
"Aaarrggghhhhhh"
"Buukkkkkk" sekepal tangan menghantam tembok rumah
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Adira bisa bersama kak Aaron?" Kevin mulai gusar dan mengacak-acak rambutnya kasar
Kevin tampak mondar-mandir sambil menaruh tangannya dipinggang dan tangan satunya tak berhenti mengacak rambutnya sendiri
"Dia pasti tau tentang semua ini, aku harus menemuinya" Kevin menjeda ucapannya "Tidak, aku harus menemui Adira terlebih dahulu"
"Braakkk" Kevin menutup pintu dengan kasar dan berjalan keluar meninggalkan rumah kosong itu
Menjelang sore di kediaman Al-Devano. Adira turun dari mobil dengan terburu-buru. Aaron ikut turun dan berjalan cepat untuk meraih tangan gadis itu
"Lepaskan tanganku kak" ucap Adira
"Katakan ada apa?" tanya Aaron
"Percuma aku bilang sama kakak. Kakak juga tidak mau membantuku bukan?"
"Apa ini tentang Kevin?" tanya Aaron
"Kakak sudah tau kenapa masih bertanya" celetuk Adira
Adira melepaskan tangannya dari genggaman Aaron dengan kasar dan berjalan masuk menuju kamar.
Jack menghampiri Aaron "tuan, sepertinya tuan muda Kevin sudah berhasil lolos"
"Aku tau"
"Sekarang dia pasti akan mencari keberadaan Nona Adira"
Aaron menghela nafas panjang "Kamu awasi terus Adira, jangan sampai dia bertemu dengan Kevin"
"Baik tuan" jawab Jack sedikit menunduk
Aaron melangkahkan kakinya masuk dan berjalan ke arah ruang kerjanya. Ia akan membiarkan Adira sendirian dulu dikamar.
🌺🌺🌺
Clara mengejar Brian dan menarik lengannya hingga pria itu menghadapnya
"Elu tau dimana Kevin?" tanya Clara
"Gue gak tau Ra" jawab Brian
"Jangan bohong! Elu pasti tau kan?" Clara meninggikan suaranya
"Sumpah Ra, gue gak tau" Kevin coba meyakinkan
Clara menatap curiga pada Brian, dia tau pasti ada yang sedang Brian sembunyikan darinya. Sementara Brian tidak bisa jujur kalau memang tadi pagi dia sempat bertemu Kevin tapi Kevin memintanya untuk merahasiakannya dari siapapun.
Ditempat lain Kevin yang masih memakai hoodie nya dan menutupi kepalanya. Ia menggunakan masker untuk menutupi wajahnya. Ia berjalan ke sebuah warung makan kecil dan langsung memesan makanan karena sedari pagi dia memang belum makan apapun.
__ADS_1
Ia melepaskan maskernya saat ibu penjual warung memberikan makanan pesanannya. Ia pun langsung menyantap makanan itu sampai habis.
Saat sudah selesai makan ia melihat ke arah bapak-bapak yang duduk disebelahnya dan sedang menyantap makanannya. Ia pun melihat ke arah handphone bapak itu yang tergeletak di atas meja. Kevin mencoba menegur bapak itu
"Permisi pak? Boleh saya meminjam ponsel bapak sebentar?" ucap Kevin
Bapak itu melihat ke arah Kevin. Tampangnya tidak terlihat mencurigakan dan terlihat masih sangat muda
"Oh tentu saja, silahkan" bapak itu meraih ponselnya dan memberikannya
Kevin menerima ponsel itu dan mengambil secarik kertas yang ada disaku jaketnya. Ia memasukkan nomor yang ada disana dan mencoba menghubunginya.
Sementara itu di rumah Aaron. Aaron berjalan ke arah jendela ruang kerjanya dan melihat Adira yang sedang duduk di pinggiran kolam renang sambil mengayunkan tangan kanannya menyiprat-nyipratkan air. Aaron tersenyum tipis melihat gadis itu dari lantai atas.
Selang beberapa saat Aaron keluar dari ruangan kerjanya dan berjalan menuruni tangga memasuki kamarnya. Ia membuka sepatunya dan kancing kemejanya karena hendak mandi. Terdengar suara dering telefon dari atas meja. Itu adalah ponsel Adira yang berbunyi. Aaron berjalan mendekati suara bunyi itu dan meraih ponsel milik Adira. Disana ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Dengan ragu Aaron menggeser tombol hijau dan meletakkannya ponsel itu ditelinganya
"Adira? Sayang? Ini aku Kevin. Aku ingin bertemu dengan kamu" suara dari balik sambungan telefon
Aaron nampak terdiam. Ia tau itu memang benar-benar suara Kevin
"Halo Adira? Apa kamu mendengar ku? Aku tau kamu marah tapi tolong dengarkan penjelasanku terlebih dahulu"
Aaron masih tetap tidak menjawab suara Kevin. Ia menurunkan telefon itu dan melihat layarnya lalu mematikan sambungan telefon itu
"Maafkan aku Adira, tapi aku harus melakukan ini" batin Aaron
Terdengar suara langkah kaki berjalan menuju kamar. Aaron terlihat panik dan "Prakkk" Aaron membanting ponsel Adira ke lantai hingga retak
"Ada apa kak? Seperti ada sesuatu yang jatuh" tanya Adira sedikit cemas
Aaron mencoba mencari alasan "maaf aku tidak sengaja menyenggol ponselmu hingga jatuh dan retak"
Adira terlihat kaget dan berlari kecil ke arah Aaron. Ia melihat ponselnya yang tergeletak dan retak di lantai. Adira sedikit berjongkok dan meraih ponselnya.
"Bagaimana bisa sampai seperti ini kak?" Adira membolak balikkan ponsel itu. "ini lebih terlihat seperti di banting. Jika ia hanya jatuh tidak mungkin separah ini"
Aaron mencoba bersikap tenang "sudah, aku akan menggantinya nanti. Ponselmu itu sangat jelek jadi jatuh sedikit saja langsung rusak"
"Tapi aku baru membelinya tiga bulan yang lalu dengan uang lemburanku. tidak mungkin jika hanya jatuh tersenggol jadi separah ini"
"Tidak usah memikirkannya. Besok aku ganti yang lebih bagus. Aku mau mandi dulu" Aaron bergegas pergi ke kamar mandi karena Adira masih nampak tak percaya jika ponselnya hanya jatuh biasa
🌺🌺🌺
Kevin sejak pagi sekali sudah memantau rumah Aaron dari jauh. Ia masih penasaran saat kemarin melihat Adira naik mobil bersama Aaron. Sejak kapan mereka begitu dekat? Bahkan Kevin saja belum pernah mengenalkan kakaknya itu pada Adira.
Terlihat gerbang rumah terbuka dan sebuah mobil berjalan keluar dari rumah mewah itu. Kevin membalikkan badan memunggungi saat mobil itu melewatinya. Ia tidak mau kakaknya mengenalinya.
Kevin masih penasaran apakah Adira ada di dalam rumah itu atau tidak. Ia sudah memantau rumah Adira tapi tidak pernah melihat gadis itu kecuali paman dan bibinya. Ditempat kerjanya pun Kevin tidak menemui gadis itu menginjakkan kaki disana lagi. Terakhir kemarin saat ia tidak sengaja melihat gadis itu terburu-buru keluar dari dalam cafe dan menyetop taxi
Di dalam mobil Jack bertanya pada Aaron "tuan, apa tadi tuan melihat seseorang yang sedikit mencurigakan sedang berdiri tidak jauh dari rumah?"
"Tidak, apa kamu melihat sesuatu?" tanya Aaron
__ADS_1
"Mungkin hanya orang lewat saja tuan" jawab Jack
Aaron nampak terdiam sejenak, lalu ia mengingat jika kemarin Kevin menelfon Adira. Ia pun langsung tersadar
"Tunggu! Kita putar balik ke rumah" seru Aaron
"Ada apa tuan?"
"Ikuti saja perintahku"
"Baik tuan" Jack menghentikan mobilnya dan memutar balik mobil itu
Sementara itu Kevin mengambil kesempatan untuk membuka pintu gerbang yang kebetulan tidak di kunci saat penjaga pintu pergi ke kamar mandi. Kevin menyelundup masuk ke dalam kediaman kakaknya. Ia berjalan sedikit membungkuk agar tidak ketahuan.
Pelayan Anna membuka pintu rumah dan membawa tentengan plastik berisi sampah yang akan ia buang keluar. Kevin tidak melewatkan kesempatan itu untuk masuk saat pintu sedikit terbuka. Saat berada didalam ia mencoba mencari keberadaan Adira. Apakah iya kekasihnya itu berada disana atau tidak.
Terdengar suara langkah kaki, Kevin segera menunduk dan bersembunyi di balik punggung sofa
"Nona tunggu, nona mau kemana? Jangan pergi nona. Nanti tuan Aaron akan marah" ucap pelayan Elsa
Adira tersenyum "aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya akan ke dapur untuk memasak"
Deg
Suara itu terdengar seperti tidak asing di telinga Kevin. Ia ingin segera bangun dan melihat siapa pemilik suara itu. Apakah benar itu kekasihnya atau bukan.
"Baiklah nona kalau begitu saya tinggal kebelakang ya nona. Saya mau menjemur pakaian dulu. Kalau nona butuh bantuan nona bisa panggil saya" ucap Elsa
"Baik" jawab Adira
Elsa pergi meninggalkan Adira. Kevin mencoba mengintip siapa gadis yang ada disana. Ia hanya bisa melihat punggung gadis itu dari belakang yang sedang berjalan ke arah dapur. Ia yakin sekali itu adalah Adira kekasihnya. Tapi apa yang terjadi? Kenapa Adira bisa tinggal satu atap dengan Aaron?
Adira berjalan ke arah dapur dan mengambil beberapa bahan makanan untuk dimasak dari dalam kulkas. Dari balik tembok Kevin memperhatikan gadis itu. Ia melihat wajah gadis itu tampak dari arah samping
Deg
Itu benar-benar Adira kekasihnya. Seribu pertanyaan kini berada di otak Kevin. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu? Jika dia tidak datang bukankah seharusnya pernikahan itu batal?
"Praanggg" Kevin tidak sengaja menyenggol vas bunga hingga jatuh dan pecah
Adira menoleh dan berseru "siapa itu? Elsa apa kamu disana?"
Tidak ada jawaban, Adira pun penasaran dan berjalan ke arah pintu dapur untuk melihat siapa yang menjatuhkan benda disana. Adira melihat bayangan seseorang dilantai
Tak
Tak
Tak
Suara pelan langkah Adira
🌺🌺🌺
__ADS_1