
HAPPY READING ❤️❤️
Arya duduk menikmati makanan yang ia order, seloyang pizza dan ice cappucino. Lelaki itu memandang ke pintu kaca yang langsung terlihat ke bagian balkon restoran.
Ia melihat seorang lelaki yang duduk berlutut di depan seorang wanita, lelaki itu memegang kotak berbentuk hati berwarna merah.
Arya mengerutkan keningnya saat melihat wanita yang ada di balkon restoran.
"Khaiyang ?"ucapnya pelan.
Yenita mengikuti arah pandangan Arya ke arah balkon restoran, ia juga terkejut melihat sosok wanita yang sangat dicintainya adik lelakinya berada di balkon restoran itu bersama seorang pria yang juga ia kenal.
Arya berdiri dari mejanya dan perjalan begitu saja.
"Ar kau mau kemana ?" tanya Yenita kemudian mengakhiri makannya lalu mengikuti Arya dari belakang. Ia tau apa yang sedang di rasakan Arya saat ini.
Arya berhenti di meja kasir lalu mengambil benda kotak berwarna coklat berbahan dasar kulit, lelaki itu mengeluarkan tiga lembar uang berwarna merah dan meletakkannya di atas meja kasir tanpa berbicara sepatah kata pun kemudian berjalan keluar restoran.
"Mbak maaf, pesanannya atas nama siapa" tanya seorang pelayan wanita yang berada di belakang meja kasir, menghentikan langkah Yenita.
"Eh ya, maaf, atas nama Arya mbak, kembaliannya buat mbak aja, maaf saya buru-buru" ujar Yenita lalu meninggalkan restoran.
*****
AUTHOR POV
Adryan dibantu oleh Danu telah mempersiapkan semuanya sesuai dengan rencana. Lelaki tampan itu sangat bahagia terlihat dari senyum yang selalu menghiasi bibir seksinya.
'Aduh gugup banget gue, tapi gue gak boleh terlihat gugup di dekat Dinda, huuuf gue gak boleh gugup, harus tenang, gue yakin Dinda pasti terima gue' ucapnya dalam hati.
"Silahkan cantik" ucap Adryan membukakan pintu restoran yang langsung sampai di balkon restoran dengan senyumannya yang menawan.
"Thanks Mas"ucap Dinda dengan sedikit menyunggingkan senyumnya, Dinda masih tidak fokus didalam pikirannya masih penuh terisi bayangan Arya.
__ADS_1
Setelah sampai di balkon restoran, Adryan mempersiapkan Dinda duduk di kursi yang menghadap keluar restoran yang memperlihatkan langit bertabur bintang dengan music yang menambah suasana romantis di ruangan itu.
Seorang lelaki berpakaian putih dan celana hitam menghampiri mereka memberikan mereka buku menu "silahkan Mas, mbak" ucap pelayan lelaki itu.
"Kamu mau pesan apa Dinda ?" tanya Adryan lembut pada gadis manis disebelah kanannya.
"Mmmm... aku... aku minum aja mas" jawab Dinda.
"Kenapa gak makan Dinda ?" tanya Adryan lagi
Dinda hanya menggeleng kepalanya untuk menjawab tidak.
"Oke, kalau gitu kamu pesan cemilan aja ya, biar perutnya keisi makanan juga ya" bujuk Adryan.
Dinda pun memberikan senyum manisnya mengiyakan ucapan Adryan.
Setelah memberitahu pesanan mereka ke pelayan. Pelayan laki-laki itu pun pergi ke arah pantry restoran.
Wajah murung Dinda masih terlihat jelas, Adryan masih tetap menghiburnya. Semua lelucon yang dilontarkannya Adryan selalu bisa membuat Dinda tersenyum dan wajah gadis itupun menjadi sumbringah lagi.
"Dinda Mas, permisi ke toilet sebentar ya" ucap Adryan.
"Iya Mas"jawab Dinda.
Lalu Adryan berjalan meninggalkan Dinda. Dinda menikmati langit yang berwarna hitam yang bertaburan bintang.
'Kenapa perasaan aku gak nentu gini ya, pasti bahagia banget kalau Bang Arya ada disini temanin aku, menikmati langit yang bertabur bintang seperti ini, Ya tuhan kenapa aku masih aja kangen sama bang Arya, padahal dia udah jahat banget sama aku, bermesraan sama mbak Lania sampai kerah kemejanya kena lipstik gitu, mereka kemarin ngapain ?'ucap Dinda dalam hati.
Tangan kokoh Adryan membuyarkan lamunan Dinda.
"Lagi lamunin apa sih cantik ?" tanya Adryan.
"Eh enggak aku ngak ngelamun kok Mas"ucap Dinda gugup.
__ADS_1
"Ada yang mau aku katakan ke kamu, kamu bisa ikut sebentar ?" Ajak Adryan menuntun Dinda berdiri dari tempat duduknya dan perjalan agak ketengah balkon. Music pun diganti menjadi musik yang sangat romantis.
Sesampai di tengah balkon, Adryan memegang kedua jemari Dinda.
Karena terkejut Dinda dengan refleks menarik tangannya dari genggaman Adryan, tetapi Adryan menghentikannya "Tunggu Din, biarin sebentar aja aku pegang tangan kamu, plis" pinta Adryan.
Dinda pun menurutinya.
"Din, maaf, mungkin ini waktunya kurang tetap, tapi aku gak bisa lama-lama lagi menunggu" ucap Adryan lembut.
"Dari pertama aku ketemu kamu, aku udah jatuh cinta sama kamu, mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama" ucap Adryan lagi.
Adryan memasukkan tangannya kedalam jas dan mengambil sesuatu dari balik jas yang di pakainya. Lelaki itu mengeluarkan sebuah kotak berbentuk hati yang berwarna merah, ia membuka kotak itu dan berlutut di depan gadis cantik pujaannya.
"Dinda mau gak kamu jadi pacarku" ungkap Adryan tanpa ragu.
Dinda terkejut mendengar ungkapan cinta Adryan. Ia tak tau harus menjawab apa, ia sangat bingung harus berkata seperti apa pada lelaki di depannya.
Dinda terdiam seribu bahasa.
Tanpa sepengetahuan mereka dibalik pintu kaca dalam restoran ada seorang pria yang memperhatikan mereka dengan wajah yang kesal dan sedih.
-
-
-
-
-
**MAAF UDAH LAMA GAK MUNCUL YA🙏🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA KOMEN DAN BANTU AUTHOR DENGAN KLIK ❤️ DAN KLIK 👍 YA ...
TERIMAKASIH 😘**