
"Dek kita makan nasi Padang aja yuk siang ini, Mas udah kepengen makan rendang nih" ujar Bayu pada Dinda yang duduk disebelah kirinya. Kakak beradik itu duduk di kursi kayu yang ada di depan kamar kos Dinda.
"Hayuk Mas, kita makan di rumah makan Padang Sederhana aja ya mas, disana rendangnya yang paling enak kayak masakan Ibu, mau kan Mas ?" tanya Dinda.
"Iya kita makan di Rumah Makan Padang itu aja, kamu kangen masakan Ibu ya dek?" ucap Bayu.
"Iya Mas, kangen banget... Masakan Ibu paling the best, mang Mas Bayu gak kangen sama masakan Ibu?" tanya Dinda lagi.
"Kangen lah dek, bener kata kamu, masakan Ibu memang paling the best" jawab Bayu. "Kita berangkat sekarang yuk dek, udah pukul 11.00 juga, udah mulai laper nih dek" ajak Bayu melihat jam tangan yang melingkar di tangan sebelah kirinya lalu lelaki itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah sepeda motor yang ia parkir di halaman tempat kos Dinda.
"Oke Mas, aku ambil tasku bentar ya" ujar Dinda lalu masuk ke dalam kamarnya dan mengambil tas kecil berwarna putih yang ada di atas meja lalu diselempangkannya di bahu sebelah kanannya, setelah itu Dinda keluar dari kamarnya dan mengunci pintu berwarna coklat itu lalu berjalan kearahnya Bayu yang sudah berada di atas motornya.
Bayu menghidupkan mesin motornya dan melajukan motor matic miliknya itu keluar pintu gerbang tempat kos Dinda.
*****
Setelah dua puluh lima menit melajukan motornya, akhirnya Bayu dan Dinda sampai depan bangunan yang atapnya berbentuk lanjong seperti rumah adat orang Minang dan didepannya terdapat plang nama yang bertuliskan Rumah Makan Padang Sederhana. Mereka memasuki halaman rumah makan yang luas itu dan Bayu memarkirkan motor kesayangannya di tempat parkir yang sudah disediakan.
Mereka berjalan memasuk ke dalam rumah makan itu dan duduk di meja yang masih kosong, tempat itu lumayan rame karena sudah Waktunya jam makan siang. Setelah mereka duduk pelayan rumah makan langsung menata hidangan di atas meja, nasi dan semua lauk pauk yang di masak khas Minang ada di sana.
"Yeee... hari ini makan enak kita" gumam Dinda pelan lalu tersenyum bahagia lalu menyendokkan nasi putih ke piring yang ada di depannya.
Bayu tersenyum melihat tingkah adiknya itu.
"Cantik-cantik makannya banyak" goda Bayu.
__ADS_1
"Ih biarin... sekali-sekali gak apa-apa lah Mas, abis di dekat kantor kita kan gak ada rumah makan Padang yang enak kayak ini" ucap Dinda lalu makan dengan lahapnya.
"Iya tapi makannya, pelan-pelan dong dek" ucap Bayu tersenyum geli dan mengelengkan kepalanya kekanan dan kekiri melihat tingkah adiknya itu. Bayu pun makan dengan lahap nasi beserta lauk pauk yang ada di hadapannya.
"Udah lama ya Mas kita gak makan siang bareng kayak gini" ucap Dinda sela-sela makannya.
"Iya ya dek, kamu tuh sibuk terus, ampe hari libur aja masih tetap masuk kerja" ujar Bayu mencuci tangannya yang menandakan ia sudah selesai makan lalu mengelap tangan dan mulutnya dengan sarbet kertas yang ada di atas meja.
"Iya Mas, memang tiga bulan ini banyak banget kerjaan Mas, ada proyek besar yang harus dikerjakan langsung oleh bang Arya, sebagai sekretarisnya aku jadi ikut sibuk deh dampingi dia metting dan ketemu klien, seminggu yang lalu aja aku ikut metting di luar kota, aku izin ke Mas Bayu kan?, sekarang udah bisa sedikit santai sih, makanya hari Minggu ini aku ada di kos, capek banget rasanya Mas semua tulang ku rasanya mau copot" jelas Dinda panjang lebar.
"Kerja emang capek lah dek, tapi syukurlah sekarang udah bisa istirahat, abis dari sini nyampe kos langsung istirahat, jangan maen ke mall" seru Bayu.
"Iya, abis ini aku istirahat seharian penuh, kalau gak kepengen masakan Padang yang enak kayak buatan Bunda aku gak bakalan mau ikut tadi" ujar Dinda tersenyum.
"Kali ini beneran gak Mas, aku beneran mau istirahat" ucap Dinda lagi, " Mas aku ke toilet bentar ya" tambahnya lalu berdiri dan berjalan ke arah toilet wanita yang ada di rumah makan itu.
Dari meja yang berada di pojok sebelah kiri rumah makan, seorang pria sedang memperhatikan Bayu.
'Bayu? sama siapa tuh dia' gumam Adryan kepo saat melihat Bayu bersama seorang gadis, setahu Adryan, Bayu sangat sulit dekat dengan seorang perempuan. Lelaki itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Bayu duduk.
"Yoi bro... ada yang lagi lunch bareng gebetan nih" goda Adryan yang sudah duduk di depan Bayu.
"Adryan..." ujar Bayu terkejut dengan kehadiran temannya itu. "Gebetan apa maksud lu Yan?" tanya Bayu.
"Itu cewek yang tadi jalan ke belakang" ucap Adryan sambil menaikkan alis mata sebelah kanannya ke atas dan digerakkan keatas ke bawah menggoda Bayu lalu tersenyum miring.
__ADS_1
"Oh cewek itu ?... hahahaha... itu adek angkat gue Adryan, bukan gebetan... dasar playboy cap kapak ngacok, oh ya mana Danu tumben lu sendirian?" tanya Bayu.
"Danu lagi ngurusin nikahannya, kan bentar lagi dia married" jawab Adryan.
"Danu dah mau married tuh, lu kapan? masak mau main-main cewek mulu' lu" ucap Bayu. Bayu dan Adryan memang berteman dekat di kampus, mereka satu jurusan dan satu kelas juga.
"Lu ngejek gue belum married... nah lu nya kapan bro? tapi lu tenang aja, kalau gue bisa dapetin hati cewek yang satu ini, gue jamin tahun ini gue married nyusul Danu atau gue duluan dari Danu, lu tenang aja... tinggal tu tanggal mainnya aja gue" ucap Adryan percaya diri.
"Asal jangan lu mainin mulu' hati anak orang tar kualat baru tahu lu" Ujar Bayu.
"Kali ini gak akan bro, gue serius bro... cewek yang satu ini lain banget, dia malah cuek banget susah buat di deketin, padahal yang lain ngejer-ngejer gue dan mau lakuin apa aja biar mau gue deketin" ucap Adryan membayangkan wajah Dinda.
'tumben banget Adryan serius sama cewek' Bayu membatin.
"Kalau gitu syukur deh bro, udah ada cewek yang bisa buat lu insyaf gini" ucap Bayu.
"Kampret lu Bay, sama aja kayak Danu" ujar Adryan lalu mereka tertawa bersama.
**Bersambung...
Mohon bantuannya untuk author...
Jangan lupa pencet tombol favorit ♥️, komentar dan tombol like 👍 disetiap episodenya ya, terimakasih 🙏
HAPPY READING ♥️♥️**
__ADS_1