Takdir Cinta CEO

Takdir Cinta CEO
Part 20 - CINTA ITU MASIH ADA (3)


__ADS_3

Author POV


Dinda berjalan menuju mobil kantor yang ada diparkir, disana ia sudah ditunggu oleh pak Puji sopir kantor.


"Pagi Mbak Dinda, silahkan" ucap lelaki paruh baya itu lalu membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Dinda.


"Pagi Pak, terimakasih" ujar gadis itu tersenyum ramah. Dinda menaiki mobil itu dan duduk didalamnya, lalu pak Puji menutup pintu mobil dan berlari ke pintu kemudi. Pak Puji menghidupkan mesin mobil dan melakukannya keluar parkiran kantor.


Saat mobil yang di kendarai Pak Puji keluar dari parkiran kantor terdengar bunyi chat masuk ke handphonenya.


drt... drt... drt...


Mendengar bunyi handphone, Dinda mengambil benda pipih itu dari dalam tasnya lalu melihat siapa yang menchatnya, tampak tertulis dilayar handphone My Lovely Bang Arya, Dinda tak pernah menukar nama kontak Arya yang tersimpan di handphonenya.


Jika Arya melihat namanya di dalam daftar kontak handphone Dinda yang belum ditukar, sudah pasti hati laki-laki itu sangat bahagia karena ia bisa memastikan gadis yang ia cintai juga masih mencintainya.


##### isi chat #####


๐Ÿ’ŒArya


Yang ini alamat Apartemen Abang, Apartemen XX Jalan Pejaten, No.x, Jakarta Selatan, Kamar 312 lantai 5.


pin pintu nya 110796, kamu hati-hati ya.


'031296 itu kan tanggal, bulan sama tahun lahir aku, kenapa bang Arya pake buat pin apartemennya ya, apa benar bang Arya masih cinta sama aku tapi kalau dia masih cinta, kenapa dulu dia tinggalin aku gitu aja?... stop stop Khaiyang jangan kegeeran dulu, buang jauh-jauh pikiran kamu itu, jangan menghayal yang tidak-tidak nanti kamu bisa terluka lagi, mungkin itu hanya kebetulan saja' Dinda membatin.


๐Ÿ’ŒDinda

__ADS_1


Iya bang.


Balas Dinda singkat.


##### chat berakhir #####


Diruangannya Arya berpikir jika Dinda melihat pin yang ia kirim, pasti dia tau jika Arya masih mencintainya, sehingga memakai tanggal kelahirannya untuk pin apartemen lelaki itu.


'Semoga kamu mengerti maksud abang Yang, abang pengen kamu tau, kamu masih selalu dalam ingatan abang, abang masih sangat mencintai kamu Khaiyang, sampai pin apartemen aja abang pake tanggal lahir kamu' ujar Arya dalam hati.


Arya menekan nomor kontak satpam Apartemennya.


memberitahu jika sekretarisnya akan datang ke apartemen untuk mengambil berkas yang ia butuhkan.


*****


"Baik Mbak Dinda" mengembalikan handphone pada Dinda.


Tak berapa lama, mobil mereka memasuki halaman sebuah apartemen mewah di kawasan Jakarta Selatan.


"Tunggu sebentar ya Pak Puji, aku ambil berkas yang di perintahkan Pak Arya dulu" ucap Dinda lalu keluar dari mobil dan berjalan ke pos satpam yang berjaga di pintu masuk apartemen mewah itu.


"Pagi mbak, ada yang bisa saya bantu" tanya salah satu satpam yang berjaga dengan ramah.


"Iya pak, Saya mau ke apartemen apartemennya pak Arya, no. 312" jawab Dinda.


"Iya mbak tadi Pak Arya sudah menghubungi kami untuk memberitahu, mari mbak saya antar ke kamar Pak Arya" ucap satpam yang berbadan tegap itu, lalu berjalan memasuki gedung mewah pencakar langit itu. Dinda mengikuti dari belakang.

__ADS_1


"Mbak baru pertama kali ya kesini?" ucap satpam itu lagi, memasuki lift. Dinda mengikuti pria yang memakai baju putih dengan bawahan berwarna biru dongker itu kedalam lift, setelah Dinda memasuki lift satpam itu menekan tombol nomor lima, menuju lantai lima tempat apartemen milik Arya berada.


"Iya Pak, saya memang baru pertama kali ke apartemen ini, emang banyak tamu wanitanya pak Arya ya pak?" tanya Dinda menyelidik saat mereka sudah berada di dalam lift.


"Gak kok Mbak, cuma ada satu wanita yang pernah datang ke apartemen milik Pak Arya, mbak Yenita itu aja dan setahu saya itu kakaknya pak Arya Mbak" jelas satpam itu lagi.


"Iya Pak, kak Yenita memang kakaknya Pak Arya" ucap Dinda.


Ting...


Pintu lift terbuka menandakan mereka sudah sampai di lantai lima, satpam itu keluar dari lift disusul Dinda. Pria berbadan tegap itu berjalan dan berhenti didepan sebuah pintu dengan tertulis angka 312.


"Mbak ini, apartemen milik Pak Arya, saya permisi dulu mbak, silahkan" ucap pria itu ramah lalu meninggalkan Dinda.


Dinda memencet tombol yang ada di pintu dibawah gagang pembuka pintu dengan angka yang diberikan Arya padanya melalui WhatsApp. Setelah memasukan kode pinnya pintu apartemen milik Arya tebuka.


Dinda memasuki ruangan dengan warna abu-abu dan dipadukan dengan warna putih itu. Dinda melihat kesebelah kirinya sesuai yang intruksi Arya padanya, ia membuka pintu ruangan itu, disana terlihat sebuah meja kerja dan map berwarna kuning di atasnya. Dinda melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu untuk mengambil map kuning yang di perintahkan Arya padanya.


Saat akan mengambil berkas yang di perintahkan Arya, Dinda melihat sebuah figura diatas meja kerja berwarna coklat itu, karena penasaran dengan foto yang ada didalam figura, ia mendekati dan mengambil figuran itu untuk melihat foto siapa yang terpajang di dalamnya. Dinda terkejut melihat wajah yang ada di foto itu, ternyata foto dirinya bersama Arya, didalam foto itu tergambar wajah kebahagiaan antara mereka berdua dengan Arya yang memeluknya dari belakang.


'Bang Arya masih simpan foto ini? foto ini udah lama banget, waktu itu kami baru merayakan satu bulan hubungan kami, bahagia banget rasanya, tapi itu dulu dan sekarang semuanya sudah berbeda' gumam Dinda lalu tersenyum miring tak bisa diartikan.


Dinda mengambil map kuning diatas meja kerja Arya lalu keluar dari ruangannya itu dan melangkah kearah luar apartemen. Setelah menutup pintu apartemen milik Arya Dinda menuju lift dan berjalan ke parkiran.


Bersambung...


Mohon bantuannya untuk author ya...

__ADS_1


jangan lupa pencet tombol favorit, like dan komentarnya di setiap episode, terimakasih ๐Ÿ™


__ADS_2