
Author POV
Tanpa Arya sadari ada seseorang wanita yang memperhatikannya. Gadis itu juga baru datang terlihat dari travel bag yang ia tarik dengan tangan kanannya.
'Arya ? lagi ngapain dia? nunggu siapa ya dia di pintu kedatangan?' ucap Lania dalam hati, saat wanita itu melihat Arya berdiri di depan pintu kedatangan bandara Soekarno-Hatta.
Lania berjalan ingin menghampiri pujaan hatinya itu. Ia sangat merindukan lelaki tampan nan berkharisma itu. Tetapi ia tertegun melihat gadis yang sangat ia benci ada di sebelah kiri lelaki tampan itu. Wanita itu sangat marah melihat Arya yang selalu menggenggam tanggan gadis disampingnya.
'B******k, kenapa gadis jelek itu selalu saja menempel dengan Arya ? kesal sekali gue, apa hubungan mereka ? kenapa Arya selalu bersikap mesra dan lembut pada gadis s****n itu' ucap Lania membatin. Wajah wanita itu memerah karena marah, ia menghentakkan kakinya. Ia benar-benar kesal melihat Arya yang menggenggam tangan Dinda.
Lania sangat penasaran siapa yang ditunggu Arya. Seorang wanita cantik dengan wajah yang mirip dengan wajah Arya keluar dari pintu kedatangan lalu tersenyum pada lelaki tampan nan mempesona itu.
"Kak" ujar Arya saat wanita itu keluar dari pintu kedatangan bandara Soekarno-Hatta. lalu memeluk wanita cantik yang ada dihadapannya.
'kak ? itu kakaknya Arya ?' Lania semakin penasaran.
"Kak Yen" ucap Dinda. Lania mendengar dengan jelas jika Dinda juga memanggil wanita yang mirip dengan Arya itu lalu mereka berpelukan. Dari jauh Lania memperhatikan mereka.
__ADS_1
'Apa? gadis jelek itu juga kenal dengan kakaknya Arya? dimana mereka kenal? sedekat apa sih mereka?' ucap Lania kepo.
'Gue gak akan biarin ini, Gue harus buat Arya jadi milik gue' Lania membatin.
Lania mengeluarkan ponselnya, lalu memencet tombol yang ada di dalam benda pipih nan canggih itu untuk memanggil seseorang. Ia meletakkan benda pipih itu di telinga sebelah kanannya.
###percakapan telpon###
"Hallo, pak Badin udah dimana, kok lama amat sih ?"
"Udah di depan pintu kedatangan bandara Soekarno-Hatta Non" jawab dari seberang.
"Maaf Non, saya di belakang Nona" jawabnya lagi.
Lania mengakhiri panggilannya. Pak Badin tersenyum ramah pada Lania.Lelaki paruh baya itu sudah lama menjadi sopir di keluarga Lania sedari Lania berumur lima tahun hingga saat ini. Pak Badin sangat tau tabiat Lania yang manja, ia mengambil travel bag yang diberikan Lania padanya. Lelaki itu berjalan di belakang Lania, mengikuti nona majikannya dari belakang.
******
__ADS_1
Lania melihat Arya memasuki mobil dan tak berapa lama mobil milik Arya berjalan meninggalkan parkiran.
"Ikut mobil itu Pak" perintah Lania.
"Baik Non" jawab Pak Badin lalu menjalankan mobil dan mengikuti mobil milik Arya dari belakang.
Dengan rasa penasaran Lania mengikuti mobil Arya hingga ke apartemen lelaki itu.
'gue harus cari cara agar Arya jadi milik gue, dan jauhin cewek jelek b******k itu darinya' ujar Lania dalam hati, ia sangat geram melihat kedekatan Dinda dan Arya. Wanita itu juga sangat ingin tahu kenapa Dinda bisa akrab dan dekat dengan kakaknya Arya.
Lania akan mencari cara agar Arya membenci Dinda dan ia bisa memiliki Arya seutuhnya.
**BERSAMBUNG...
MAAF YA SELALU TELAT DAN GAK SESUAI JADWAL LAGI NOVEL NYA TERBIT, KARENA TUGAS KULIAH BENAR-BENAR LAGI BANYAK BANGET 🙏🙏🙏
JANGAN LUPA PENCET TOMBOL FAVORIT DAN LIKE JUGA KOMENTAR AGAR THOR LEBIH BAIK DAN LEBIH SEMANGAT LAGI, TERIMAKASIH 🙏❤️
__ADS_1
HAPPY READING ♥️♥️**