Takdir Cinta CEO

Takdir Cinta CEO
Part 26 - MALAM MINGGU


__ADS_3

Flash back


'Udah malam Minggu lagi, tapi gue masih aja sendiri, Khaiyang lagi ngapain ya? apa dia juga lagi mikirin gue kayak gue mikirin dia ucap Arya dalam hati lalu tersenyum miring. ia duduk di sofa empuk berwarna coklat yang ada di kamarnya.


'Baru pukul 7 malam, lebih baik gue jalan-jalan di Mall aja deh, ngilangin suntuk, mana tau dapat ide tambahan buat lamar Khaiyang *nanti*' ucap Arya lalu beranjak dari tempat duduknya, menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaiannya dan menggantinya.


'Oh iya, bagusnya gue beli boneka juga deh buat Khaiyang dia kan suka banget boneka Teddy bear, ha... iya itu aja deh tar gue beli di Mall sekalian' ucap Arya lagi lalu keluar dari kamarnya dan mengambil kunci mobil yang ia taruh di atas meja kecil tempat ia biasa meletakkan kunci mobilnya.


Arya berjalan keluar dari pintu apartemen miliknya, setelah menutup pintu apartemen ia berjalan menuju lift dengan bersiul-siul kecil. Arya sangat bahagia, ia sangat yakin jika Dinda akan menerima lamarannya.


*****


Setelah sampai di parkiran Arya berjalan mendekati mobilnya, lelaki itu memasuki mobil mewahnya dan langsung menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukannya membelah jalanan Ibukota.


Arya mengendarai mobilnya, setelah dua puluh menit, ia sampai di gedung bertingkat yang menjulang tinggi ke langit. Ia memarkirkan mobilnya, setelah itu berjalan memasuki Mall. Arya berjalan ke eskalator dan menuju ke lantai dua Mall, sesampai di lantai dua lelaki itu berjalan menuju toko boneka yang cukup besar di Mall itu.

__ADS_1


Cukup lama Arya mencari boneka Teddy bear yang akan ia beli tuk Dinda pujaan hatinya itu, setelah mendapatkan boneka Teddy bear berwarna coklat tua dengan ukuran yang cukup besar, ia memutuskan untuk membayarnya di kasir.


"Mbak saya mau yang ini" menyerahkan boneka yang akan ia beli ke kasir.


"Baik Mas, ada tambahanya lagi?" tanya kasir itu pada Arya.


"Gak mbak itu aja" jawabnya dengan senyum menghiasi bibir tipisnya.


"Oke, totalnya satu juta dua puluh tujuh ribu rupiah mas" ucap wanita dengan baju berwarna oranye itu pada Arya.


"Silahkan masukkan Pinnya Mas" ucapnya lagi dan menyodorkan benda berbentuk persegi panjang berwarna biru dengan tombol seperti handphone.


Arya menekan tombol dari benda yang di berikan wanita kasir itu padanya. Setelah itu wanita yang ada dihadapannya itu memberikan kembali kartu miliknya lalu membungkus boneka yang ia beli.


"Ini belanjaannya Mas, terimakasih sudah berbelanja di toko kami" ucap wanita itu lagi dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


Arya menjalan keluar toko itu dengan membawa belanjaannya. Ia ingin mampir ke sebuah restoran untuk beristirahat sebentar melepaskan penatnya setelah mencari boneka untuk mahkota jiwanya itu.


Sebelum memasuki restoran yang ia tuju, dari luar Arya melihat dua orang yang ia kenal di dalam restoran itu, keduanya sedang asyik mengobrol dan tertawa terlihat mereka sangat akrab dan dekat.


'Khaiyang dan Adryan? kenapa mereka ada di sini malam minggu begini? Ada hubungan apa mereka ? gak gue gak bakal biarin Adryan merebut Khaiyang dari gue, Khaiyang cuma milik gue' ucap Arya membatin, mukanya merah karena marah dan terbakar api cemburu.


Arya mengurungkan niatnya untuk memasuki restoran itu, seleranya sudah hilang melihat kedekatan dan kemesraan antara Dinda dan Adryan. Arya berjalan ke eskalator dan turun ke lobi Mall lalu keluar dari gedung itu menuju mobilnya. Arya memasuki mobilnya 'Yang, apa hubungan kamu dengan Adryan? apa benar cinta untuk abang udah gak ada lagi Khaiyang? apa kamu dah lupain semuanya Yang dan lebih memilih Adryan? tapi abang masih sangat mencintai kamu, Abang benar-benar ingin kamu jadi pendamping hidup Abang Khaiyang, apa yang harus Abang lakuin biar kamu gak pergi lagi dari Abang?' ucap Arya dalam hati. Lama lelaki itu terdiam, ia bertanya-tanya dalam hati, rasa takut kehilangan menjalar kuat dalam hatinya. Dengan hati yang berkecamuk dan perasaan yang tak menentu ia menyalakan mesin mobil miliknya lalu melajukannya membelah kepadatan jalan Ibukota di malam minggu itu. Ia benar-benar sangat cemburu melihat Dinda dan Adryan.


Flashback off


Bersambung...


Mohon bantuannya untuk author ya...


**Jangan lupa pencet tombol favorit ♥️ dan like 👍 juga komentar yang membangun agar author tambah semangat...

__ADS_1


Terima kasih 🙏**


__ADS_2