
Author POV
Adryan memang tak ingin membuang waktu lagi, lelaki tampan itu mempersiapkan semua hal yang akan ia berikan pada Dinda saat menyatakan cintanya hari sabtu malam nanti. Adryan memerintahkan Danu untuk membantunya.
"Dan, tolong ambilkan cicin yang gue pesan di toko emas langganan gue ya bro" perintah Adryan pada asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Cincin ? mang lo mau beliin nyokap lo cincin lagi ? kan kemarin udah Yan ?" tanya Danu heran.
"Bukan buat nyokap gue Danu tapi buat Dinda" jawab Adryan dengan senyum bahagia.
"Apa ? cincin buat Dinda ? emang dia ulang tahun ?" tanya Danu terkejut.
"Gak perlu nunggu ampe dia ulang tahun dulu baru kasih cincin kan Dan ?" ujar Adryan.
"Ya eng... enggak sih, trus cincinnya buat kado apa ? tanya Danu penasaran.
"Gue mau nyatain cinta gue ke Dinda, hari Sabtu besok dan kasih cincin itu ke dia, gue gak mau main-main kali ini Dan, gue benar-benar tergila-gila sama gadis satu ini, dia lain, kalau dia mau gue langsung lamaran sekalian" jelas Adryan dengan semangat dan senyum yang merekah.
'Apa ? Adryan mau nyatain cintanya ke Khaiyang ? Aduh gawat darurat nih, jangan sampai Arya tau kalau gak bisa benar-benar perang dunia, aduh gue jadi serba salah, dua-duanya sahabat gue... gue harus kasih tau Bayu nih' ujar Danu dalam hati.
"Dan... Danu, lo kok bengong sih? udah jalan Dan, bantuin gue" ucap Adryan mengagetkan Danu.
"Eh iya, sabar dong bos" jawab Danu singkat.
"Udah gih sana lu jalan bro, oh ya hati-hati bawa cincinnya bro" ucap Adryan lagi.
"Iya tenang aja, lebay banget sih Lo" ujar Danu pada sahabatnya itu.
'Gue gak mungkin bilang kalau Khaiyang mantan Arya dan sampai sekarang Arya masih mencintainya, gue gak tega juga liat Adryan, dia bahagia banget... gak pernah dia seserius ini sama cewek... gimana kalau Khaiyang nolak dia nanti... gue tau banget kalau Khaiyang masih mencintai Arya sama seperti Arya yang masih mencintainya... ya sudahlah gue ambil aja dulu cincin yang di suruh Adryan, tar gue ceritain ke Bayu buat cari solusinya' batin Danu lagi. Pria itu pun berjalan pergi meninggalkan ruang kerja Adryan.
******
'Oke... cincinnya udah gue ambil, sekarang gue harus telpon Bayu, gue harus kasih tau ini ke dia, jangan sampai Arya sama Adryan perang gara-gara ini, pusing gue' batin Danu lalu memijat dahinya yang pusing karena masalah sahabatnya itu.
__ADS_1
Danu mengambil handphone dari dalam saku celana sebelah kiri, lalu ia mencari nomor kontak Bayu dan menekan tombol panggil pada nomor kontak sahabatnya itu.
Tut... Tut... Tut...
suara sambungan telepon
### Percakapan telepon###
"Hallo, Assalamualaikum bro" suara dari seberang yang mengangkat telepon.
"Walaikumsalam, lu lagi sibuk gak bro ? gue mau ketemu lu, nanti makan siang gue tunggu di cafe depan kantor lu ya" ucap Danu to the poin.
"ets ada apa nih lu mau ketemu gue Dan ? gak biasannya, kangen lu ya sama gue ?" terdengar candaan Bayu di seberang.
"Pokoknya ada yang mau gue bicarain sama lu Bay" ucap Danu.
"Oke deh, jam 12 gue tunggu lu di cafe, jangan telat" jawab Bayu.
"Yeee... yang suka telat itu lu kampret" ucap Danu, lalu disambut dengan tawa Bayu dari seberang. Danu pun mengakhiri panggilannya dan memasukkan benda pipih canggih itu kedalam saku jasnya.
******
"Hai kak" ucap Dinda lalu tersenyum melihat kedatangan Yenita. " Kak Yen mau ketemu bang Arya ?" tambah Dinda.
"Gak, kakak malah mau jemput kamu, ajak makan siang bareng, mau gak ?" ujar Yenita.
"Mau sih kak, tapi aku tanya Bang Arya dulu ya kak" jawab Dinda.
"Udah tar biar kakak aja yang bilang ke Arya, pasti boleh" seru Yenita lalu menjalan dan masuk ke dalam ruang kerja Arya tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Selamat siang adik kakak sayang" sapa Yenita dengan senyum manisnya.
"Hai kak, kapan datang ?" tanya Arya.
__ADS_1
"Dari tadi lah, kau aja yang terlalu sibuk sampai tak liat kakaknya datang, iya kan Yang ?" tanya Yenita pada gadis manis yang berdiri di sebelah kanannya.
"Benar Yang, kakak udah dari tadi datang, kok Abang gak di kasih tau ?" tanya Arya pada Dinda.
"Yee... Abang di becandain kakak mau aja, kakak baru datang bang" jawab Dinda lalu tersenyum.
Yenita tertawa kecil karena bisa mengerjai adik kesayangannya itu.
"Jangan kerja trus Ar, istirahat dulu, jangan lupa makan tar sakit maag kau kambuh" ujar Yenita menasehati adiknya itu.
"Iya siap kakakku tercintah" jawab Arya dengan nada yang dibuat-buat.
"Oh ya Ar, aku bolehkan bawa Khaiyang makan siang" ucap Yenita.
"Cuma Khaiyang kak, aku ?" tanya Arya pada kakaknya.
"Kau kan dek bisa makan siang sendiri Ar, manja kali kau nih, kakak mau melepas rindu dulu sama Khaiyang, jangan serakah kali kau Ar, tiap hari sama Khaiyang, di bawa sebentar aja, nak mau ikut pula kau nih" ujar Yenita bertolak pinggang.
"Hahahaha... bukannya serakah kakak, ya sudah pergilah" ucap Arya mengalah.
"Makasih adikku, nanti kami bawa kan oleh-oleh lah tuk kau, ya udah kami pergi dulu ya" ucap Yenita. "Yuk Yang" tambahnya lalu mengandeng tangan sebelah kiri Dinda.
"Bang Yang izin pergi sama kakak ya"pamit Dinda.
Arya cuma mengangguk dan tersenyum pada gadis manis pujaannya itu.
Yenita dan Dinda menjalan keluar ruang kerja Arya. Sebelum berjalan ke lift Dinda mengambil tasnya yang berwarna hitam di dalam laci meja kerjanya.
Yenita dan Dinda berjalan menuju lift.
Bersambung....
**HAPPY READING ♥️♥️
__ADS_1
TERIMAKASIH UDAH SELALU SETIA MENUNGGU DAN BACA KARYA KU 🙏🙏
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA DENGAN MENEKAN TOMBOL FAVORIT DAN LIKE JUGA KOMENTARNYA, TERIMAKASIH 🙏❤️**