Takdir Cinta CEO

Takdir Cinta CEO
Part 21 - GOSIP


__ADS_3

Sesampainya di gedung bertingkat tiga itu, Dinda turun dari mobil setelah mengucapkan terimakasih pada Pak Puji, gadis manis itu berjalan memasuki gedung kantor. Saat akan berjalan ke arah lift, ia melihat Tia dan dua orang temannya juga sedang berada di depan lift, mereka sedang asyik mengobrol. Tia melirik Dinda dengan ujung matanya, lalu wanita itu menyikut pelan tangan temannya yang berada di sebelah kanannya.


"Hobi kali ya godain cowok orang, dasar pelakor" sindir Tia dengan suara yang sengaja di besarkan agar Dinda mendengarnya.


Setelah pintu lift terbuka, mereka pun memasuki lift dan diikuti Dinda dari belakang. Dinda berdiri di ujung belakang sebelah kiri sedangkan Tia dan teman-temannya berdiri di depan Dinda, lalu Tia memencet tombol nomor dua, yang menunjukkan lantai dua yang mereka tuju.


"Pelakor itu apa sih mbak?" tanya teman Tia yang bernama Sheila.


"Pelakor itu perebut laki orang eh pacar orang Sheila" jawab Tia.


"Itu bukan Pelakor mbak Tia tapi Pepakor, perebut pacar orang atau jangan-jangan udah di kasih itu kali mbak, makanya doi jadi ngikut gitu" ucap Diah teman Tia yang berada di sebelah kirinya.


"Dia kasih apa maksud lu Diah" tanya Tia dengan nada di buat-buat lalu tersenyum miring dan melirik Dinda dengan ujung matanya lagi.


"Kasih itu tu mbak, cem-ceman... di jampe-jampe gitu mbak" ujar Diah lagi.


"Mungkin juga sih lu Diah, kalau gak mana mungkin doi mau sama yang kayak gitu, udah jelek, kampungan, gak menarik banget, gak se level banget sama sepupu gue yang cantik dan seksi, bener gak ?" tanya Tia pada teman-temannya.

__ADS_1


"Iya mbak jauh banget, gak selevel dia mah mbak... hahahaha" lalu mereka tertawa bersama lalu dan tidak memperdulikan Dinda yang berada di belakang mereka.


'Dasar tukang gosip, kenapa mereka lirk-lirik ke gue gitu ya kayak, nyindir gitu, tap salah gue apa coba? kalau gak inget dia salah satu kepala divisi di perusahaan ini, udah gue cakar-cakar mulut comelnya itu, emang gue ambil laki atau pacar siapa? ampe mbak Tia sewot gitu sama gue? huuff... kesel, ya Tuhan ku sabarkanlah hambamu ini' ucap Dinda kesal dalam hati.


Saat pintu lift terbuka di lantai dua mereka pun keluar dari benda berbentuk persegi empat itu, meninggalkan Dinda sendirian di dalam lift. Setelah ketiga wanita tukang gosip itu keluar dari lift, Dinda menekan tombol tiga menuju lantai tiga tempatnya berkerja.


Dinda keluar dari lift, ia berjalan menuju ruang kerja Arya untuk menyerahkan berkas kontrak di dalam map berwarna kuning yang ia bawa dari apartemen atasannya itu. Sesampai di depan ruangan Arya, Dinda bertemu dengan Lania, wanita cantik itu keluar dari ruangan Arya dengan wajah sangat kesal. Lania berjalan dan menabrak bahu kanan Dinda dengan kasar sehingga membuat gadis manis itu terhuyung.


'Aww' gumam Dinda kesakitan memegang bahunya yang terasa nyeri.


Dinda melihat Lania yang tersenyum miring yang sulit di artikan saat wanita cantik nan seksi itu berbalik dan menghadap padanya.


'Apa maksud mbak Lania sih, kenapa dia marah-marah ke aku, aku lakuin apa sama dia? dasar aneh, cantik-cantik kok sedeng sih ? aduh tangganku jadi merah gini lagi, sakit banget... trus tadi mbak Tia sepupunya ngomel-ngomel gak tau kenapa trus lirik-lirik aku, emang aku salah apa ya, bingung?' Dinda membatin.


Dinda berjalan memasuki ruangan Arya dengan pintu masih terbuka lebar, ia melihat lelaki tampan nan berkharisma itu sedang duduk di kursi kerjanya yang nyaman dan sibuk dengan pekerjaannya.


tok... tok... tok...

__ADS_1


Arya menghentikan pekerjaannya sejenak lalu menoleh ke arah pintu berwarna coklat tua itu, dan tersenyum pada Dinda. Dinda memasuki ruang kerja Arya dengan map berwarna kuning yang masih ia pegang.


"Bang ini berkas yang abang suruh ambilkan ?" tanya Dinda.


"Iya, thanks ya honey" ujar Arya spontan dengan senyum menghiasi bibir tipisnya yang seksi.


"Apa bang" tanya Dinda dengan mengerutkan dahinya mendengar ucapan Arya.


"......." Arya hanya tersenyum mendengar pertanyaan Dinda dan mengambil map berwarna kuning yang dibawa Dinda.


"Bang... nanti pukul 15.00 ada metting dan penandatangan kontrak dengan PT. Tirta Jaya di aula kantor pusat Tirta Jaya" ujar Dinda.


"Oke, kamu tolong siapkan berkas-berkas yang kita perlukan nanti, pukul 12.00 kita berangkat ya sekalian makan siang, oke" ujar Arya.


"Iya, baik bang, kalau gitu aku ke meja kerjaku ya, permisi" seru Dinda lalu keluar dari ruangan Arya.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon bantuannya untuk author ya, mohon tekan tombol favorit ♥️ dan like 👍 serta komentarnya disetiap episodenya, terimakasih 🙏🙏


HAPPY READING ♥️♥️


__ADS_2