan Adira.
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih sudah mau hadir" jawab Denis
"Tunggulah sebentar lagi. Masih ada teman kita yang belum datang" ucap Stella membuat Aaron melihat ke arahnya.
Aaron mulai curiga jika Stella tengah merencanakan sesuatu untuknya. Mengingat Stella adalah wanita yang licik. Apalagi kemarin ia mengancam Stella. tidak mungkin jika wanita itu hanya akan diam saja dengan ancamannya.
"Eh itu teman kita sudah datang!" seru Stella menunjuk ke arah seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
Alina! Dia adalah gadis yang sedang berjalan ke arah mereka. Mantan kekasih Aaron saat dikampus dulu.
Aaron melihat ke arah gadis yang selama ini pernah ia rindukan itu. Tanpa sebab, gadis itu dulu pergi meninggalkannya.
"Hai Alina, akhirnya kamu datang juga" ucap Stella
"Hai...." Sapa Alina yang langsung melihat ke arah Aaron yang juga tengah memandanginya.
Alina melihat ke arah tangan Aaron yang tengah menggandeng tangan wanita disebelahnya. Itu membuat Alina merasa tidak nyaman.
"Oya Alina, dia ini istri Aaron. Namanya Adira" Stella mencoba mengenalkan Alina pada Adira
Deg! Jantung Alina langsung terpompa lebih kencang lagi saat mengetahui kalau Aaron sudah menikah.
Adira tersenyum dan membungkukkan sedikit badannya untuk manyapa Alina yang disambut senyum balik oleh Alina.
"Adira, dia ini Alina teman kampus kami dulu. Sekaligus...." Stella tidak melanjutkan ucapannya dan melihat ke arah Aaron.
Aaron pun melihat balik ke arah Stella. Ia bisa membaca apa yang sedang direncanakan oleh Stella untuk menghancurkan hubungannya dengan Adira.
"Sekaligus sahabat dekatku" sambung Stella
Aaron dulu memang sangat mencintai Alina. Lima tahun mereka menjalin kasih dan tanpa ada sebab, gadis itu tiba-tiba menghilang tanpa ada kabar. Sejak saat itu ia merasa sangat kecewa pada Alina dan tidak pernah dekat dengan wanita manapun sampai Adira hadir dalam hidupnya.
Sekarang ia sudah mulai mencintai Adira dan tidak ingin menyakiti hati dan perasaan gadis itu. walaupun ia sempat ingin tau sekali kenapa Alina dulu pergi meninggalkannya, tapi sekarang hal itu sudah tidak penting lagi untuknya.
"Oya Aaron. Mulai besok, Alina akan bekerja di perusahaanku" ucap Denis
Aaron melihat ke arah Alina yang juga tengah memandang ke arahnya.
"Baguslah..." jawab Aaron singkat.
Aaron melihat ke arah istrinya itu yang terlihat sedikit kesal. Kemudian ia kembali melihat ke arah Denis.
"Kalau begitu kami pulang dulu" pamit Aaron
Aaron menuntun Adira melangkah keluar meninggalkan pesta itu.
Alina memandangi kepergian mereka dengan sedih. Apalagi Aaron tidak menanyakan walaupun sekedar kabar padanya. Apakah Aaron sudah tidak mencintainya lagi? 5 tahun mereka menjalin kasih, bahkan Alina belum bisa untuk melupakan Aaron walaupun mereka sudah berpisah selama hampir 4 tahun ini.
Di dalam mobil Adira terus terdiam dan menekuk wajahnya.
"Kenapa diam saja?" tanya Aaron yang membuat Adira menoleh ke arahnya.
Adira menatap Aaron dengan kesal "Tadi kamu dan wanita itu...!"
"Wanita siapa? Memangnya kamu berharap ada berapa wanita dalam hidupku?" Aaron mencoba menggoda istrinya itu yang sepertinya sedang merasa cemburu.
"Tadi kamu melihatnya dengan tatapan seperti itu!" Adira mulai sewot karena kesal
"Tatapan apa? Aku punya mata jadi bisa menatap siapapun" jawab Aaron membuat Adira semakin kesal.
"Terserah kamu saja! Aku membencimu!" Adira memalingkan wajahnya dan melihat keluar jendela kaca mobil.
Jack hanya terkekeh mendengar pertengkaran sepasang suami istri itu. Setidaknya itu lebih baik dari pada saat Adira mendiamkan Aaron dan membuat Aaron seperti kehilangan semangat hidup.
Mobil berhenti didepan rumah. Adira segera membuka pintu dan berjalan cepat ke dalam rumah.
__ADS_1
Aaron pun bergegas membuka pintu mobil dan berlari kecil untuk menyusul istrinya itu.
Adira membuka pintu kamar dan hendak menutupnya tapi ditahan oleh Aaron yang kemudian ikut masuk lalu menutup pintu itu.
"Malam ini aku akan tidur disini" ucap Aaron yang membuat Adira semakin kesal.
"Kalau begitu aku yang akan tidur di kamar tamu!" Adira hendak membuka pintu kembali tapi ditahan tangannya oleh Aaron.
"Kamu tidak akan kemana-mana" ucap Aaron
Adira hanya mendengus kesal tanpa melihat ke arah suaminya yang berdiri didepannya.
Aaron meraih wajah istrinya itu agar menatapnya. "Katakan ada apa? Kenapa kamu marah?"
Sebenarnya Aaron sudah tau jawabannya tapi ia ingin mendengar langsung dari bibir istrinya itu.
"Aku tidak suka kamu menatap wanita lain dengan tatapan seperti itu" ceplos Adira yang membuat Aaron menyunggingkan senyum diwajahnya.
"Kamu cemburu?"
"Ya! Aku cemburu! Kenapa? Apa kakak mau menertawakan aku? Kalau begitu tertawakan saja" Kesal Adira
Diturunkannya tangan Aaron dari wajahnya dengan kasar lalu ia berbalik dan hendak melangkah namun Aaron memeluknya lebih dulu dari belakang.
"Aku tidak akan menertawakanmu. Aku senang jika kamu merasa cemburu. Itu artinya kamu mencintaiku" ucap Aaron yang terdengar jelas ditelinga Adira.
Aaron melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya itu agar menghadap ke arahnya. Ia menangkup wajah istrinya itu.
"Aku mencintaimu Adira. hanya mencintaimu"
Aaron mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir istrinya itu dengan lembut. Ia benar-benar sangat merindukan istrinya dan merindukan ciuman mereka.
Adira mulai membalas ciuman Aaron dan mereka pun saling berpagutan lama. Ciuman mereka semakin panas dan membuat Aaron menginginkan lebih.
Aaron melepaskan ciumannya dan menatap wajah istrinya itu. Ia mengangkat tubuh istrinya dan membawanya naik ke atas ranjang. Malam itu pun berakhir di atas ranjang.
πππ
Stella kini sudah berdiri didepan kontrakan Alina bersama dengan Alina. Ia sengaja mengantarkan Alina pulang.
"Kamu jangan bodoh Alina. Kamu harus mendapatkan Aaron kembali. Aku akan membantumu" ucap Stella
"Tapi Aaron sudah menikah dan punya istri. Sepertinya dia juga sangat mencintai istrinya" jawab Alina yang sebenarnya merasa sedih melihat kenyataan itu.
"Mereka itu menikah tanpa cinta. Aaron hanya menggantikan adiknya untuk menikahi gadis itu. Aaron masih sangat mencintai kamu Alina. Sejak kepergianmu, Aaron tidak pernah dekat dengan gadis manapun" Stella mencoba meyakinkan Alina.
"Tapi kenapa Aaron harus menggantikan adiknya untuk menikahi gadis itu?" tanya Alina yang nampak bingung
"Ceritanya panjang. Aku juga tidak sengaja mengetahuinya" ucap Stella yang saat itu memang tidak sengaja mendengar pembicaraan Kevin dan temannya yang bernama Brian di sebuah restoran.
"Yakinlah Alina, kalau Aaron masih sangat mencintai kamu" tambah Stella
Alina hanya menatap lurus kedepan. Ia juga masih sangat mencintai Aaron. Jika bukan karena waktu itu kakeknya Aaron yang menyuruhnya untuk pergi menjauhi Aaron. Mungkin sekarang mereka masih bersama dan mungkin Alina lah yang menjadi istri Aaron sekarang.
πππ
πMohon dukungannya buat author ya kakak-kakak. Biar author semangat untuk menulis dan mencari ide. Silahkan beri kritik dan saran untuk author. Jangan lupa like, subscribe, vote dan hadiahnya juga ya ππ€
__ADS_1
Terimakasihπ