
HAPPY READING ❤️❤️
-
-
"Mang kakak mau cari apa sih buat mamak ?" tanya Arya pada Yenita yang ada disebelah kanannya.
"Mamak mau hijab syar'i buat ke pasar katanya" jawab Yenita. "Kata mamak lagi, harus warna pink" menirukan bicara mamanya.
Arya tertawa lepas mendengar kakak satu-satunya itu.
"Dasar kakak, pandai kali kalau niruin gaya mamak" ucapnya sambil tertawa.
"Ya iyalah, kan aku anaknya, ya pandailah" ucap Yenita bangga.
"Yah Sombong kali, tak bisa dipuji nih" canda Arya.
Mereka berjalan memasuki dari toko hijab yang satu ke toko hijab yang lain. Setelah mendapatkan hijab untuk mamak dan baju untuk papanya, dua adik kakak itu pun berjalan menuju sebuah restoran Italia yang ada di Mall itu.
"Kak kita makan dulu yuk disitu, aku lapar" ujar Arya menunjuk restoran Italia.
"Restoran Italia ?" tanya Yenita.
"Iya kak" jawab Arya lalu masuk kedalam restoran dan diikuti oleh Yenita.
Mereka disambut oleh pelayan perempuan yang memakai pakaian berwarna Hitam. Pelayan itu mengantarkan mereka ke sebuah meja yang berdekatan dengan pintu area luar restoran yaitu are balkon restoran.
"Mbak kenapa area nya di tutup ?"tanya Arya menunjukkan pintu kaca yang menutup bagian balkon.
"Itu ada yang booking Mas" jawab pelayan itu ramah. "Silakan Mas, Mbak" ucap pelayan itu lagi dan memberikan daftar menu pada mereka.
__ADS_1
Meraka pun duduk berhadapan, Arya duduk menghadap pintu kaca yang tertutup. Dari tempat Arya duduk terlihat jelas semua aktivitas orang yang berada di balkon.
"Ar, emang kau suka pizza atau spaghetti Ar ? dari kapan ?" tanya Yenita menyelidik.
"Suka, lagian kan ada banyak menu lain juga kak" jawab Arya.
"Masa' dari kapan kau suka masakan Italia, setau kakak yang suka masakan Italia itu Khaiyang" ucap Yenita.
"Kau kangen Khaiyang ya Ar ? kalau kangen kenapa gak ajak dia malming sih ? Dasar Hrithik Roshan KW gengsian" ledek Yenita.
Arya hanya tersenyum menanggapi ledekan kakaknya itu.
******
"Makasih ya Mas Ryan, aku Happy banget" ucap Dinda dengan senyum menghiasi bibirnya. Sejenak ia bisa melupakan kesedihannya.
"Sama-sama cantik, kita dinner yuk Dinda, mas udah laper nih, kamu dah lapar belum ?" tanya Adryan.
"Sorry Dinda" ucap Adryan salah tingkah. "Yuk" seru lelaki tampan itu dan mempersiapkan Dinda berjalan lalu mereka berjalan beriringan ke tempat makan yang sudah di persiapkan Adryan.
Adryan menghubungi Danu dengan mengirimkan message, agar Danu mempersiapkan semuanya, Adryan ingin semuanya sempurna.
Danu berada jauh dari balkon restoran agar tidak terlihat oleh Dinda.
Semuanya sudah dipersiapkan tanpa diketahui sedikit pun oleh gadis manis itu.
Sesampai di restoran, mereka disambut dengan ramah oleh seorang pelayan yang mengantarkan mereka ke meja yang telah direncanakan.
Mereka pun makan malam bersama. Suasana di balkon restoran itu sangat romantis tetapi Dinda tak merasakan suasana itu, yang ada dalam pikiran gadis cantik itu hanya Arya.
'kenapa tiba-tiba kepikiran bang Arya ya, tapi aku gak boleh pikirin dia lagi, mungkin dia lagi sama mbak Lania, dan lagi bahagia disana, kenapa aku harus sedih dan mikirin dia' lamun Dinda.
__ADS_1
"Hai, kamu kenapa Dinda ?" suara Adryan mengagetkan Dinda.
"Nggak nggak kenapa-napa Mas" jawab Dinda gugup lalu tersenyum kikuk pada Adryan yang ada didepannya.
"Ada yang sedang kamu pikirin ?" tanya Adryan lembut.
Dinda mengelengkan kepalanya "Gak ada Mas" ujarnya lalu membentuk garis lengkung yang tipis dibibirnya.
Adryan memegang tangan Dinda, gadis manis itu terkejut saat Adryan memegang tangannya.
"Dinda tolong biarin Mas pegang tangan kamu sebentar saja" ujar Adryan mencoba menenangkan Dinda.
Adryan menarik nafas panjang dan mengembuskannya perlahan menenangkan dirinya yang sedang grogi menghadapi pujaan hatinya.
"Dinda, jujur dari pertama kita ketemu Mas udah jatuh cinta sama kamu, mungkin terdengar konyol tapi itulah kenyataannya, Mas gak bisa pendam rasa ini terlalu lama lagi" ucap Adryan lalu lelaki tampan itu menarik nafasnya lagi untuk menenangkan dirinya. Adryan mengeluarkan sebuah kotak dari kantong dalam Jasnya.
"Dinda mau kah kamu jadi pacar Mas"tanya Adryan sembil membuka kotak yang berisi cincin, berwarna merah dan berbentuk hati itu di harapkan Dinda.
Dinda sangat terkejut dengan pernyataan cinta Adryan yang menurutnya tiba-tiba.
-
-
-
MENURUT PEMBACA SEMUA DINDA TERIMA CINTA ADRYAN APA ENGGAK YA ???
JANGAN LUPA BACA TERUS YA NOVEL PERTAMA AKU, TERIMAKASIH 🙏🙏
TOLONG TINGGALKAN JEJAKNYA YA, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL 👍, KOMEN DAN PENCET TOMBOL ❤️, TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1