
Mobil pun sudah siap. Aaron tengah menunggu istrinya didepan rumah. Hari ini ia akan memberi kejutan untuk istri tercintanya itu.
Tak lama wanita yang ditunggu pun datang keluar menemuinya.
"Hei kak apa kita sudah terlambat? Maaf aku terlalu lama ya?" tanya Adira
"Tidak masalah. Mungkin Perjalanan kali ini akan sedikit jauh" Aaron mengusap-usap rambut istrinya.
"Apakah villanya begitu jauh?" tanya Adira
"Ya"
"Kalau begitu ayo cepat! Nanti teman-temanmu menunggu terlalu lama" ajak Adira
Aaron hanya tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Kali ini istrinya akan dibuat terkejut olehnya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam akhirnya mereka sampai disebuah villa yang terletak di dekat sebuah pantai.
Aaron melihat istrinya yang tertidur pulas disampingnya. Ia tidak tega hendak membangunkannya. Ia pun bergegas keluar dan membopong tubuh istrinya itu. Ia membawanya masuk ke dalam villa dan merebahkan tubuh istrinya di sofa.
Adira mulai mengerjip-ngerjipkan matanya dan membuka matanya. Ia melihat Aaron yang tengah berjongkok menghadapnya disampingnya. Adira pun langsung bangun dan duduk.
"Kita sudah sampai kak? Kenapa tidak membangunkanku?" Adira melihat sekelilingnya yang nampak sepi. "Dimana teman-temanmu?"
Aaron hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada istrinya.
"Kita hanya akan berdua saja disini" ucap Aaron yang membuat Adira merasa kaget.
"Berdua? Maksud kakak?"
"Anggap saja ini sebagai bulan madu kita yang tertunda. Aku sudah menelfon Denis dan bilang kalau kita tidak jadi ikut ke villanya. Sebagai gantinya aku mengajakmu kesini agar kamu merasa senang" ucap Aaron
Mata Adira pun berbinar-binar dan langsung memeluk suaminya itu. Ia tidak menyangka jika suaminya telah menyiapkan semua ini untuknya.
"Aku senang sekali kak. Terimakasih!"
Aaron mengusap-usap punggung istrinya. "Ayo kita lihat kamar Kita"
Adira melepaskan pelukannya dan mengangguk.
Aaron berdiri dan mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan istrinya itu.
Adira pun menyambut uluran tangan suaminya itu. Mereka melangkahkan kakinya ke lantai atas. Sesampainya di dalam kamar Aaron membuka gorden kamar itu dan terlihatlah pemandangan pantai yang sangat indah di luar sana.
__ADS_1
"Wah!! Indah sekali!!" Adira nampak tersenyum senang dan mendekat ke arah jendela.
Aaron mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Kamu menyukainya?" tanya Aaron
Adira mengangguk senang. "Sangat! Aku sangat.. sangat.. sangat menyukainya".
Aaron mulai menciumi rambut istrinya. Ia pun menurunkan ciumannya keleher istrinya itu.
"Iihhh kak apa yang kau lakukan" ucap Adira yang merasa geli karena Aaron terus melancarkan aksinya dilehernya.
"Bagaimana kalau kita melakukan olahraga dulu sebelum istirahat. Nanti malam aku akan membawamu makan malam diluar" Aaron melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya itu agar menghadap ke arahnya.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Aaron membuat wajah Adira merona merah.
Aaron kembali mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke arah ranjang. Ia membuka jaketnya dan melemparnya. Ia kembali mendekati wajah istrinya dan mulai mencium bibir itu.
Mereka kini saling berciuman dan berpagutan. Aaron menurunkan ciumannya keleher istrinya dan mulai menurunkan dress yang di pakai oleh istrinya itu. Terpampang lah dua bukit kembar yang masih dibungkus oleh bra berwarna merah. Aaron memberikan sentuhan dengan lembut disana. Ia mulai membenamkan wajahnya disana dan memberikan banyak tanda merah disana.
"Uuuhhh kak..." Adira hanya bisa pasrah menerima perlakuan dari suaminya itu.
Aaron sangat menikmati permainannya didada istrinya itu dan kini ia mengangkat wajahnya dan kembali mencium bibir istrinya. Ciuman mereka pun berlangsung cukup lama. Baju yang mereka kenakan kini sudah terlepas semua. Aaron terus menghujani ciuman disetiap lekuk tubuh istrinya itu.
"Aaahhh... Jangan mempermainkan aku terus kak" ucap Adira yang hasratnya sudah mulai memuncak karena ulah suaminya.
"Ahhhhh kak..." Desah Adira saat Aaron mulai memasukinya.
Aaron kembali mencium bibir istrinya dengan lembut. Siang itu pun bertambah panas karena kegiatan yang mereka lakukan di atas ranjang.
Selesai pelepasan mereka pun tertidur karena lelah telah menempuh perjalanan panjang sebelumnya.
💖💖💖
Alina terlihat kesal karena Aaron tidak jadi ikut.
"Tadi pagi Aaron menelfon katanya ia akan mengajak istrinya untuk berbulan madu jadi mereka tidak jadi ikut menginap disini" ucap Denis
Stella melihat ke arah Alina yang nampak terdiam.
"Sepertinya Aaron sudah benar-benar mulai jatuh hati pada istrinya itu" ucap Stella.
"Sudah biarkan saja. Lagi pula mereka kan masih tergolong pengantin baru. Biarkan saja mereka menikmati bulan madu mereka yang tertunda. Hehehehe" ucap Denis
Denis tau kalau Alina pasti merasa cemburu pada Aaron dan Adira. Tapi biar bagaimanapun Alina harus menerima takdirnya. Aaron kini telah menjadi suami orang. Berpacaran lama memang tidak menjamin untuk bisa berjodoh. Yang tidak saling mengenal pun bisa jadi mereka berjodoh.
"Ya sudah tidak apa-apa kita hanya bertiga disini. Aku mau kekamar dulu mau istirahat" pamit Denis
__ADS_1
Denis pergi meninggalkan Stella dan Alina disana.
Stella melihat ke arah Alina "Lin, apa kita susul saja mereka kesana?"
"Emang kamu tau mereka dimana? Lagi pula kalau kita kesana mau apa?" ucap Alina
Stella pun ikut terdiam dan nampak berfikir.
"Sepertinya aku harus menjalankan rencana lain" batin Stella.
💖💖💖
Sore itu Adira tengah menyenderkan kepalanya di bahu suaminya setelah apa yang mereka lalui sepanjang siang diatas ranjang.
"Ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Aaron
"Hhmmm apa itu?" tanya Adira
"Aku tidak ingin ada kebohongan diantara kita dan tidak ingin ada kesalah pahaman. Sebenarnya... " Aaron nampak terdiam sejenak. "Sebenarnya Alina itu adalah mantan pacarku dulu"
Adira mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya.
"Mantan pacar?" tanya Adira yang disertai anggukan oleh Aaron.
Adira melepaskan tangannya dari lengan Aaron. Ia kembali duduk dengan sempurna.
"Aku tidak ingin melukai hatimu dengan mengatakan ini. Tapi percayalah, aku sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Alina sekalipun dia sudah kembali" ucap Aaron
Adira kembali menyenderkan kepalanya di bahu Aaron kembali dan mulai menangis terisak.
"Hei sayang.. kenapa kamu malah menangis?" Aaron mengusap air mata di wajah istrinya itu.
"Jika saja kamu tidak menikah denganku. Mungkin kamu bisa bersatu kembali dengan mantan pacarmu itu.. hiks.. hiks..." tangis Adira
Aaron tersenyum dan memegang wajah istrinya. "Apa yang kamu bicarakan? tidak usah berfikir yang berlebihan. Aku tidak pernah menyesali telah menikah denganmu. Karena sekarang aku sangat mencintaimu" ucap Aaron.
Adira mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan suaminya lagi. "Benarkah?"
Aaron mengangguk dengan senyuman di wajahnya. "Iya. Jangan pernah mencoba untuk pergi dari sisiku. Mengerti?"
Adira menganggukkan kepala.
"Sekarang mandilah dan bersiap. Aku akan mengajakmu keluar untuk makan malam dan jalan-jalan" ucap Aaron
"hhhmmm..." Adira kembali menyenderkan kepalanya di bahu Aaron.
Setidaknya Adira merasa senang karena Aaron telah terbuka padanya. Walaupun saat mereka kembali nanti pastinya akan banyak masalah yang menunggu mereka disana. Tapi selama Aaron disisinya, Adira tidak akan takut untuk melalui semua itu.
__ADS_1
💖💖💖