
Setelah sepuluh menit Arya memacu laju mobilnya, mereka pun tiba di parkiran kantornya. Arya menghentikan mobilnya di parkiran kantornya.
"Yang, kamu belum jawab pertanyaan abang tadi, jawab dong Yang? kamu mau gak Yang?" tanya Arya menghentikan Dinda yang ingin membuka pintu mobilnya.
"Pertanyaan apa sih bang" Jawab Dinda pura-pura tidak ingat.
'ih bang Arya gak peka banget sih, kalau cewek diam saat di tanya gitu tandanya mau' ucap Dinda dalam hati.
"Yang" ucap Arya membuyarkan lamunan Dinda.
"Apa Abang?" ucap Dinda.
"Jawab dong Yang, apa kamu mau, Abang jemput dan antar tiap hari? inginnya sih selamanya gitu biar abang gak kangen trus" ucap Arya tersenyum genit pada Dinda.
"gombal mulu' ih Abang, mmm... Iya mau" Jawab Dinda singkat dengan pipi yang merona merah, malu-malu lalu membuka pintu mobil dan keluar lalu berjalan memasuki pintu kantor meninggalkan Arya. Dinda memang tak ingin berjalan beriringan dengan lelaki tampan itu jika sedang berada di area kantor.
'Yes, thanks baby' ucap lelaki tampan itu dalam hati.
Arya pun keluar dari mobil dengan tersenyum sumringah lalu mengikuti langkah Dinda dari belakang.
__ADS_1
Arya dan Dinda semakin hari semakin dekat. Setelah peristiwa kecelakaan itu, tak ada lagi rasa dendam, sakit hati, kecewa dan terluka di hati gadis cantik itu untuk Arya, ia melihat kepedulian lelaki itu padanya dan Bayu. Saat ini yang dia rasakan hanya rasa cinta yang kembali bersemi di dalam hatinya, tetapi Dinda tetap menyembunyikan perasaannya itu, ia tak ingin kecewa dan terluka lagi seperti dulu jika terlalu berharap.
*****
Pesawat dari Paris baru saja mendarat di bandara Soekarno Hatta. Adryan keluar dari pesawat yang ia tumpangi, laki-laki itu baru saja pulang dari Paris tempat Ayah dan Ibunya tinggal dan menetap saat ini. Adryan datang ke sana untuk memenuhi keinginan Ayahnya yang sedang sakit. Hampir satu bulan ia di negara itu, menemani Ayahnya.
Adryan berjalan cepat menuju pintu keluar bandara Soekarno Hatta dengan menarik sebuah travelbag di tangan kanannya dan memegang tas kertas berwarna gold di tangan kirinya. Lelaki tampan itu sangat mempesona dengan baju kasualnya, ia memakai kaos lengan panjang berwarna hitam dengan celana jeans dengan warna senada dan kacamata hitam yang bertengger dihidung mancunhnya menambah ketampanan lelaki itu.
Adryan melihat Danu saat keluar dari pintu bandara. Pria berkacamata itu sudah berada di depan pintu kaca besar pada bagian kepulangan luar negeri.
'Akhirnya nyampe juga, welcome to Jakarta, gue rindu banget sama kota ini, tapi yang paling gue rindukan saat ini Dinda, gue benar-benar di buat gila oleh cewek cantik yang satu itu, tunggu aku honey, miss you so much' ucap Adryan dalam hati.
"Gimana keadaan Ayah lu bro? udah sehat?" tanya Danu lalu mengambil travelbag yang di bawa oleh Adryan.
"Udah agak mendingan Dan" ucap Adryan, memberikan travelbag yang di bawanya ke Danu dan berjalan ke arah parkiran bandara.
"Emang Om Pasha sakit apa sih bro?" tanya Danu lalu mengikuti Adryan dan berjalan di samping kiri Pria tinggi itu.
"Cuma Asam urat bokap aja kambuh, dokter bilang cuma itu kok Dan, tapi Mama gue aja yang agak lebay... sekarang Papa udah agak mendingan kok" jawab Adryan enteng.
__ADS_1
"Oh syukur lah Yan, makanya lu nikah dong bro, biar Ayah dan Ibu lu tambah bahagia dan gak kepikiran sama lu mulu" seru Danu.
"Kampret lu Dan, mentang-mentang mau nikah ledekin gue trus... tapi tenang aja Dan, kalau gue bisa dapetin hati cewek yang satu ini gue jamin, gue akan langsung nikah tahun ini" ucap Adryan percaya diri.
"Cewek yang mana? Cewek lu kan banyak, ampe gue gak tau, cewek lu yang beneran yang mana, tapi hebat banget tuh cewek bisa ngerubah prinsip hidup seorang Adryan yang seorang playboy dan hobby mematahkan hati cewek, bisa insaf kayak gini.... hahahaha..." ejek Danu dan tertawa lepas.
"Sialan lu Dan" ucap Adryan dan ikut tertawa.
Sesampai di parkiran mereka langsung, menuju mobil sedan berwarna merah milik Danu. Setelah meletakkan travelbag milik Adryan di bangku belakang Danu masuk kedalam mobilnya dan diikuti oleh Adryan.
Danu menghidupkan mobil miliknya dan melakukannya keluar dari Bandara Soekarno Hatta.
"Dan, langsung ke kantornya Arya ya" ucap Adryan pada Danu Asisten sekaligus sahabatnya.
Danu mengerutkan dahinya "ke kantor Arya? ngapain? jangan-jangan lu kangen sama Arya lagi?" ujar Danu dengan tertawa mengejek.
"Emangnya gue maho? kangen sama Arya? ya gak lah Dan, nanti lu juga tau bro... gue kangennya sama siapa?" ucap Adryan lalu tersenyum melihat ke arah Danu yang fokus melajukan mobilnya.
'Siapa sih cewek yang dimaksud Adryan? jangan bilang Dinda? kalau iya bener Dinda, bisa gawat nih... bisa perang dunia ke tiga, waduh kacau' pikiran Danu.
__ADS_1