
'Sakit banget rasanya kalau harus diam-diaman kayak gini, salah gue juga sih terlalu gengsi ngakuin perasaan sendiri, tar kalau diutarain trus Khaiyang nolak gue karena dia udah jadian sama Adrian, gue belum siap ditolak' Arya dengan pikirannya sendiri.
Dinda memasuki ruangan Arya dengan secangkir cappucino hangat ditangannya. Gadis manis itu meletakkan cangkir yang berwarna putih dengan garis berwarna gold itu di atas meja kerja Arya.
"Silahkan bang, ini capuccinonya" ucap gadis cantik sekretarisnya itu.
Tanpa melihat kearah gadis di sampingnya Arya menjawab pendek "hmm" lalu diam. Tak biasanya Arya bersikap dingin seperti ini pada Dinda, biasanya ia selalu tersenyum dengan manisnya jika Dinda menghidangkan secangkir cappucino hangat kesukaannya.
"Hari ini ada pertemuan dengan direktur di kantor pusat bang, pukul 10.00" ucap gadis itu lagi mengingatkan Arya dengan jadwal kerjanya hari ini.
"Ya" ucapnya singkat, masih dengan tatapan datar tak terbaca.
Dinda akan melangkahkan kakinya keluar ruangan.
"Tunggu, tolong bilang ke Pak Darto untuk siapkan mobil, kita berangkat pukul setengah 9" ucap Arya lagi.
"Baik bang, permisi" ucap Dinda lalu melangkahkan kaki meninggalkan ruangan kepala cabang itu.
'Dasar Kritik Roshan KW nyebelin, kenapa tiba-tiba sikapnya dingin gitu, dasar aneh' upaya Dinda.
*****
Pukul sudah menunjukkan 09.30 Wib
"Khaiyang kamu ikut Abang" Ujar Arya lalu melangkah mendahului Dinda, tidak seperti biasanya.
__ADS_1
'Huufff ... sebenarnya tuh Hrithik Roshan KW kenapa sih, aneh banget, salah aku apa, sampai sikapnya berubah 180 derajat gitu, bukannya dia yang salah ya udah bermesraan dengan mbak Lania, sampai kerah bajunya kena lipstik gitu, terus masih godain aku, dasar nyebelin' gumam Dinda dalam hati.
Sesampai diparkiran kantor Arya langsung menuju mobil mewah miliknya.
Melihat Arya yang berjalan mendekatinya pak Darto membukakan pintu mobil bagian belakang.
"Silahkan pak Arya" sapa Pak Darto yang dibalas anggukan oleh Arya. Setelah Arya duduk dan diikuti oleh Dinda yang duduk di samping Arya seperti biasanya.
"Makasih pak Darto" ucap Dinda dengan senyum ramahnya.
"Sama-sama mbak Dinda" ujar Pak Darto kemudian menutup pintu mobil lalu berlari ke arah pintu kemudi.
Sepanjang perjalanan yang ada hanya hening, tak ada yang mau membuka suara seperti biasanya, Arya yang selalu bisa mencair suasana dan membuat Dinda tersenyum.
Pertemuan dengan direktur dan semua eksekutif berlangsung selama 2 dua jam lebih.
"Iya, baik Pak Robert, terimakasih" ucap Arya.
Lalu mengikuti Robert dari belakang dan berjalan menuju ruang direktur yang berada di lantai paling atas gedung.
tok... tok... tok...
"Masuk" terdengar suara pria dari dalam ruangan yang mempersiapkan masuk.
Robert membuka pintu kayu besar berwarna coklat tua itu.
__ADS_1
"Maaf Pak, Pak Arya sudah datang" ujar Robert.
Lelaki yang tampan dan berkarisma walau telah berumur itu mengangguk mengiyakan.
"Silahkan Pak Arya" ujar Robert lagi mempersiapkan
Arya memasuki ruangan Atmodjo Dirgantara direktur utama PT. Media Utama. Atmodjo berdiri dari kursi kebesarannya lalu mengulurkan tangannya untuk menyambut kedatangannya " Apa kabar Arya ?" ujar Atmodjo.
"Baik Pak" jawab Arya menyambut uluran tangan Atmodjo dan tersenyum ramah.
"Silahkan" satu tangan Atmodjo terulur mempersiapkan Arya duduk di kursi depan mejanya.
"Maaf Pak, ada apa Bapak memanggil saya" tanya Arya sopan.
"Iya Arya, saya dapat undangan untuk acara pertemuan pebisnis se Indonesia, ganti saya untuk menghadirinya" ucap Atmodjo. "Kamu juga dapat undangannya kan Ar ?"
Arya tau tentang undangan acara pertemuan itu, karena dia juga mendapat undangan itu, karena Arya juga memiliki perusahaan sendiri walaupun tidak sebesar perusahaan tempat ia bekerja sekarang ini, acara pertemuan pebisnis se Indonesia ini, memang selalu diadakan sekali dalam lima tahun dan ngundang semua pengusaha se Indonesia.
"Iya Pak, saya juga dapat undangannya" ujar Arya.
"Jadi bisa sekalian kan Ar" ucap Atmodjo dengan senyum. "Bawa Sekretaris kamu sekalian untuk menemani dan mengurus keperluan kamu untuk acara pertemuan itu" tambah Atmodjo lagi.
"Iya Pak, Baik" Arya menganggukkan kepalanya dan menarik bibirnya tersenyum.
Setelah membicarakan urusan pekerjaan, Pak Atmodjo dan Arya berbincang santai seperti biasanya, Arya dan Atmodjo memang sangat dekat sudah seperti anak dan ayahnya.
__ADS_1
HAPPY READING ❤️❤️❤️
JANGAN LUPA PENCET TANDA ❤️ DAN LIKE 👍 SERTA TINGGAL KOMENTAR YANG MEMBANGUN YA BIAR AKU SEMANGAT UPDATE NYA, TERIMAKASIH 🙏